
Chapter 4
Di Dalam lubang dimensi yang di dalamnya sudah tidak bisa di gambarkan lagi. Sebuah Kastil yang sangat besar melaju di sana dengan kecepatan jauh melampaui kecepatan Cahaya.
Dan ini sudah berlangsung kurang dari 29 menit. Lalu terlihat juga 5 Pesawat yang di buat menggunakan Artefak sihir berada di sekeliling Kastil tersebut.
Ukuran Pesawat itu sangatlah besar atau bisa di bilang tidak terbatas karena pesawat itu bisa membesarkan awaknya dan mengikuti apa yang di tampungnya.
Dan tentu saja, mereka semua adalah Pasukan milik Raja Iblis Alastor. Dimana jumlah pasukannya masih belum bisa di hitung untuk keseluruhannya.
Kemudian di setiap pesawat sihir masing - masing terdapat Iblis dosa besar atau pelayan tertinggi dari Raja Iblis Alaator yang memimpin setiap Pesawat tersebut.
"Semuanya, kita akan memasukin Dimensi 4 kurang dari 30 detik. Jadi siapkan semua senjata serta sihir pertahanan tingkat tinggi!" Lalu dari dalam kastil.
Terlihat seorang pria yang sangat tampan dengan rambut warna merah dengan pupil merah sedang memerintah 5 Armadanya dengan sangat tenang.
Tidak hanya itu, nampak dia sedang memangku seorang wanita yang sangat cantik yang bertelanjang bulat tanpa busana itu.
Mereka berdua adalah Raja Iblis Alastor dan Teshika, Iblis pewakilan dosa besar "Nafsu"
Setelah mendengar perintah sang Raja, mereka semua langsung memunculkan Meriam sihir yang sangat besar di segala sisi badan serta depan pesawat mereka.
Tidak hanya itu, kemudian muncul sebuah lapisan sihir yang sangat tebal muncul dan menyelimuti setiap pesawat sihir tersebut. Lapisan sihir itu bukanlan lapisan biasa, itu di gunakan untuk menangkis semua serangah Sihir,Anti-sihir ataupun Fisik sampai level tertentu.
"Semua senjata telah di siapkan dan semua pelindung telah di aktifkan, Raja." Ucap kelima Iblis perawakilan dosa besar yang memimpin setiap armada.
Kemudian lubang dimensi mulai muncul di depan mereka. Dan lubang dimensi itu adalah jalan untuk masuk Alam Semesta 4 Dimensi dimana Dunia Dewa berada.
"Semuanya bersiap! Kita akan memasuki Alam Semesta 4 Dimensi, salurkan semua Energi sihir kalian untuk serangan meriam!"
Semua Iblis perwakilan dosa besar mulai memerintahkan pasukan yang ada di dalam pesawat untuk menyalurkan semua Energi sihir mereka ke meriam tersebut.
"Baik, Jendral!"
Lalu semua pasukan Iblis mulai menyalurkan Energi sihir mereka sesuai perintah Jendral. Dan semua armada pesawar beserta kastil hampir memasuki Alam Semesta 4 Dimensi.
"Kita masuk."
Dan semua Armada besera Kastil masuk ke dalam Alam Semesta 4 Dimensi! Tapi saat detik pertama mereka menampakan diri di alam semesta 4 Dimensi.
Semua Armada Raja Iblis Alastor di serang dengan sihir serangan semacam Beam yang sangat besar dan memiliki daya hancur yang sangat besar.
"Tembaaak!!"
*BOOOOOOM!*
Dan tembakan Beam itu mengenai semua Armada Raja Iblis Alastor. Namun sayangnya semua Armada telah di bekali oleh sihir pelindung yang sangat kuat.
__ADS_1
Sehingga membuat serangan Beam yang di lancarkan ke arah mereka. Tidak dapat menyentuh Armada Raja Iblis Alastor.
"Sepertinya, serangan kita tidak bisa menyentuh Armada milik Raja Iblis itu Jendral!" ucap salah satu pasukannya
"Jangan berhenti, serang armada Iblis itu dengan serangan yang lebih kuat lagi." ucap Jendral pasukan yang memberikan perintah.
" Baik jendral!"
Lalu Miliaran pasukan dengan Zirah lengkap berwarna emas mulai mengacungkan pedang mereka ke atas langit.
Dari pedang itu, mereka mentransfer semua Energi mereka ke Senjata berupa Meriam yang sangat besar, bahkan besarnya sudah setara dengan Ribuan Bintang yang di satukan.
Kemudian, Energi sihir yang mereka transferkan mulai membuat meriam itu aktif dan bercahaya sangat terang.
Dan saat itu Energi mulai terisi "Sudah terisi 75% 80% 90% 100%! Siap menembak kembali!"
Lalu saat itu dari dalam Kastil, Raja Iblis Alastor tersenyum licik setelah melihat siapa yang menyerang Armada miliknya
Dan saat melihat mereka telah menyiapkan Serangan selanjutnya. Raja Iblis Alastor mulai memerintahkan pasukannya untuk menyerang.
"Bunuh semua dewa itu." perintah Raja Iblis Alastor kepada semua Armadanya.
"Dimengerti Raja!"
Semua yang menyerang mereka tadi adalah pasukan Dewa di Alam Semesta 4 Dimensi, dimana Semua dewa itu adalan makhluk yang sudah bisa menghancurkan Alam Semesta 4 Dimensi dengan jumlah yang sangat banyak dalam sekali serang.
"Tembaaaak!"
Meriam sihir milik Pasukan Dewa mulai menembakan Serangan Sihir berbentuk tembakan Beam tersebut. Dimana serangan itu bisa menghancurkan Alam Semesta 4 Dimensi dengan jumlah yang sangat banyak.
Sedangkan Armada Pesawat milik Raja Iblis Alastor bersiap untuk menembak. "Tembakan 1 Meriam sihir utama di Perawat sihir ALS 1!" Perintah Alastor dengan sangat tenang.
Kemudian pesawat Sihir ALS 1 sedang di pimpin Jebez dan sekarang Jebez yang mendengar perintah itu. Mulai memerintahkan armadanya untuk menembakan 1 meriam utama di pesawat ini.
Kemudian Meriam yang sangat besar yang berada di depan Atas awak pesawat , Energi sihir yang sangat besar mulai terkumpul di sana dan mulai pelepasan tembakan.
"Tembak!"
Dan 1 meriam utama di tembakan ke arah pasukan Dewa. Serangan yang di lancarkan tipenya sama seperti serangan meriam Dewa tersebut.
Tapi bedanya, serangan Beam yang di keluarkan oleh Armada Raja Alastor jauh lebih besar dan kuat dari meriam pasukan Dewa.
Dan kedua serangan itu bertabrakan , sehingga membuat sebagian kecil Alam Semesta 4 Dimensi bergetar hebat . Alam Semesta 4 Dimensi itu ukurannya jauh lebih besar dibanding versi 3 Dimensinya.
Di dalam Alam Semesta 4 Dimensi , ukuran dunia paling kecilnya saja sudah sebesar 1.000 Alam Semesta yang berukuran Normal.
Sedangkan Dunia Dewa itu sendiri, ukurannya masih belum di hitung pasti ukurannya karena Ukuran dari Dunia Dewa itu sendiri sudah bisa di sandingkan dengan Alam Semesta dengan jumlah yang tidak terhitung.
__ADS_1
"Serangan Pasukan Iblis jauh lebih besar Jendral! Serangan kita mulai terdorong mundur!"
"Terus serang dan salurkan semua Energi Sihir kalian ke dalam serangan kita!" Perintah Jendral tersebut
"Baik!"
Lalu semua Dewa yang ada terus membesarkan serangan mereka dengan cara menyalurkan energi sihir mereka.
Tapi sayangnya semua itu tidak berguna, karena serangan Iblis itu masih jauh lebih besar dari serangan Beam Dewa.
Hingga pada akhirnya, serangan Beam milik Dewa hancur dan tertelan kedalam serangan Beam milik Armada Iblis.
"Serangan kita telah ha----"
"Tidak mu---"
"Semuanya pasang sihir pelind----"
Dan semua Dewa yang terkena serangan Beam tersebut mati lalu tubuh mereka hancur sampai ke Atom terakhir.
Sedangkan di sisi Armada Pesawat ALS 1, nampak Jebez sedang memperhatikan ke depan dan mulai mengecek apakah ada Dewa yang selamat dengan serangan besar tersebut.
"Tuan, sepertinya ada satu Dewa yang selamat. Dia sekarang sedang bersembunyi di Celah ruang dan waktu." Ucap Jebez yang melapor kepada Raja Iblis Alastor yang sedang berada dalam Kastilnya.
"Apakah perlu saya mengurusnya?" Lanjutnya
Sedangkan Raja Iblis Alastor yang mendengar itu, dia mulai memberikan jawaban "Tidak perlu, biar aku yang mengurusnya, dan masukan semua Armada pesawatku ke dalam Dimensi Tidak terbatas di dalam kastil."
"Baik Raja!"
"Baik Raja!"
"Baik Raja!"
"Baik Raja!"
"Baik Raja!"
Lalu kelima Armada pesawat itu menghilang dan mulai masuk ke dalam ruang dimensi tidak terbatas yang ada di dalam Kastil Raja Iblis Alastor.
Sedangkan di sisi Raja Iblis Alastor, terlihat dia mulai berdiri dan memakai pakainnya kembali.
"Teshika, kau perintahkan semuanya untuk ke sini sebelum aku kembali!" Alastor memberikan perintah kepada Teshika yang nampak sedang memakai gaunnya itu.
"Baik, sesuai perintah anda Raja,"
Kemudian Alastor mulai menunjukan jari telunjuknya dan mulai merobek ruang dan waktu dengan sangat mudah.
__ADS_1
Setelah itu Alastor masuk kedalamnya