
Sementara di tempat lain, sepasang mata masih menatap tajam dengan geraman tertahan.
Melihat wanita yang dicintai nya memeluk pria lain. Tidak, peduli siapa pria itu, pokoknya tidak ada yang boleh memeluk istrinya selain dirinya.
Apalagi pria yang berkedok atas nama pertemanan itu mengakui mencintai istrinya.
Huh, menjengkelkan.
Matanya memicing menatap mobil yang membawa istrinya. Dilihat nya lagi didalam seperti nya tidak ada adiknya didalam sana.
Dimobil.
Tuan Dirga Dengan tergesa-gesa menapakkan kaki nya dari mobil untuk menyampirin oknum didalam sana.yang disusul oleh sekertaris hen.
Vanya terbelak menatap siapa gerangan orang yang sudah mengetuk kaca mobil nya. Sekertaris hen!!kalau sekertaris hen ada berarti kakak juga ada dong.
Aduh, Vanya menatap handphone ditangan nya gimana dong?
emm.. Sebaiknya aku pura-pura bersandiwara saja. Dengan segera memasang kan headset ditelinga nya pura-pura tuli. Kaca mobilnya tidak transparan, jadi dia gampang melancarkan aksinya.
Dengan segera memutar musik dihandphone. Kemudian keluar mobil dengan pura-pura fokus ke handphone. Kemudian berteriak. “Kakak ipar, kakak ipar. “berteriak dengan melambi kan tangannya dengan tidak tahu malu. Ekor Matanya dapat melihat kedua pria itu berlari menyembunyikan diri mereka.
Hehehe,, tentu saja kakaknya akan malu jika ketahuan mengutit istrinya.
__ADS_1
*****
Shitt,,,, tuan Dirga mengeran kesal.
Berani nya!!!!.
Sementara sekertaris hen menatap tuannya geli. Bagaimana bisa dirinya diajak untuk lari karena takut ketahuan mengintip istri tuan nya sendiri.
Tetapi tidak takut berhadapan bdengan senjata dan manusia licik didunia pekerjaan.
“Kau tutup mulut mu, jika kau masih ingin mulut mu utuh. “seru tuan Dirga menatap tajam kearah sekertaris hen.
Huh, memalukan sekali. Bagaimana dirinya bisa lari. Hanya karena takut ketahuan mengikuti istrinya. Padahal yang salahkan memang istrinya karena keluar tanpa meminta ijin.
Tuan Dirga menyandarkan punggung nya pela disandaran mobil Memijit kening nya,Pusing!!
“kita pulang. “perintah nya dingin kepada sekertaris hen.
Sementara sekertaris hen hanya menangguk kan Kepala nya dan segera mengetik sesuatu dihandphone nya memberi perintah untuk tetap mengawasi kedua perempuan itu.
*****
“kakak ipar kalau kak Dirga marah gimana dong? Vanya bertanya cemas.
__ADS_1
Derta menghela nafas nya pelan dan memberi tahu kan rencana nya, dan hasil pembicaraan nya dengan kedua sahabat nya tadi.
Dirinya juga takut.
Kalau sikapnya seperti yang dulu pasti dia akan menyakiti ku secara fisik.
Memang akan seperti itu hukuman yang akan diberikan kepadamu.
Memang apa yang kau pikir kan? Berharap dia bersikap lembut? Huh, mimpi sana.
“Don’t worry, nanti aku yang akan melindungi mu. Lagi pula aku tidak melakukan apa-apa, bukan? “ujar derta mencoba menenangkan hati adik iparnya.
“Emm,, bagaimana kalau kita bersenang-senang dan membeli hadiah agar dia tidak marah, hahah. “derta berseru dengan semangat dan menatap dengan berbinar jalanan didepan nya.
Memang kakak pikir kak Dirga anak kecil, huh. Vanya hanya sabar sembari menggeleng kan kepala nya dan terkekeh geli.
“ahhh,, aku ingin sekali makan sesuatu yang asam pedas gitu. “derta menoleh kearah adik iparnya dengan mata berbinar membayangkan apa yang akan dibuat nya nanti.
“baiklah,, emm kakak ipar nanti aku ingin ke apotek ya. “Vanya memberitahu tanpa membuat kakak iparnya curiga rencana apa yang diperbuatnya.
Derta menangguk kan kepala menyetujui ucapan adik iparnya, tanpa curiga dan tanpa ada rasa ingin bertanya? Memang siapa yang sakit? Pertanyaan itu tidak terlintas sedikit pun dipikirannya.
🌸🌸🌸🌸
__ADS_1
happy Reading,, jangan lupa vote dan likenya ya teman-teman.