
Chapter 3
Lalu Ahisa mulai mengangkat tangannya ke atas, dan lalu Lingkaran sihir yang sangat kuat muncul di atas kepala Naga itu.
Lalu Lingkaran sihir itu mengeluarkan Sebuah bilah hitam tajam yang berukuran raksasa dengan jumlah yang sangat banyak. "Serang."
Semua bilah hitam itu mulai melesat dan akan menusuk tubuh dari Naga hitam itu sampai dia mati.
Namun Naga itu mulai membuka rahangnya dan lalu ia menyemburkan Api Hitam yang sangat besar untuk membakar semua bilah itu beserta dengan Ahisa sekaligus
"Roaaaaaaaaaaaaaar!'
Api Hitam itu sangat besar, bahkan Api itu sudah masuk ke dalam golongan Api terpanas yang ada di Neraka. Kepanasan Api ini sudah melebihi panas dari Fenomena Big Bang yang telah menciptakan Alam Semesta.
Api hitam itu mulai membakar seluruh tubuh Ahisa, dan Naga itu melihat serangannya sudah bisa membunuhnya. Ia pun senang.
"Rasakan kepanasan Nafas Api Hitamku, kau pasti akan mati terbakar karena api hitamku tidak akan hilang dan akan membakarmu sampai tidak tersisa." Tapi tiba - tiba...
Ahisa mengangkat telunjuknya ke atas, lalu dari atas telunjuknya muncul yang seukuran jari kukunya.
Kemudian Itu mulai menyerap semua Api hitam yang masih mencoba membakar tubuhnya. "Hah... Api mu masih terlalu dingin kadal, coba saja sedikit lebih hangat. Itu akan menjadi suhu yang pas untuk tidur,"
Dan Naga itu menjadi sangat terkejut apa yang baru saja di lihatnya sekarang. "A-apa, itu mustahil! Kenapa kau tidak mati terbakar?"
"Aku malas menjelaskannya lagi, jadi tangkap yang ada di jariku."
Ahisa melempar < Mini Black Hole > nya ke arah naga itu. Lalu saat Naga itu menjadi sangat terkejut dan dia merasakan bahaya dari itu.
"Roaaaaaaaaaaaaaaar!'
Karena panik, Dia segera menyemburkan Api Hitamnya lagi dengan Skala jauh lebih besar dari semburan pertama. Dan tentu saja kepanasan dari Api Hitam itu sudah jauh melebihi kepanasan api semburan pertamanya.
"Jika kau menggunakan itu dari tadi,mungkin aku bisa merasa sedikit hangat. Tapi sayang sekali kau terlambat kadal."
Dan semua Api Hitam itu seketika telah di serap oleh itu dengan sangat cepat. Namun dia masih tidak menyerah dan terus menigkatkan semburan Api Hitamnya.
'Sial! Aku bahkan tidak bisa mendorong Lubang hitam sekecil itu! Jika terus seperti ini aku juga ikur tertelan lubang hitam itu!'
__ADS_1
Naga itu menjadi semakin panik karena itu sudah semakin dekat dengan dirinya. 'Sepertinya aku harus lari!'
"Kau mau lari kemana Kadal? Kau akan tetap terserap walaupun kau lari ke celah dimensi yang sangat kecil atau jauh sedikitpun." Jelas Ahisa dengan nada lesu dan malas.
Namun naga itu tidak mempedulikannya dan mulai merobek celah dimensi menggunakan cakar tajamnya itu. Dan mulai masuk ke dalam celah itu.
"Kau tidak mendengarku ya? Ya biarlah, jadi matilah."
Dan Black Hole itu mulai berhenti dimana Naga itu merobek celah dimensinya. Lalu saat itu ruang dimensi mulai melengkung dan mulai memutar layaknya tornando.
Tapi sebenarnya, Lubang hitam itu sedang menyerap ruang dimensi yang ada di titik itu. Dan karena Ruang dimensi yang ada di sini tidak terbatas. Jadi serangan seperti itu tidak akan bisa menghancurkan ruang dimensi yang tidak terbatas itu.
Lalu tiba - tiba dari pusat pusaran ruang itu, terlihat seekor naga sedang mencoba kabur dari serapan itu.
" JANGAN BUNUH AKU! HENTIKAN INI! AKU TIDAK INGIN MATI MAAFKAN AKU! JADI TOLONG HILANGKAN ITU!"
Namun Ahisa tidak mempedulikannya dan menatapnya dengan raut wajah yang sama. Pada akhirnya Naga itu tidak bisa mempertahankan dirinya dan mulai terserap bersama ruang dimensi miliknya.
"TIDAAAAAAAAAAAAAAA-------"
dan Naga itu pun terserap ke dalam lubang hitam itu. Dan setelah itu Ahisa segera menghilangkan nya dengan jentikan jarinya saja.
"Akhirnya selesai juga, baiklah waktunya untuk tidur." Dan Ahisa langsung teleport ke dalam kamarnya yang berada di Kastil tanpa pamit dulu dengan Raja Iblis Alastor.
Dan Alastor juga sudah tahu, jadi dia tidak mempermasalahkannya. Tapi tidak dengan 6 Iblis lainnya, mereka nampak sangat marah kepasa Ahisa karena dia sangat tidak sopan kepada Raja.
"Raja,bukannya Ahisa perlu di beri hukuman karena dia sudah tidak sopan kepada Raja?" Tanya Jebez dengan sangat hormat.
"Tidak perlu, dan aku juga sudah mengizinkannya untuk pergi kekamarnya setelah dia mengalahkan Naga itu," Jelas Alastor
"Begitu, maaf karena saya lancang,"
"Tidak perlu di pikirkan, dan setengah jam lagi kita akan sampai ke Lapisan Dimensi 4. Jadi bersiaplah untuk pembantaian!" Ucap Alastor yang tersenyum jahat.
Dan setelah mendengar perkataan Alastor, semuanya dengan suara hormat serta lantang mulai mengatakan "Baik, Raja!"
"Bagus, Teshika kau ikut denganku dan yang lainnya persiapkan Armada pasukan kita sekarang!"
__ADS_1
"Baik!"
Setelah mendengar perintah Alastor, semua Iblis perwakilan dosa yang ada di dekatnya berteleportasi ke pasukan mereka masing - masing untuk mempersiapkan Armada pasukan. Kecuali Teshika.
Setelah itu, Alastor mulai menatap Teshika dengan tatapan dinginnya. "Teshika,kemarilah."
Mendengarnya, Teshika dengan senang hati mulai naik ke atas singgasama. Setelah itu ia mulai memutari leher Raja dengan kedua tangannya itu dan dia menatapnya dengan tatapan m*sumnya.
"Raja,apakah ini hari yang anda janjikan?" Tanya Teshika yang memasang muka m*sum.
"Aku dengar kau masih perawan, jadi jangan kecewakan aku Teshika" Jelas Alastor yang tersenyum licik
"Tenang saja Raja, Anda tidak akan kecewa dengan pelayanan saya!"
Teshika perlahan mulai membuka pakaian Raja Iblis Alastor dan dia melepaskan semua pakaian Alastor. Kemudian setelah itu ia melihat tubuh telanjang rajanya yang sangat indah itu serta benda rajanya yang sangat besar.
Hal itu membuatnya menjadi semakim m*sum.
'Besar sekali~'
Lalu Ia mulai turun dari Singgasana dan mulai melepaskan gaun hitam miliknya dari tubuhnya yang sangat indah itu dan memperlihatkan tubuh telanjangnya kepada Rajanya.
Dan setelah melihatnya, Alastor tersenyum tipis. Kemudian Alastor mulai menarik tangan Teshika dan membuat tubuh Teshika berada di atasnya lagi.
"Raja, punya anda besar sekali~ ini pasti akan menjadi sangat nikmat~"
Teshika mulai memegang benda milik Rajanya yang sangat besar itu dan mulai mengarahkan ujungnya ke dalam gua indah sucinya.
Lalu perlahan pinggulnya mulai turun dan selaput keperawanannya mulai sobek hingga mengeluarkan sedikit sarah
Dan benda Raja yang sangat keras serta besar itu mulai masuk ke dalam gua miliknya yang sangat sempit itu. "Ehm~ besar sekali~"
Walaupun dia merasakan sedikit sakit,tapi dia tetap terus memasukan benda milik tuannya itu sampai ujung dan membuat benda milik tuannya masuk semua ke dalam dirinya.
"Aaaaaaah~"
******* keras keluar dari mulutnya dan semua benda milik tuannya sudah masuk ke dalam gua pink miliknya sampai menabrak dinding rahimnya dengan sangat keras.
__ADS_1
Dan sekarang mulai permainan brutalnya!