
...🌞selamat membaca🌞...
Jovan mengangkat Rena kembali ke pangkuan nya sembari mengelus kepalanya dengan lembut, Alex segera menghampiri Jovan
"bos Anda tidak boleh lemah karena hal ini!!! tugas yang anda berikan akan segera datang, bagaimana jika dalang dibalik semua ini mungkin disebabkan oleh beberapa musuh bos, mereka hanya ingin melihat anda hancur bos! apa anda akan membiarkan mereka begitu saja? untuk nona Rena bos harus ikhlaskan dan saya akan siapkan pemakaman untuknya, biarkan dia istirahat bos"
Jovan yang mendengar ucapannya tidak mengatakan apapun ia hanya melihat sekilas kearahnya dan kembali ke arah Rena, kemudian ia berdiri sembari mengangkat tubuh Rena
"pemakaman hah? adikku akan tetap bersama ku!! dia tidak akan pergi kemana-mana!! kamu panggil kan pelayan sekarang juga" Jovan pergi ke kamar Rena dan meninggalkan Alex yang terdiam
'tidak akan membiarkan pergi? apa yang bos akan lakukan?' ucap nya dalam hati tidak mengerti maksud bos nya itu
__ADS_1
para pelayan memandikan Rena dan mengenakan gaun favoritnya yang di rancang khusus oleh ibunya untuk ulang tahun nya yang ke 17 tahun.
"Alex bawa pelayan ini ke ruang bawah tanah aku sudah memberi tahu mereka, apa yang mereka lakukan nanti!" para pelayan hanya terdiam
Alex bingung tapi tetap saja ia melakukan apa yang dikatakan nya dan membawa para pelayan keruang bawah tanah. sesampainya di sana para pelayan mulai bekerja, Alex yang memantau kegiatan tersebut mulai mengerti apa yang ada dipikiran bosnya
setelah satu jam berlalu pekerjaan pelayan tersebut selesai, Jovan segera datang ke ruang bawah tanah ia melihat wajah Rena dan mencium keningnya lalu memasukkan nya ke dalam sebuah kotak kaca, ruang bawah tanah itu pun diubah menjadi ruang es
agar tubuh Rena tidak membusuk, dan ia dapat melihat wajah Rena dan berbicara dengannya kapan dia mau
ruang bawah tanah itu dikunci digital, Jovan pergi meninggalkan ruangan itu dan pergi ke kamarnya.
__ADS_1
hanya Alex lah asisten nya yang dapat mengerti isi hati bosnya dia tahu bahwa hanya Rena yang dimiliki bosnya dan dia tahu betapa pedulinya ia tetapi tidak ia ungkap kan dihadapan Rena ketika ia masih hidup
Jovan berdiri dibawah pancuran air kamar mandi, matanya yang merah, tangis yang ia tahan, hanya ada kemarahan yang ada di pikirannya!!! segera ia selesai mandi dan berpakaian lalu turun menuju ruang kantor
"ini laporan tentang pria yang anda minta!" ucap Alex sembari menyodorkan kertas yang berupa map
mendengar itu matanya menjadi gelap dan menjadi emosi, ia langsung merenggut kertas itu lalu membaca nya. ia melihat isi nya tersebut matanya yang tersulut emosi, mampu mencengkram kuat kertas itu
"aku ingin kedua orang tua nya di masukkan ke dalam ruang hitam secepat nya" perintah nya Dengan marah
Alex mengangguk pamit dan melangkah keluar meninggalkan Jovan sendiri yang masih menggenggam kertas itu
__ADS_1
Jovan yang masih bersandar di kursinya menggertak kan gigi nya dan berkata "Erlad Fauzan aku tidak akan pernah mengampuninya mu
jangan lupa di vote❤️ like nya juga👍