Household

Household
Pregnant


__ADS_3

Dirga menatap datar istrinya yang menatap kagum pengantin didepannya. Sembari menghela nafas pelan. Melingkarkan tangan diperut sang istri dengan posesif.


“Kau tidak ingin mengucapkan selamat? “


Ujar Dirga sembari menatap sang istri yang masih menatap pengantin dengan pandangan berbinar.


“Tentu saja, kau pikir kenapa aku kesini, memang kau tidak melihat antrian masih panjang”


Derta menunjuk dengan jarinya memberitahu bahwa masih banyak antrian yanga belum memberi ucapan selamat.


Dirga menghela nafas pelan, dia kan hanya bertanya saja. Dan mengapa istrinya ngegas sekali menjawab nya. Dan tentu saja dirinya tau kalau antrian masih panjang.


Kembali menatap sang istri yang masih mengunyah makanan dengan lancar dan mata berbinar. Membuat nya terkekeh pelan.dan mencubit pelan pipi cubi sang istri tanpa mempedulikan rengekan istrinya yang tidak mau diganggu.


“Mau rendang sapi nya lagi”derta mengadah dan merengek menatap suaminya yang sedang berdiri dibelakang kursinya.


“Minta dengan sekertaris han saja”Dirga menunjukkan tempat sekertaris han duduk kepada istrinya.


Derta menatap sendu sekertaris han yang sedang duduk dikursi bersebelahan dengan adik iparnya . Dan beberapa jauh didepan kursi mereka sekarang.


“Aku mau kamu yang ambilkan “


ujar derta pelan sembari menuduk dan memilin tangan nya diatas pahanya. Tentu saja dirinya takut suaminya marah. Dirinya jugak tidak tau mengapa diri ya menginginkan hal itu. Hormon sialan.


“Merepotkan “desis an tajam suara suaminya disamping telinga nya membuat menahan napas dengan dada yang sesak.


Iya dirinya memang selalu merepotkan. Salahkan hormon sialan di tubuh nya.


Tanpa mendengar umpatan yang mungkin keluar lagi dari mulut suami, membuat derta tidak mempedulikan suaminya. Dengan berdiri dan menerobos antrian didepan sekertaris han. Membuat sekertaris han mengumpat didalam hati.


Entah kesalahan apa yang diperbuat nya dimasa lalu Hingga kehidupan nyata dikelilingi oleh manusia yang, ah susah untuk dijelaskan.


Sementara Dirga menatap dengan tajam sang istri yang harus berdesak-desakan untuk memberi ucapan selamat. Salahkan saja mulut nya yang susah untuk dikontrol. Sehingga membuat istrinya merajuk.


Oh ayolah, dirinya tidak ada harga diri kalau menurut permintaan bsang istri.


Mengapa harus susah payah mengambil sendiri kalau ada yang bisa disuruh, huh.


Menghela nafas kasar, setelah dirinya juga memberi ucapan selamat kepada sahabat istrinya tanpa mempedulikan pertanyaan pengantin pria yang menanyakan mengapa dia tidak bersama -sama istrinya.


Oh tentu saja dia tidak menjawab dengan mengatakan sang istri merajuk karena permintaan nya tidak dituruti, hanya karena sebuah rendang sapi.


Tanpa menjawab pertanyaan pengantin pria itu, dirinya segera menyusul sang istri yang sedang asik menyantap makanan nya penuh di piring nya.


Tanpa mempedulikan ratusan pasang mata yang menatap nya berjalan tergesa-gesa menuju ke tempat sang istri.


“Sayang”ujarnya setelah diduduk di samping sang istri.


Sementara derta hanya menatap datar sang suami sembari mengunyah kembali makanan nya.


Bodo Amat,itulah

__ADS_1


yang dipikirkan nya sekarang.


meletakkan kembali makanan , mendadak dirinya merasa mual.


"mau kemana?


Dirga menahan pergelangan tangan sang istri yang hendak berdiri.


derta menghela nafas pelan " cuma ke toilet bentar, kamu gak mungkin mau ikut kan? "


derta kembali menatap datar suami nya, sembari melepas kan tangan sang suami dan berjalan pelan menuju toilet. derta merasa tidak nyaman di perutnya.


***


Dirga hanya menatap datar para kolega kolega bisnis yang sedang berbicara didepannya.


setelah berkali-kali mengarah kan pandangan ke arah toilet. sudah 25 menit berlalu istrinya masih belum muncul, membuat nya sedikit khawatir.


"Mohon maaf Pak Dirga, apakah kami bisa bertemu dengan istri anda? "


salah satu rekannya bertanya dengan sopan.


sementara Dirga menatap dengan datar pria yang berumur sekitar 30 an menurut prediksinya.


dasar penjilar, cihhh.


"Apa urusan anda dengan istri saya? " ujar Dirga dingin.


jawabnya gugup.


mengapa Dirga ketus sekali pikir mereka dan sangat posesif.


"Tentu saja"


ujar Dirga ngegas, sembari kembali mengarahkan pandangan nya kearah toilet.


mengapa istrinya ke toilet selama itu? itulah yang dipertanyakan sekarang.


merasa ada yang ganjal, Dirga meminta ijin untuk bkeng toilet menyusul sang istri.


***


Derta POV


Derta memijit pelan perut nya terasa keram, dengan satu tangannya memegang erat westafel didepanny.


suasana yang sepi membuat semakin merinding.


huh,, mengusap pelan keningnya yang berkeringat. sakit sekali perutnya.


padahal dia hanya memakan rendang saja,mengapa perut nya cerewet sekali.

__ADS_1


"Sayang,, " suara dibelakang nya membuat air mata Derta tanpa diminta keluar dengan sendirinya.


dengan langkah tergesa-gesa Dirga mendekati sang istri. dengan wajah khawatir mendekap tubuh istrinya setelah berada di jangkauan nya.


"what happened dear? someone hurt you?"


"No.. " Derta menjawab dengan serak tidak lupa dengan tangisan yang semakin keras, mengapa dirinya sensitif sekali?huh.


derta kembali mendekap erat sang suami,masih dengan air mata yang mengalir deras.


Dirga sedikit Melonggarkan pelukan nya dan menangkup wajah mungil istri nya dan memberi kecupan lembut di kening dan tidak lupa dibibir sangat istri yang merupakan bagian favoritnya juga.


"Mana yang sakit, hemm? "


"perut, hiks perut aku sakit banget, hiks" Derta menghentak kan pelan kakinya. dan kembali memeluk erat suaminya.


"kerumah sakit " ujar Dirga final dan mengendong istrinya ala bridal style tanpa mempedulikan protes dari istrinya.


"Gamau, hiks, bau rumah sakit jelek,"Derta memberontak dipelukan suaminya.


***


Rumah sakit Pov


Dokter memeriksa dengan tenang pasien yang masih sesegukan diranjang pasien di depannya.


yang dia ketahui bahwa wanita yang sedang diperiksa nya adalah wanita yang spesial buat pria pemilik rumah sakit tempat dia kerja sekarang.


" Dia baik -baik saja kan? "Dirga bertanya dengan khawatir kepada dokter di depan nya sekarang. mengapa dokter nya tersenyum anehh sekali pikir nya.


" Sebaik anda membawa istri anda untuk diperiksa lebih lanjut ke dokter kandungan tuan, seperti nya istri anda mengalami gejala kehamilan "ujar dokter wanita itu dengan senyum.


" What,, Dirga berucap dengan pelan dan menatap sang istri yang juga melihat ke arah nya dan masih ddiselingi dengan isakan kecil dengan hidung memerah.


"Enggak mau"


Derta menggeleng pelan kepala nya. kembali lagi Dibanjiri dengan air mata. dirinya takut dengan reaksi suaminya. sungguh dirinya tidak tau reaksi suaminya sekarang senang atau malahan benci.


karena dirinya tidak paham, sikap terkejut suaminya sekarang .


terkejut karena dirinya sebentar lagi menjadi orang tua dan menerima bayinya atau terkejut


tidak percaya bayi itu ada dan akan merusak reputasi suaminya.


dirinya takut suaminya tidak menerima bayi yang ada diperut nya.


***


heumm,, ternyata lama banget aing hiatus, emm 1 tahun lebih kalik😂 keasikan menjadi readers di apk sebelah.


sebenarnya udah lupa banget saama alur cerita nya.kaalau gak nyambung gapapa kan. kayak punya dosa banget punya karya yang enggak diselesaikan 😂

__ADS_1


selama itu ya🙂sekarang aing aja udah jadi anak kuliahan 🙂senang banget waktu ikut organisasi dikampus ketemu sama kating yang sef frekuensi dong.dan dia penulis disini jugak🙂senang benget.


__ADS_2