
Chapter 2
Beberapa hari setelah Athur bertransmigrasi ke dalam tubuh Raja Iblis Alastor. Sekarang di Lautan Kosmik yang sangat indah dengan Bintang serta Galaxy berbagai warna terlihat di sana.
Dan di tengah lautan kosmik itu terdapat Kasil Raja Iblis yang sangat besar sedang melesat dengan kecepatan jauh melebihi cahaya ke suatu tempat.
Di dalam kastil terlihat sebuah singasana yang sangat besar dimana di singgasana itu terdapat seorang pria yang berperawakan 25 Tahun dan memiliki ciri fisik rambut berwarna merah begitu juga dengan warna Pupil matanya.
Sebenarnya umurnya bukanlah 25 Tahun, melainkan umurnya sudah jauh melebihi umur alam semestanya sendiri. Namanya adalah Alastor,seorang Raja Iblis.
"Tuan, kita telah sampai di alam semesta selanjutnya. Alam semesta ini memiliki skala lebih besar dari yang lainnya,dimana setiap planet rata - rata memiliki besar Ratusan Galaxy bahkan ada yang sebesar satu alam semesta normal."
Lalu di sampingnya, terdapat seorang wanita iblis yang memiliki rupa yang sangat cantik bahkan sudah jauh melebihi dewi kecantikan itu sendiri. Dengan memiliki rambut perak serta mata pupil biru dengan tubuh yang sangat sempurna.
Namanya adalah Teshika, dia adalah salah satu Iblis yang mewakili 7 Dosa besar sekaligus dia adalah iblis yang sangat setia kepada Alastor.
"Begitu, ayo lanjutkan." Ucap Alastor
"Baik, Dan Alam Semesta ini memiliki jumlah galaxy sebanyak 10 Triliyun lebih lalu di setiap ada Miliyaran bintang serta Triliyunan Planet yang tersebar dalam satu galaxy." Lanjut Teshika yang menjelaskan.
"Lalu setiap Galaxy memiliki Masa sebesar Ratusan Triliyun Alam Semesta normal." Lanjut Teshika
"Lalu Letak Dunia Dewa berada di Lapisan 4 Dimensi di alam semesta ini. Jadi yang kita perlukan hanya menaiki Lapisan 4 Dimensi dan itu adalah hal yang mudah bagi kita." Dan Teshika selesai menjelaskannya dan segera menutup Buku yang berisi informasi itu.
Kemudian Alastor mulai tersenyum tipis. "Terimakasih Informasinya Teshika."
"Saya sangat senang anda memuji saya." Teshika sangat senang dan segera memunduk kepada Alastor.
Lalu terlihat juga, 6 Iblis yang masih tunduk di tunduk hormat kepada Alastor dan keenam Iblis itu juga Iblis yang mewakili salah satu 7 dosa besar yang ada.
"Para Dewa yang ada di alam semesta ini sudah tergolong jajaran makhluk ,walaupun itu hanya berada di paling rendah, mereka telah masuk ke dalam jajaran itu."
"Tidak hanya itu, bagi Makhluk 4 Dimensi, mereka menganggap semua realitas di 3 Dimensi hanyalah fiksi."
Jelas Alastor dengan sangat tenang sembari menatap ke 6 bawahannya.
"Benar, Raja. Kami para iblis perwakilan 7 dosa besar juga sudah masuk dalam jajaran itu. Sekarang ini kami semua sedang menyegel sebagian besar kekuatan yang ada dalam diri kami, dan kami perlu izin raja untuk membukanya." Jelas Jebez dengan sangat hormat.
Jebez adalah berpenampilan Pria Tua yang berpenampilan seorang pelayan. Jebez adalah Iblis yang mewakili "Dosa Kemarahan."
__ADS_1
Dan Teshika sendiri mewakili "Dosa Nafsu" ,kemudian di samping Jebez terlihat seorang Pria paruh baya yang sangat tampan dengan rambut hitam legamnya.
"Apa yang di katakan Jebez memang benar,kami sudah masuk makhluk " Dia adalah Samael , seorang Iblis yang mewakili Dosa Keserakahan.
Alastor mulai berbicara "Ya,aku sudah tahu kalian sudah masuk ke jajaran itu dan akulah yang mengendalikan segel kalian."
Lalu seorang wanita yang tidak kalah cantiknya dengan Teshika dan berada di samping Samael mulai berbicara dengan sopan.
"Tapi,mau seberapa hebat kami bertujuh dan walaupun kekuatan kami semua di gabungkan. Tetap tidak bisa sebanding dengan Raja." Wanita itu adalah Isabel, seorang Iblis yang mewakili Dosa Iri.
"Lalu,apa kalian menghormatiku? Kalian menganggapku apa?" Tanya Alastor dengan dingin
"Raja adalah leluhur serta raja dari segala raja iblis yang ada di Seluruh Alam Semesta yang tidak terbatas. Kami semua sangat memuja dan menghormati anda." Lanjut wanita yang ada si samping Isabel. Dan dia adalah Nerezza ,seorang Iblis yeng mewakili Dosa Kerakusan.
"Begitu?"
"Ya, itu sangat benar Raja." Jawab Nerezza dengan sangat hormat.
"Baguslah." Ucap Alastor yang tersenyum tipis.
"Raja." Seorang wanita yang berada di samping Nerezza memanggil Alastor dengan sangat hormat.
Dia adalah Ahisa, seorang Iblis yang mewakili dosa kemalasan. Dia adalah Iblis yang juga tidak kalah cantiknya dengan Teshika,Isabel,Nerezza.
"Apa yang saya harus lakukan supaya saya bisa pergi ke kasur tercinta dan tidur kembali?" Tanya Ahisa yang terlihat lesu tanpa ada semangat sekali.
Dan dia memilliki keperibadian yang sangat malas ,tentu saja karena dia adalah perwakilan dari "Dosa Kemalasan."
Begitu juga dengan lainnya, keperibadian mereka bertujuh sama seperti Dosa yang mereka wakili. Tapi mereka bisa menyembunyikan Keperibadian itu dengan sangat mudah,kecuali Dosa Kemalasan.
Karena Ahisa sangat malas,jadi ia malas untuk menyembunyikan kebiasaan malasnya walaupun itu di depan Alastor sekalipun.
"Tentu saja ada Ahisa. Jadi tunggulah sebentar lagi." Jawab Alastor yang tersenyum.
Mendengar apa yang di katakan Rajanya, Ahisa menjadi sangat senang. Tapi karena dirinya terlalu malas untuk menunjukan raja senangnya dia tetap menunjukan muka lesu malasnya.
"Saya akan menunggunya."
"Kau pasti tidak akan kecewa,benarkan Lucifer?" Tanya Alastor kepada Pemuda berambut pirang dengan mata pupil hitam.
__ADS_1
"Ya." Jawab Singkat Lucifer
"Sebagai bawahan terkuatku, kau pasti sudah mengetahui tugas apa yang akan ku berikan kepada Ahisa?" Tanya Alastor yang tersenyum
"Saya mengetahuinya."
Lucifer adalah seorang Iblis yang mewakili Dosa Keangkuhan, sekaligus dia adalah bawahan terkuat Alastor saat ini. Hingga sekarang tidak bisa ada yang bisa melampaui kekuatannya.
"Bagus." Alastor tersenyum tipis lalu ia mulai mengangkat tangannya kedepan dan mengatakan ""
Seketika, sebuah Lubang Dimensi yang sangat besar berada di depan Kastil Alastor yang sedang melaju itu, lalu Kastil Alastor masuk ke dalam Lubang dimensi itu.
Setelahnya Lubang Dimensi itu pun tertutup. Sementara itu di dalam dimenai itu terlihat berbagai pemandangan yang tidak bisa di gambarkan karena sangking banyaknya hal yang perlu di jelaskan.
Tapi hanya satu kata yang bisa di ungkapkan yaitu: "Mengagumkan."
Lubang dimensi yang baru saja di munculkan Alastor adalah jalan untuk menuju ke Dunia Dewa yang berada Lapisan 4D di alam semesta ini.
Tiba - tiba di tengah - tengah perjalanan. Tiba -tiba sebuah tangan besar yang berwarna hitam dengan cakar yang sangat tajam telah merobek sebagian besar dimensi yang ada di sini.
Sehingga membuat Kastil Raja Iblis Alastor terhenti karena robekan dimensi itu. Lalu dari robekan dimensi itu perlahan tubuh yang sangat besar muncul dengan sayap yang begitu lebar muncul dengan begitu agungnya.
"Setiap lapisan dimensi, pasti ada makhluk kuat yang bertugas menjaga setiap lapisan dimensi jika ada benda asing yang masuk ke perbatasan lapisan itu."
"Penjaga Dimensi yang ada di setiap alam semesta itu berbeda - beda seperti bentuk fisik serta kekuatan mereka."
Benar, penjaga dimensi yang ada di setiap alam semesta itu berbeda - beda. Dan kali ini penjaga dimensi ini memiliki wujud yang sangat mengerikan serta sangat besar.
Makhluk itu berbentuk Naga hitam yang sangat besar,bahkan ukurannya masih belum bisa di hitung saat ini.
Lalu Alastor mulai menunjuk ke arah Naga yang ada di depan kastilnya itu. "Ahisa, tugasmu adalah membunuh penjaga dimensi itu. Apa kau bisa melakukannya?"
"Tentu saja tuan, saya akan segera mengalahkannya. "
Ahisa segera berteleportasi dan langsung berada di depan Naga Hitam itu dengan sangat dekat.
Roaaaaaaaaaaaaar!!!
Naga itu meraung dengan sangat keras dan membuat tekanan angin yang sangat kuat. Sedangkan Ahisa sendiri dia masih menatap naga itu dengan sangat lesu dan malaa.
__ADS_1
"Yo, Kadal. Diam di situ aku ingin membunuhmu dengan sangat cepat supaya aku bisa tidur kembali." Ucap Ahisa dengan muka lesu dan malasnya.