
sudah hampir sebulan aku bersekolah disini, seperti biasa selalu ada orang yang jahat datang membully ku, aku berusaha melawan mereka yang mengejekku tapi apalah daya, aku hanya di anggap sebelah mata. Gina menghampiriku dan melemperkan sebuah buku tulisnya padaku aku langsung kaget
"hrii hillbilly, lo lihatkan apa yang ada di papan tulis? dan sekarang lo harus pindahin semua ke buku gue"
ucap Gina kasar dan membuatku tak tahan, aku berdiri dan melemparkan balik bukunya hingga tak sengaja mengenai genangan air yang tumpah. semua orang menatapku.
"heh lo gak tau diri banget ya? lo tau buku gue itu lebih suci dari lo, jadi lo gak berhak ya lempar itu"
bentaknya kadar dan mendrongku kuat hingga terjatuh, anak anak menertawakan ku aku mencoba melawannya, aku baru saja memegang pundaknya bu Ratna tiba tiba datang
"heiii ada apa ini ribut ribut?"
tanya bu Ratna heran melihatku masih memegang pundak Gina. dan perlahan aku melepasnya
__ADS_1
"ibu lihat sendirikan, Hanna mencoba mendorongku bu, padahal dia yang lempar buku ku sampai basah kena genangan air"
ucap Gina sambil menangis seolah aku yang salah, padahal lenganku sudah lebam akibat benturan ke meja karna Gina mendorongku aku tidak bisa berkata apa apa, seandainya aku jujur pasti bu Ratna tidak mempercayaiku karna bukti yang dilihatnya jelas aku bersalah, sementara teman teman yang menyaksikan kejadiannya pasti akan membela Gina. karna mereka akan dapat sogokan atau nggak dikeluarkan karna orangtua Gina merupakan salah satu donatur untuk sekolah ini.
"Hanna, ayo ke ruangan ibu"
akupun mengangguk dan menuju ruang bu Ratna, seperti biasa akupun dihukum berjemur di lapangan selama dua jam pelajaran penuh.
"kamu tidak boleh duduk tanpa izin saya"
"taaakkkkk"
suara lemparan bola mengenai betisku rasanya sakit dan membuatku terjatuh, itu bukan hal yang tak di sengaja, Bima yang melempar bola tersebut sehingga membuatku jatuh, dia teman sekelas Raka entah kenapa dia membenciku
__ADS_1
"Hanna dududk bu, dia mencoba melawan apa yang ibu perintahkan"
ucap Bima berbohong dan mencoba menyudutkan ku, aku merasakan sakit yang amat parah aku langsung berdiri mengambil bola dan melemparkannya ke arah Bima, tapi Bima mengelak dan bola itu mengenai wajah Raka, hingga hidung Raka berdarah. anak anak yang menyaksikan kejadian itu sontak teriak apalagi cewe cewe fans Raka. Gina dan temannya yang lain datang menghampiriku dan menjambak rambutku, sementara Raka segera dibawa ke uks. mereka sangat kasar kepadaku
"*dasar cewe gak tau diri, udah udik, nyebelin lagi"
"iya memang gak tau malu,"
"hillbilly, gila, nora*"
ucapan ucapan mereka membuatku menangis sejadi jadinya, apa salahku? kenapa aku selalu menjadi masalah bagi mereka? padahal aku titak pernah mengasari mereka, apa aku tidak pantas untuk senang? satu persatu mereka melempadku dengan gumpalan kertas ada yang melemparku dengan bekas botol mereka tidak punya hati, hingga Indah menarik tangan ku dan membawaku ke tempat sepi, dia membersihkan luka ku dan mengompresnya.
"sabar ya Han, mereka memang gitu, aku gak bisa bantuin kamu sepenuhnya, tapi kamu berusaha ya agar tidak jadi bullyan mereka"
__ADS_1
ucap Indah lembut, aku semakin sadar bahwa aku harus kuat dan tetap semangat.