Homogen

Homogen
Bima, si buaya baru


__ADS_3

Gue gak tau kenapa kelas ini tiba tiba muncul anak baru, katanya dia pindahan dari SMK negeri.


Kayanya dia bakal jadi kaya Sandy deh, bahkan kayanya lebih parah. Sandy yang pindahan dari pesantren aja kaya gitu. Apalagi dia, pindahan dari SMK negeri.


Dari penampilannya aja bisa diliat, kaya orang gak mau hidup. Ya, dari tampangnya bisa membuat cewek di sekolah ini klepek klepek.


Namanya Bima, anak baru yang udah menjadi pusat perhatian di hari pertama dia datang kesekolah ini. Banyak siswi siswi yang menyayangkan Bima tidak masuk kelas mereka.


Punya bentuk tubuh yang Atletis, pernah mengikuti olimpiade Kimia, dan mempunyai KKM(kualitas keindahan manusia) di atas rata rata. Siapa coba cewek yang gak suka sama dia? Cuma cewek yang gak normal yang gak tertarik sama dia.


Contohnya gue, Gak tau kenapa gue ngerasa gak asing sama wajah dan suaranya Bima. Semoga aja dia bukan Bima musuh bebuyutan gue. Kenapa gue bisa berfikir kaya gitu?


Jadi ceritanya, gue dulu sering ikut ikutan grup anime yang ada di sosial media. Dan, dari sekian banyaknya grup yang gue ikutin gue ketemu Bima di salah satu grup. Sekarang gue gak terlalu aktif lagi, dan gue juga udah lama out dari grup grup kaya gitu.


Sekitar beberapa bulan yang lalu gue di undang lagi buat join ke dalam grup gak jelas. Isinya sih para Otaku, tapi gak pernah ngebahas Anime. Dan gue ketemu lagi sama Bima di grup itu. Dan dia bilang kalo dia pindah sekolah karena Ayahnya pindah Dinas.


Kalo dia bener Bima yang gue maksud, gawat ini. Nanti bisa rahasia besar yang gue tutupin dari temen temen gue kebongkar semua.


Gue makin yakin kalo dia Bima yang gue maksud, soalnya tadi dia sempet lihat gue dengan pandangan gak suka. Tapi, dia sadar gak ya kalo gue itu temen satu grupnya? Mudah mudahan sih engga. Tapi, mudah mudahan aja dia bukan Bima yang ada di fikiran gue.


Setelah memperkenalkan dirinya dia langsung ambil bangku dan duduk di belakang gue. Karena kebetulan gue duduk di pinggir dan di belakang gue itu kosong.


Gue makin yakin kalo dia bener bener Bima yang gue maksud! "Gak nyangka gue ketemu lo disini!" Ucapnya pelan tepat dibelakang telinga gue.


Oke fix, Dia musuh bebuyutan gue! Walaupun gue baru pertama kali liat wujudnya secara langsung. Tapi gue udah kenal lama sama dia, sekitar lima tahun lebihan lah. Gue pura pura gak tahu aja deh.


Ya kita semuapun kembali melanjutkan pelajaran yang tertunda karena kedatangan Bima. Waktu terus berlanjut sampai pada akhirnya bel istirahatpun berbunyi.


"Bim, mau ikut ke kantin gak?" Ajak Reihan.


Bimapun bangkit dan pergi bersama para anak cowok menuju kantin.


"Lit, tumben lo dari tadi diem bae!kenapa lo? Kesurupan?sakit?" Tanya Tita sambil memegang jidat gue.

__ADS_1


"Gak ah, lo gak panas. Kesurupan lo ya?perlu di rukyah!" Sambung Tita.


"Kenapa?Siapa yang perlu di rukyah?" Sahut Megan sambil mendekat kearah gue.


"Ini meg, si Lit."


Dia memegang jidat gue. "Saha? Saha Aing?Saha?!" Tanyanya.


"Maneh maung," jawab gue asal.


"Kantin yuk, laper gue."


"Mager ah," jawab Tita.


"Mao susu gue Tita," sambung gue sambil mengoyang goyangkan badannya Tita.


"Lo mau susu gue? Mau yang kanan apa kiri?" Tanyanya.


Baru saja gue mau berdiri dan pergi kekantin, bel masuk sesi kedua berbunyi. Kayanya gue gak di ridhoin buat kekantin.


"Hahaha, ntar aja istirahat kedua sekalian anterin gue beli makan nanti."


Kelas yang tadinya lumayan sepipun sekarang menjadi ramai karena bel masuk sudah berbunyi dari dua menit yang lalu.


"Hemmm, sekarang pelajarannya apa ya?" Tanya Bima yang ntah kesiapa.


"Matematika," jawab Tita.


"Makasih, nama lo siapa?" Tanya Bima.


"Titanium, gak usah aneh emang nama gue aneh."


Tidak lama dari situ Bu Santi masuk kedalam kelas "Buka buku paketnya halaman 109." Tiba tiba Bima menepuk pundak gue. Gue pun membalikan badan gue.

__ADS_1


"Apa?" Tanya gue.


"Gue gak punya Buku paket, Hilwa juga gak bawa." Dia menunjuk Hilwa yang sudah mendekat kearah Terra.


Dengan amat terpaksa, gue relain kali ini Bima duduk disamping gue.


"Oh iya, Bima kamu belum dapat buku paket ya?" Tanya Bu Santi.


"Iya bu, saya barengan dulu aja sama Larissa."


Bu Santipun kembali menjelaskan Materi.


"Eh Lar, kata Farhan lo punya kontak adek kelas yang namanya Yuli ya?" Tanyanya pelan.


"Yuli mana?" Sahut gue meladeni.


"Katanya Farhan sih anak ekskul penelitian."


"Buat apa?"


"Mau gua gebet, cakep habisnya."


Gila nih anak, baru masuk juga udah main gebet anak orang.


"Gak, minta sendiri sana."


"Ketua ekskul penelitian siapa dah?" Tanya cowok itu.


"Keyla."


"Minta nomornya dong."


Gila nih anak, baru masuk aja udah mintain nomor siapa bae. Gue gak ngejawab perkataannya Bima. Karena, kalo di jawab dia pasti bakal ngelantur kemana aja.

__ADS_1


__ADS_2