
"Berikan alasan untuk ku tidak marah. “ucap Dirga dingin berusaha untuk menyelesaikan permasalahan sekarang ini dengan kepala dingin.
“a-aku hanya ingin merayakan ulang tahun sahabat ku, tidak lebih. “srupp....... Derta berhenti sejenak menarik kembali masuk ingus nya yang seakan mengalir dengan lancar.
Tuan Dirga dengan cekatan menarik beberapa lembar tisu disamping nya.
Dan mengarahkan kehidung istrinya yang sudah memerah karena menangis. “keluar kan. “perintah nya datar.
sementara Derta dengan patuh mengeluarkan cairan dari hidung nya kearah tisu yang dipegang suaminya dengan susah payah.
Tuan Dirga tersenyum samar melihat tingkah mengemaskan istrinya membuat nya mengecup lembut kening yang dihalangi beberapa helai rambut di wajah istrinya.
Derta terpaku merasakan sesuatu yang lembut mengecup keningnya lembut. Membuat hati nya menghangat.
“Lanjutkan.”Dirga kembali memberi perintah dengan suara dingin nya lagi.
Derta menangguk kan kepala nya.
“Dan mereka meminta ku untuk menghadiri pesta pernikahan..”tidak, memang siapa yang mengijinkan mu. “ucap Dirga memotong pembicaraan istrinya dengan kesal. Derta mendongak kan tatapan menatap wajah suaminya dari bawah dan masih setia dengan pelukan nya. Sendu.
__ADS_1
“Dengan masalah apa yang kau lakukan sekarang, memang kau pikir aku akan mengijinkan mu keluar, huh itu tidak akan terjadi. “
“Huwaaaa..... Derta menjerit dengan tangisan yang keras. Sembari berusaha melepaskan pelukan nya. Yang justru suaminya yang memeluk nya erat.dirga tanpa mempedulikan tangisan istrinya yang tersedu-sedu.
“Kau jangan membuat ku semakin marah!!“Dirga berseru keras sembari menatap tajam istrinya. Membuat perlawanan derta berhenti memberontak ingin melepaskan pelukan nya. Hanya air mata yang masih setia mengalir dari kedua sudut matanya.
Dirga menatap dengan emosi kentara dikedua bola matanya.
“Apa kau yang akan menikah, huh? Sehingga kau harus pergi? “Tuan Dirga menguncang tubuh istrinya. Tanpa mempedulikan kerutan kesakitan istrinya. Dan menatap tajam.
“Jangan lupa kau wanita bersuami. “ujar tuan Dirga datar.
“Apa aku salah, aku hanya ingin menghadiri pesta pernikahan kedua sahabat ku, pasangan yang menikah itu sahabat ku. Dua-duanya yang menikah itu sahabat ku. Bagaimana mungkin aku tidak menghadiri hari bahagia mereka. Hiks, kau tau betapa berartinya mereka buat ku setelah ayah, bunda. “derta berucap sendu.berhenti sejenak menghapuskan air mata yang mengalir dikedua bola mata nya. Menangkup wajahnya dengan kedua telapak tangan nya yang mungil.
Tuan Dirga hanya menatap dengan diam, hati nya seolah memerintah nya untuk diam dan mendengarkan.
“mereka sangat berarti untuk ku sebelum kau hadir dikehidupan ku, bahkan mereka masih mau berteman dengan gadis miskin yang ditinggal mati kedua orang tuanya.karena aku masih punya mereka untuk alasan ku hidup. “
“dan beberapa hari yang lalu aku pikir aku mempunyai alasan yang banyak untuk bertahan, aku punya suami yang sudah mengakui mencintai ku, aku punya adik ipar yang baik, aku masih punya sahabat dan aku masih punya banyak orang yang menyayangi ku.aku bahagia punya suami,punya adik ipar punya sahabat.“derta mengangkat tangan yang menutupi wajahnya kembali menatap wajah suaminya dengan raut yang tidak bisa diartikan oleh dirinya.
__ADS_1
“dan aku pikir suami ku, sekarang seperti nya berniat menghancurkan apa yang aku punya. “
Tuan Dirga hanya mendelik mendengar ucapan sendu istrinya nya. Ucapan polos istrinya seperti mencubit hati nya.
“Aku juga lelah.aku hanya ingin memperbaiki hubungan ku dengan sahabat ku, begitu juga dengan kau sebagai suamiku. “derta menunjuk lemah dada suaminya.
“Aku juga ingin dimengerti. “ucap derta lemah, dirinya terlalu lama menangis. Memilih melepaskan diri dari pelukan suaminya dan anehnya,suaminya tidak menolak dirinya melepas kan diri.derta memilih berbaring diatas kasur king size milik mereka. Semua nya terlalu melelahkan.
Tuan Dirga terduduk melongo, merasakan rasa bersalah menghantam setiap sudut raga nya. Memutar pandangan menatap istrinya yang terbaring menelungkup tubuh nya. Berapa banyak luka yang kutorehkan dihatinya? Pikir nya kalut.
“Maaf kan aku. “tuan Dirga berucap lirih sembari ikut membaringkan diri didekat istrinya memeluk tubuh yang bergetar.dirga memeluk erat dengan setiap rasa bersalah nya.
Mengecup pelan kening istrinya. Begitu juga dengan mata istrinya yang tertutup. Mata itu bengkak dengan tangisan yang disebabkan oleh keegoisan dirinya.
Tidak ada perlawanan yang diberikan istrinya nya membuat rasa bersalah semakin terbuka lebar disetiap rongga tubuh nya. Membalikkan tubuh itu menghadap ke arah nya. Kembali mengecup mata yang terpejam milik istrinya yang masih basah oleh air mata begitu juga dengan hidung yang masih memerah.
Mengarahkan tangan memeluk erat tubuh istrinya, menggelam kan tubuh mungil istrinya kedalam dekapan hangat nya.
Tidak ada perlawanan.
__ADS_1
🌸🌸🌸🌸🌸