
Chapter 6
Denesto mulai berteriak dan mulai mencoba untuk mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mencoba menghancurkan rantai tersebut.
Lalu saat itu terlihat bahwa Rantai - rantai itu perlahan retak, dan itu membuat Alastor sedikit terkejut karena hal ini sangat jarang terjadi. 'Heh... Lebih kuat dari yang ku duga.'
Trek!*
Trek!*
Trek!*
*Braak!*
Lalu saat itu Semua Rantai yang mengikat Densto itu terputus dan hancur menjadi berkeping - berkeping. Dan saat ini Denesto memperlihatkan wajah marahnya dan segera menyerang Alastor dengan kecepatan yang jauh melampaui kecepatan Cahaya sembari menghunuskan pedangnya ke arah Alastor.
"RASAKAAAAN INI!"
Awalnya Denesto ingin menusuk Alastor menggunakan pedangnya, namun sayangnya pedangnya itu tidak bisa menembus tubuh Alastor.
Karena serangan yang baru saja di lancarkan olehnya bisa saja menghancurkan Dimensi Ruang Tidak Terbatas dengan sangat mudah. Sedangkan serangan yang di butuhkan untuk membuat Alastor terluka jauh di atas itu.
Tang!*
"Tidak berguna! Rasakan saja serangan lemahmu itu!"
Alastor memegang bilah pedang itu dan lalu ia mematahkannya menjadi dua bagian yang lebih penjang. Setelah itu ia langsung menusukannya ke jantung Denesto.
*Tsssuk!*
"Guhak!" Denesto memuntahkan banyak sekali darah.
Namun Denesto tidak berhenti di situ saja karena tiba - tiba bilah pedang yang menusuk jantungnya mulai terurai dan mulai menyatu dengan tubuhnya dan luka itu juga menyembuh.
"HAHAHAHA! Jangan pikir aku bisa mati karena serangan dari kekuataku sendiri, aku dewa waktu, aku bisa memutar,menghentikan ataupun mempercepat waktu semauku!"
__ADS_1
"Semuanya dalam kendaliku! Sekarang waktunya penghabisan! "
Kemudian Lubang dimensi dengan jumlah yang sangat banyak muncul di sekelilingnya. Lalu dari lubang Dimensi itu muncul Dewa Waktu Denesto yang rupa serta kekuatannya sama persis.
"Aku memanggil kalian semua, wahai diriku dari waktu sebelumnya!"
Benar, adalah salah satu sihir yang hanya bisa di gunakan oleh Dewa Waktu Denesto, dimana dia bisa memanggil dirinya sendiri dari masa lalu.
Dan kekuatan mereka semua itu sama persis dengan Denesto itu sendiri, karena itu adalah dirinya sendiri.
"Sekarang bunuh Raja Iblis Itu!" perintah Denesto kepada dirinya sendiri.
"Sesuai keinginanmu, diriku!"
Kemudian masing - masing mereka semua mulai memunculkan Pedang Waktu . Dan setelah itu mereka mulai melompati waktu secara bersamaan dan mulai menusuk Alastor dengan kekuatan penuh mereka.
"Rasakan ini Raja Iblis!!"
Tapi saat mereka ingin menusuk Alastor dengan Pedang Waktu seketika mata Alastor berubah menjadi merah menyala dan di Pupil tersebut terdapat simbol kehancuran yang sangat mengerikan.
Lalu saat itu, semua Denesto dari berbagai waktu seketika hancur tanpa menyisakan apapun. Dan saat itu Denesto menjadi sangat terkejut karena melihat semua dirinya itu hancur.
"Apa yang terjadi!?"
Kemudian Alastor mulai berjalan sembari menatap Denesto dengan mata tersebut. "Mau sebanyak apapun kau memanggil dirimu di masa lalu, semua itu akan ku hancurkan tanpa ada sisa."
" akan menghancurkan apapun yang di lihatnya, mau itu dewa atau apapun itu. Semuanya akan hancur beserta konsepnya!"
Kemudian saat itu, Denesto menjadi sangat ketakutan dan ia mulai berkeringat dingin tanpa henti karena merasakan Energi milik Alastor.
"Jadi hancurlah."
Lalu saat itu, Tubuh Denesto perlahan mulai menghilang layaknya abu. Dan saat itu Denesto menjadi sangat ketakutan dan panik. "Tidak mungkin! Tidak mungkin! Aku bisa kalah darimu!"
"Sial! Sial sial! Kenapa kekuatan waktu tidak berguna! Alastor ,bajingaaaaaaaan!!!"
__ADS_1
Setelah itu tubuh Denesto pun hancur bersama dengan jiwanya tanpa ada sisa, dan jiwanya tidak bisa di bangkitkan kembali karena konsepnya telah di hancurkan oleh Alastor.
"Waktunya menghancurkan Dunia Dewa di alam semesta dimensi 4." lalu saat Alastor ingin merobek ruang dan waktu itu untuk kembali ke dalam Kastilnya.
Tiba - tiba sesuatu yang tidak terduga terjadi.
"ALASTOOOORRR!!! JANGAN PIKIR KAU BISA MELAKUKAN APA YANG KAU INGINKAN! AKU TELAH MELIHAT MASA DEPANMU! KAU PASTI AKAN MATI DI TANGAN RAJA DEWA!!!"
"AKU YAKIN ITU AKAN TERJADI! ALASTOR INGAT ITU BAIK - BAIK-----"
Dan keberadaan Denesto menghilang kembali dan ternyata Denesto hanya bisa memulihkan dirinya hanya beberapa saat saja.
Saat melihat itu Alastor hanya tersenyum licik.
"Heh... Jadi Raja Dewa memberikan sedikit kekuatannya. Pantas saja dia bisa melakukan itu... Ya namum, apapun yang terjadi... Aku akan memusnahkan para dewa - dewi dari seluruh alam semesta dan berbagai dimensi yang ada,"
"Tidak peduli apapun alasannya,akan tetap ku hancurkan mereka."
Kemudian Alastor mulai merobek ruang tak terbatas itu dengan jarinya. Setelah itu dia melihat bahwa 7 pelayannya yaitu Iblis perwakilan 7 dosa besar sedang berkumpul di depan singgasananya.
Lalu sebelum dia masuk ke dalam kastilnya,Alastor menjentikan Jarinya dan menghancurkan Celah Ruang dan waktu tidak tervatas yang di buat oleh Denesto itu hingga tidak menyisakan apapun.
Kemudiam Alastor mulai berjalan ke arah singgasananya dan semua yang melihatnya segera langsung memberikan jalan kepada Alastor dengan sangat hormat.
"Raja, senang sekali anda telah kembali." ucap Teshika dengan hormat.
"Ya, alasan kenapa aku memanggil kalian semua karena aku ingin memerintahkan kalian semua untuk menjalankan rencana yang akan aku buat," jelas Alastor yang duduk di singgasana dengan sangat berwibawa.
"Baik,rencana apa itu Raja?" tanya Jebez dengan sangat hormat.
"Rencana untuk merubah hukum Seluruh Alam Semesta dari berbagai Realitas Dimensi 4 sampai Infinite^Infinite^Infinite D dimana Dewa akan hancur lalu Iblis yang akan berkuasa,"
"Apakah maksud raja..."
"Benar, Kita akan menghancurkan semua Dewa - Dewi dan membuat Seluruh Alam Semesta dari berbagai Realitas dimensi berada di genggaman kita!"
__ADS_1
Ambisi atau dendam? Mungkin itu sudah tercampur dalam 1 tujuan yang pasti.