Hillbilly Girl

Hillbilly Girl
makan malam


__ADS_3

tiba di rumah pak Hamzah, aku sedikit gugup dan langsung menyalami tangan pak Hamzah dan menyapa nya dengan senyuman


"malam pak, gimana kabar bapak?"


tanyaku pada pak Hamzah, dia begitu semangat menyambut kami.


"malam nak Hanna, alhamdulillah bapak baik baik saja, mari silahkan masuk"


ajak pak Hamzah ramah, kamipun langsung masuk ke ruang makan, diatas meja sudah dihidangkan berabagai jenis makanan enak yang semuanya hampir tak pernah ku makan, seperti steak, dan jenis makanan lainnya.


"uma, inikan makanan yang ada di tv"


ucap Alvin pada uma, dia begitu terkejut melihatnya, wajar saja orang yang terbilang kurang mampu seperti kami gak pernah merasakan makanan seperti apa yang terhidang dimeja makan.

__ADS_1


"ayo nak silahkan duduk biar kita makan. oh ya tunggu sebentar saya mau memanggil Raka"


ucap pak Hamzah lalu pergi menjemput Raka ke kamarnya, aku sedikit malu karena Raka pasti akan ilfeel melihat keadaan keluargaku. selang sepuluh menit Rakapun turun dari lantai dua menuju dapur dan duduk tanpa sapa sedikitpun.


"Raka, ayo salim dulu pak Diko dan bu Masni"


perintah pak Hamzah pada Raka yang saat itu hendak mengambil nasinya. Rakapun mulai berdiri dan menyalami kedua orangtuaku. aku tak menyangka begitu patuhnya dia kepada ayahnya. dia begitu manis didepan ayahnya.


"oh ya Han, bagaimana sekolah barunya?"


"*baik pak, disekolah sangat menyenangkan"


"kalau ada apa apa di sekolah kamu bisa bilang ke Raka atau minta bantuannya*"

__ADS_1


perkataan pak Hamzah barusan membuat Raka terbatuk batuk dan segera mengambil minum yang berada di depannya. aku tau Raka mungkin tak mengenaliku, tapi dia tau bagaimana aku disekolah itu, Raka hanya terdiam mendengar apa yang barusan ayahnya katakan dia hanya bisa patuh dan menurutinya.


"gak masalah pak, Hanna bisa sendiri kok, lagian kak Raka kan juga fokus sama sekolahnya, Hanna takut merepotkan"


jawaban ku seolah menolak, pak Hamzah hanya tersenyum dan mengangguk, dia mengetahui betul bagaimana tertutupnya Raka, dia hanya ingin Raka bisa bergaul dengan temannya yang lain dengan bantuanku, tapi sayangnya apa yang dilihat pak Hamzah dariku salah, aku memang gadisyang ceria dan mudah dekat dengan siapa saja asalkan dia baik padaku, tapi pak Hamzah tidak tau kalau aku adalah tempat bully bagi mereka yang tinggi derajatnya di atasku.


Raka kembali memakan makanannya dan menghabiskannya, sementara dua adik kembarku begitu lahapnya memakan makanan yang berada di atas meja, Raka menatap kedua adikku dengan penuh ke disgustingan di wajahnya.


tak terasa hari mulai gelap dan jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, kamipun berpamitan pada pak Hamzah dan keluarganya


"terimakasih banyak pak, atas undangan makan malamnya, kami sekeluarga senang"


ucap ayah pada pak Hamzah sambil terus menyalami tangannya.

__ADS_1


"gak masalah Diko, lain kali kita makan malam lagi ya"


jawab pak Hamzah ramah. kamipun berpamitan pada pak hamzah, Raka yang hanya diam saja tiba tiba kembali menyalami kedua orangtuaku, aku sedikit heran melihatnya ternyata dia anak yang baik cuma agak introvent saja, aku menatapinya begitu lama hingga uma menepuk pundakku dan kamipun pulang.


__ADS_2