Hero Becomes Demon King Ancestor

Hero Becomes Demon King Ancestor
Chapter 5: Rantai Neraka


__ADS_3

Chapter 5


Sementara itu di dalam Celah ruang dan waktu yang terlihat isinya hanya ruang putih yang tidak tahu ujungnya. Nampak pemuda berambut panjang sedang berdiri dan sedang memejamkan matanya dengan wajah tenangnya.


'Dia datang.'


Lalu dia membuka matanya dan ia melihat robekan lurus yang merupakan robekan ruang dan waktu dimana celah ruang dan waktu miliknya telah di bobol oleh seseorang.


Dan dia sudah tahu siapa orangnya itu. "Raja Iblis Alastor, aku sudah menunggumu."


Yang merobek itu adalah Alastor, seorang raja iblis yang memiliki rupa yang sangat tampan ,memiliki rambut panjang merah serta mata pupil merah yang mengerikan.


Dan nampak Raja Iblis Alastor sedang menatap dirinya itu. "Jadi begitu, kau adalah Dewa yang memprediksi kedatanganku ke Alam Semesta ini." ucap Alastor yang manatap Dewa tersebut.


"Benar, aku adalah Dewa Waktu Denesto. Aku adalah Dewa yang menguasai Ruang dan Waktu yang tidak terbatas ini." Nama Dewa itu adalah Denesto.


Dia mengenalkan dirinya dengan bangga di hadapan Raja Iblis Alastor. " Jadi aku sudah tidak perlu memberitahu apapun alasan kenapa aku datang kesini kan?"


"Ya, aku sudah tahu dan aku telah di tugaskan untuk membunuhmu di sini! Raja Iblis Alastor!" ucap Denesto yang memunculkan pedang dari tangannya.


Dan Alastor yang melihat pedang itu, ia hanya tersenyum. "Heh, jadi itu adalah senjatamu? Apakah kau yakin? Pedang itu tidak akan bisa membunuhku."


"Setiap kekuatan akan tunduk atas kekuatan waktu. Dan adalah pedang perwujudan dari waktu itu sendiri! Jadi tamatlah riwayatmu Raja Iblis Alastor!"


Setelah mendengar itu, Alastor tersenyum licik.


"Heh... Jika begitu, mari kita tes."


Kemudian Alastor mulai mengangkat tangannya, lalu dari tangannya muncul sebuah lingkaran sihir yang sangat besar.


Kemudian dari lingkaran sihir itu, muncul sebuah Bola Api Hitam berukuran sangat besar yang Telah bercampur dengan api putih dengan suhu yang terus di tingkatkan tanpa batas.


""


Benar, nama sihir itu adalah dimana sebuah Bola Api itu sudah mampu mengabukan apapun yang mengenainya.


Dan serangan itu di lancarkan kepada Denesto dengan kecepatan tinggi. Lalu saat Denesto melihat serangan tersebut, Denesto mulai mengibaskan yaitu pedangnya ke arah serangan tersebut.


*Sring!*


Dan Bola Api itu berhenti,kemudian Bola Api itu mulai berbalik menyerang Alastor dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


"Rasakan seranganmu sendiri!"


*BOOOM!*


Serangan itu mengenai Alastor dan menimbulkan ledakan yang sangat besar dan menggetarkan celah ruang dan waktu yang tidak terbatas ini.


Tapi serangan itu tidak akan bisa melukai Alastor sama sekali karena serangan yang dia lancarkan dan seberapa kuat serangan miliknya. Dia tidak akan terluka karena dia membuat konsep hukum serangannya sendiri supaya tidak dapat melukainya.


"Hukum waktuku adalah mutlak! Kau tidak akan mengalahkanku Raja Iblis!" ucap Denesto yang sangat sombong.


Setelah mendengar apa yang di katakan Denesto, Alastor tersenyum licik


"Sombong sekali,inilah kenapa aku sangat ingin membunuh para dewa dan aku juga ingin menyiksa mereka dalam neraka selamanya hehe~"


"Hahahahaha! Mimpi yang sangat lucu! Kau tidak akan dapat melakukannya karena itu tertulis dimasa depan! Dan kau pasti tau, akulah yang menulis masa depan itu hahaha!!!"


"Berbanggalah pada kekuatan waktumu Dewa bodoh dan rasakan ini."


""


Alastor menyerang kembali, lalu dari segala arah muncul lingkaran sihir yang sangat banyak. Dimana setiap lingkaran sihir itu mengeluarkan Rantai Besi yang di selimuti oleh Api hitam yang sangat panas.


Guna rantai itu sebenarnya bukan hanya itu saja, tetapi rantai itu adalah sesuatu yang memaksa para pendosa untuk tidak lari dari Neraka itu selamanya.


Sekarang Denesto yang melihatnya cukup terkejut dengan kemunculan Rantai itu. "Rantai Neraka? Itu tidak mungkin!"


Lalu Denesto mulai menghindar dengan kecepatan yang melebihi cahaya supaya Rantai itu tidak dapat menangkapnya. "


*Sring!*


*Sring!*


Tidak hanya itu Denesto juga terus memotong rantai - rantai itu menggunakan pedangnya itu. Namun itu semua tidak akan berguna karena setiap rantai itu di potong,maka jumlah rantai itu menjadi berganda dua kali lipat.


'Sial ini tidak ada habisnya, walaupun pedangku ini perwujudan dari waktu dan semua kekuatan tidak akan berguna di hadapan waktu, Tapi Rantai itu adalah pengecualian!'


'Walaupun aku sudah mengubah Keadaan waktu ada menjadi tidak ada, terjadi menjadi tidak terjadi! Tapi itu sangat sulit karena Rantai itu melawan hukum waktuku!!'


Setelah itu, terlihat Alastor yang nampak sedang tersenyum licik sembari memperhatikan Denesto yang sedang berusaha lari dan menghancurkan semua Rantai itu.


"Hey kenapa kau lari? Bukannya kekuatan waktumu itu mutlak? Apa jangan - jangan kau sedang menahan diri? Ayolah semangat - semangat hehe~" Alastor mengejek Denesto dengan senyumam liciknya.

__ADS_1


Sedangkan Denesto yang mendengarnya menjadi sangat kesal. 'Beraninya Iblis itu mengejekku! Tunggu saja kau pasti akan dapat balasannya setelah aku mengatasi ini!'


*Sring!*


*Sring!*


Denesto menghancurkan Rantai - rantai tersebut, kemudian dia mulai diam dalam satu tempat dan berdiri. Lalu mulai membaca mantra "Konsep Hukum waktu adalah singularitas yang tidak dapat di lawan oleh siapapun,semuanya akan tunduk oleh hukumnya!"


"Sekarang "


Seketika, ruang tidak terbatas ini menjadi kosong dimana setiap kejadian atau peristiwa yang sedang berlaku menjadi hilang. adalah sihir yang mengosongkan setiap keadaan yang ada dalam Domain Pengguna.


Sihir ini mirip seperti Penghentian waktu ataupun pengunduran waktu. Tapi yang ini berbeda karena setiap keadaan yang telah di hilangkan oleh sihir itu di hilangkan dari masa lalu,masa kini dan masa depan.


Sekarang yang terlihat sekarang hanyalah Denesto yang nampak sedang berdiri di Ruang Putih Kosong yang tidak terbatas itu. "Sihir ini sangat menguras Energi Sihirku karena aku baru saja menghilangkan Rantai Neraka dan Raja Iblis itu dari masa depan,masa kini dan masa lalu!"


"Sekarang, sejarah masa depan dan masa lalu telah berubah. Tidak ada yang namanya Raja Iblis mulai saat ini."


Namun saat itu, muncul sebuah suara yang sangat membuatnya terkejut. "Serangan yang cukup kuat,bahkan Dewa - dewa yang sedang ku siksa di Neraka milikku hanya beberapa yang bisa melakukan ini."


Dan saat itu Denesto sangat terkejut dan matanya membelak tidak percaya apa yang baru saja di lihatnya sekarang. "T-tidak mungkin! Ini tidak mungkin! Seharusnya kau itu sudah tidak ada sekarang!!"


Lalu saat itu nampak Alastor tersenyum licik. Dan pada saat itu Denesto menyadari sesuatu.. "Apa jangan - jangan!"


Benar, apa yang di pikirkan Denesto benar terjadi karena Rantai Neraka itu sekarang sudah berada di bawah kakinya dan itu membuatnya sangat terkejut.


"Rasakan ini."


Dan Rantai - rantai itu mulai mengikat Denesto dengan sangat cepat, sekarang terlihat Denesto sangat panik. "Sial! Sial! Sial! Kenapa Rantai ini juga tidak ikut menghilang! Seharusnya makhluk Atau sesuatu dari Dimensi 3 dan 4 tidak bisa melawan serangan tadi! Kenapa rantai ini dan kau tidak terpengaruh juga!?"


Dan saat mendengar apa yang di katakan Denesto, Alastor hanya tersenyum licik. " Semua realitas 3 dan 4 Dimensi memang tidak bisa menghindari serangan tadi, namun bagaimana jika Realitas di atasnya?"


Mendengar itu, Denesto tidak percaya apa yang di katakan Alastor. "T-tidak mungkin, aku tidak percaya ini! Ras iblis tidak bisa mencapai tingkatan itu! Hukum seluruh alam semesta telah menetapkan itu!" ucap Denesto yang tidak percaya dan terus menyangkalnya.


" Hukum itu seharusnya mutlak! Tidak ada yang bisa melawannya!" lanjutnya dengan nada yang sama. Tapi saat melihat Alastor hanya diam, Denesto menjadi semakin kesal.


Dan Denesto melihat Alastor tersenyum mengejek kepadanya, hal itu membuat gejolak emosinya menjadi tidak terbendung lagi. "BAJINGAAAAAAN! BERANINYA KAU MERENDAHKAN AKU!"


"AKU PASTI AKAN MEMBUNUHMU! AKU PASTI AKAN MEMBUNUHMU SESUAI KEINGINAN RAJA DEWA!"


"AAAAAAAAAAAAAAA!"

__ADS_1


__ADS_2