Homogen

Homogen
Lomba?


__ADS_3

"Maksud lo apa Key?!"


Gue menatap Keyla dingin, bisa bisanya dia daftarin gue ikut LKTI  tanpa sepengetahuan gue. Dan dia malah memasang tampang tidak berdosa.


"Lombanya cuma dua hari kok," kata Keyla tenang. "Lagian lo suka kan?"


"Iya lombanya dua hari, tapi buatnya berminggu minggu. Dan, gue cuma suka bikinnya, gak suka lombanya! Dan kenapa harus satu tim sama Bima sih? Makin ogah lomba gue." Yang gue permasalahin ini sih bukan lombanya, gue sih mau mau aja ikut lomba. Tapi kenapa harus satu tim sama Bima sih?


"Ya lo kan Ketua divisi KTI masa lo gak ikut lomba ini sih?!" Ucap Keyla yang dari tadi sedang membujuk gue supaya gue mau satu tim dengan Bima.


"Ya tapikan gak sama Bima juga Key!"


"Ya, gimana? Gak bisa di ubah Bu Nisa udah setuju, proposalnya juga udah gue naikin."


"Ya ampun, ya udah lah. Satu orangnya lagi siapa?" Tanya gue yang pasrah. Ya, mau gimana lagi? Pembina udah setuju, proposal sudah naik pula.  Mau gak mau harus terima.


"Sama Iyo."


"Satrio anak kelas sebelas itu?" Tanya gue memastikan. "Heeh."


Aduh, Keyla. Tahu gue orangnya labil, disatuin sama Satrio yang gak punya pendirian. Gimana nanti jadinya?


"Oh iya, nanti pulang sekolah ngumpul sama Bu Nisa buat ngomongin tema sama judul KTInya." Keyla pergi begitu saja menuju kelas tetangga untuk memberi tahu siapa saja yang ikut lomba disana.


Padahal ini masih pagi, Keyla udah buat mood gue rusak aja.


-Homogen-


Author PoV


*aku ambil alih dulu ya Larissa :)*

__ADS_1


Larissa berlari kecil dari ujung koridor sekolah ini. Garis wajahnya cerah, dengan tubuh mungilnya dia terus berlari menuju ke ruangan ekskul penelitian.


"Maaf Bu, saya telat. Tadi saya habis di panggil sama pak Hitwan," jelas Larissa kepada seorang wanita cantik yang tak lain adalah pembina mereka, Bu Nisa.


"Iya gak apa apa, ayo duduk disamping tim kamu."


Larissapun duduk disamping Bima, karena Bima berada di tengah Larissa dan Satrio. "Najis bau, abis boker lu ya?" Tanya Bima dengan muka datarnya itu.


"Kaga."


"Bau *****."


"Mulut lu kedeketan kali sama hidung," jawab Larissa cuek.


Yang lainnya hanya terdiam melihat perdebatan mereka berdua. "Udah berantemnya?" Tanya Bu Nisa.


Tidak ada balasan dari Larissa dan Bima. Mereka berdua sama sama membuang muka.


"Ya udah, kalian pilih mau pake tema apa. Dan fikirin mau buat apa," jelas Bu Nisa sambil memberikan sebuah jurnal teknis pelaksanaan lomba karya tulis ilmiah.


"Kita ambil yang kedua bu, energi yang terbarukan." Tanpa persetujuan Satrio maupun Larissa, Bima langsung saja memutuskan tema yang akan mereka ambil.


"Loh Bim?" Tanya Larissa heran, karena dia langsung mengambil keputusan.


"Oke," balas Bu Nisa.


"Kelompok saya juga deh Bu," sahut Ratu. "Kalo untuk judul mungkin nanti saya bicarakan lagi sama kelompok saya."


"Oke."


"Kelompok Larissa gimana?" Tanya Bu Nisa.

__ADS_1


Baru saja Bima ingin membuka mulutnya untuk berbicara, Larissa langsung menutupnya dengan tangannya. "Saya juga mau bicarakan lagi dengan kelompok saya dulu bu," ucap Larissa.


"Nanti perwakilan dari kelompok kalian chat saya saja, saya pergi dulu ya. Jangan pulang malam malam!" Ucap Bu Nisa yang langsung meninggalkan kami yang masih didalam ruangan itu.


"Tangan lo bau!" Ucap Bima, sang korban yang sekapannya Larissa.


"Heh? Iya kah? Tadi gua abis ngupil." Larissa yang melihat reaksi jijik Bima pun akhirnya tertawa terbahak bahak.


"Jorok banget sih, cewek juga."


"Ohh gue cewek ya?"


"Aneh."


Setelah mengatakan itu Bima langsung melangkah keluar ruangan yang di ikuti Larissa di belakangnya.


"Bim....Bimm.... gujes, gujes." Larissa terus saja mengucapkan kalimat kalimat itu dengan nada suara kereta api sepanjang koridor ini.


Memang benar, rumor tentang keanehan Larissa yang telah menyebar di SMK BaKe ini ternyata benar. Ntah apa yang ada dipikirannya itu, semua hal yang ia lakukan itu bisa terbilang aneh.


"Tut...tut... Bego! Bim... Bim... mah Mobil gila."


"Suka suka gue dong, mulut siapa?"


Dimata Bima, Larissa bukan hanya aneh. Tetapi dia juga menyebalkan, Bawel, keras kepala, dan dia juga bisa membuat Bima nyaman akan kehadirannya. Walaupun mereka sering berdebat tidak jelas.


"Pulang bareng Yuli lu, Bim?" Tanya Larissa saat sampai dikelas mereka.


"Gak, gue suruh dia pulang duluan. Lo gak pulang bareng Nakula?" Tanya Bima Balik.


"Engga, katanya dia mau ada kerja kelompok."

__ADS_1


"Ya udah gue duluan," ucap Bima pamit saat dia sudah selesai membereskan barang barangnya.


"Iya, hati hati Bim."


__ADS_2