Heaven Fate: Freedom

Heaven Fate: Freedom
005. Angel! Namaku Angel!


__ADS_3

"Aku merasakan keberadaan benang kusut yang sangat besar, dan ternyata itu adalah..... Seorang monster" Cain tiba-tiba muncul dibelakang kedua orang yang memakai armor sangat mewah.


Pria berambut coklat itu melirik kebelakangnya, dan melihat seorang pria tampan berambut hitam dengan mata berwarna merah cerah. "Ternyata itu adalah kau, seseorang yang kuat."


Kokino juga ikut melihat apa yang dilihat pria disebelahnya, "Kuat sekali! Bahkan benang-benang yang mengelilinginya, tidak bisa kulihat batasnya!" Kokino sangat ketakutan dengan monster bermata merah didepannya.


"Kalian sedang mencari apa? Apakah kalian.... Mau mengusikku?" Cain mengeluarkan aura membunuh yang sangat menekan keduanya.... Tapi sepertinya hanya satu orang saja yang tertekan.


"Erghhhhhh" Kokino tidak bisa bergerak sedikitpun karena aura yang dikeluarkan Cain. "Apakah kami bisa mengalahkan monster itu? Tunggu tunggu, kami....?" Kokino menatap pria berambut coklat disebelahnya, "Oh iya.... Dipihak kami juga ada monster...."


"Tuan bermata merah, kami tidak berniat mengusikmu, kami adalah perwakilan dari kerajaan greenfold, yang ditugaskan untuk mencari putri yang menghilang, dan kami mendapatkan kabar bahwa putri yang hilang itu berada didalam hutan ini, hutan yang sama sekali tidak ada montsternya, tapi banyak makanannya, jadi kami berpikir bahwa masuk akal saja bila putri yang menghilang itu tinggal disini." Jelas pria berambut coklat itu.


Cain menaikkan sebelah alisnya, "Putri yang menghilang? Bila ditugaskan hal yang sepenting itu, aku yakin kau bukan orang biasa? Benarkan?"


"Ya, kami berdua adalah jendral besar kerajaan Greenfield, Kokino adalah wanita di sebelahku, dan Michael adalah namaku" Ucap Michael sembari memegang dadanya.


"Angel! Namaku Angel!" Kokino tak terima bahwa yang diperkenalkan Michael adalah nama jeleknya, bukan nama kerennya.

__ADS_1


Michael menatap sinis Kokino, "Aku bukanlah seorang pembohong, Kokino"


"Cih" Kokino langsung tertunduk ketakutan saat ditatap seperti itu oleh Michael.


"Baiklah jika itu niat kalian, aku akan pergi" Saat Cain hendak berbalik, tiba-tiba Michael muncul dihadapan Cain, dan menghalangi jalannya. "Ada apa?"


"Tuan bermata merah.... Aku ingin namamu"


"Cain." Setelah mengucapkan itu, Cain benar-benar menghilang dari sana.


"Wah... Parah sih, pemuda itu kuat sekali" Michael menggelengkan kepalanya, saat dia tidak bisa lagi merasakan keberadaan Cain dimanapun.


"Dasar gorila menyebalkan...."


***


"Halo Nera, apa kau sudah segar kembali?" Dipagi harinya, Cain sudah bersiap melatih Nera kembali.

__ADS_1


"Kurang sih, tapi lumayan." Terlihat kantung mata Nera sudah berkurang hitamnya.


"Ya sudah, kini akan kuajarkan tentang cara menguatkan tubuh, menggunakan benang mana." Cain berjalan kearah sebuah pohon besar, dan duduk bersila didepannya.


Melihat hal itu, Nera mengikuti apa yang dilakukan Cain.


Setelah melihat Nera sudah duduk bersila dihadapannya, Cain bersiap-siap untuk mengajarinya. "Lihat ini Nera" Cain mengangkat tangannya keatas, dan terlihat sebuah benang merah sepanjang 30cm, meliliti lengan Cain, setelah lengan Cain terlilit sepenuhnya, benang itu perlahan-lahan memudar, dan menghilang masuk kedalam lengan Cain. "Lihatlah!" Cain mengepalkan tangannya, lalu melayangkan pukulan pada pohon diatasnya.


Buakkkkkkkkkk


Pohon itu hancur berkeping-keping saat pukulan Cain mengenainya. "Ini adalah teknik penguatan tingkat biasa, mampu memperkuat tubuh hingga beberapa Kali lipat, teknik ini juga bisa digunakan untuk memperkuat otakmu, dan bisa menghilangkan rasa lelahmu"


Mendengar penjelasan Cain, Nera hanya menganga tak percaya, dengan mata yang berbinar-binar. "Hebat...."


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2