
Dalam kurun waktu selama satu bulan, Cain terus mengajarkan Nera tentang bagaimana membuat jalur mana, sebab bagi Cain, Nera itu seorang jenius, karena dia bisa mempelajari 2 teknik pengendalian dalam waktu 2 Minggu saja, itu membuat Cain menjadi terpesona, dan semakin semangat melatih Nera.
Lain halnya dengan Nera, dia merasa sangat tertekan saat dilatih dengan keras oleh Cain, membuat dirinya semakin lama, semakin turun fokusnya, dia hanya bisa tidur 2 jam sehari, itu adalah waktu tidur yang sangat buruk bagi seorang gadis berumur 10 tahun.
"Ka-Kakak, apa aku boleh tidur dulu? Aku sangat ngantuk." Ucap Nera dengan mata yang sudah terkantuk-kantuk.
"Boleh, tapi kau besok tidak boleh tidur." Jawab Cain santai.
"Kakak... Kau jahat sekali" Nera mengeluarkan air matanya, karena dia sudah tidak kuat berlatih lagi.
"Jahat? Apa kau tahu bagaimana aku berlatih? Aku bahkan tidak pernah tidur Selama 10 tahun ini!!! kau tahu karena apa? Karena guruku itu sangat ketat! Bahkan tidak ada hari libur berlatih satu kalipun! Dan kau tahu apa yang kulakukan untuk bisa bertahan hidup dari neraka itu? Mana!!! Kau bisa memakai mana untuk mengurangi rasa kantukmu!!! Kau sudah bisa mempajari teknik pengendalian, tapi kau tidak bisa membuat satu benang mana sama sekali??!!! Apa kau bermalas-malasan?!!"
"Ti-Tidak kakak... Tapi aku itu gadis kau tahu, apa kakak tega?" Ucap Nera dengan wajah dan mata yang memelas.
"Ya karena kau gadis, aku dengan keras melatihmu!!! Mana itu sangat mesum! Dia sangat memihak seorang wanita daripada laki-laki, oleh sebab itu para laki-laki lebih memilih menjadi seorang ksatria, daripada menjadi seorang penyihir!"
"Huhuhu.... Kakak jahat!" Nera menangis sesenggukan saat mendengar penjelasan Cain.
"Lanjutkan!"
***
__ADS_1
(1 Bulan kemudian....)
"Bisa! Bisa! Bisa!!!!" Nera berteriak kegirangan, saat melihat sebuah benang hijau didepannya. Benang itu sangat pendek, dan hanya berukuran 10 Cm saja.
Puk....
Cain mengusap kepala Nera dengan lembut, "Bagus! Kau memang jenius"
"Hehe! Akhirnya aku bisa melakukannya!"
"Baiklah, kita istirahat dulu satu hari, baru lanjutkan latihannya"
"Yey! Akhirnya aku bisa tidur dengan nyenyak!!!" Sudah dua bulan lebih Nera tidak tidur dengan puas, dia hanya bisa tidur 2 jam saja perharinya, bila tidak Cain jernihkan pikiran Nera dengan mana, mungkin Nera sudah berubah menjadi gadis kecil yang manis dan botak.
"Ya!" Nera berlari kencang kearah gubuknya, dan tertidur dengan pulas dalam waktu yang singkat.
"Fyuh.... Aku akan berkeliling terlebih dahulu..." Cain menghela nafas panjang, lalu berjalan memasuki hutan.
***
(Disebuah bukit kecil yang jaraknya puluhan kilometer dari tempat tinggal Nera)
__ADS_1
"Kokino, apa benar tuan putri ada disini? Tidak meyakinkan deh" Ucap seorang pria tampan berambut coklat, dengan warna mata yang selaras. Dibagian bawahnya, terlihat pria itu mengenakan jubah armor yang sangat lengkap, membuat dirinya terlihat gagah dan perkasa.
"Jangan panggil aku dengan nama itu saat sedang bertugas!!!!" Seorang wanita cantik berambut merah, marah-marah dan berteriak kesal dengan pria disebelahnya. Jika dilihat kebagian bawahnya juga, dia mengenakkan sebuah armor yang sangat mirip dengan pria disebelahnya, hanya saja model miliknya, model yang khusus untuk wanita.
"Lalu bagaimana aku harus memanggilmu? Gorila?"
"Panggil aku Angel!!!"
"Pfft, Angel...." Pria berambut coklat itu terlihat sedang berusaha menahan tawanya.
"Jangan tertawa!!!" Wanita Kokino itu kesal dan memukul-mukuli lengan pria berambut coklat disebelahnya.
"Haha.... Tapi kita harus berhenti bercanda" Wajah pria berambut coklat itu berubah menjadi serius.
"Ya... Sebab aku merasakan keberadaan yang sangat kuat"
.
.
.
__ADS_1
.