
Sayup-sayup terdengar suara azan subuh berkumandang aku ingin segera bangun dari tempat tidur tetapi merasakan ada tangan yang melingkar di perut ku, aku baru ingat bahwa semalam aku baru saja menjalankan ibadah suami istri, ku singkirkan tangan mas Rama dari perut ku secara perlahan, lalu aku turun pelan-pelan karena tidak ingin membangunkan mas Rama, setelah itu aku membersihkan diri, selesai membersihkan diri aku membangunkan mas Rama untuk mandi dan solat.
"Mas bangun yu, udah subuh kita solat bareng kamu mandi dulu "
"Hmm kalau kamu mau solat, solat aja aku masih ngantuk mau tidur badan aku Capek"
"Ta-tapi Mas"
"Ngga usah tapi-tapian, udah sana solat kalau mau solat, aku mau tidur lagi"
Betapa kagetnya aku melihat perilaku mas Rama, yang membuat tak percaya mas Rama enggan menjalankan ibadah kepada Allah. Dengan berat hati aku tinggal mas Rama yang tertidur dan aku kembali menjalankan niat ku untuk solat dan membereskan pekerjaan rumah lalu menyiapkan sarapan, setelah semuanya selesai aku berbegas membangunkan mas Rama.
"Mas bangun yu sudah pagi,aku udah bikin sarapan. Kita sarapan sama-sama"
"Iya sebentar aku mau ke kamar mandi dulu"
"Yaudah aku tungguin ya mas, sekalian aku siapkan baju untuk kamu"
Mas Rama tidak hanya menganggukan kepala lalu berjalan ke kamar mandi, aku yang melihat itu segera menyiapkan pakaian mas Rama,
"Ini pakaiannya mas sudah aku siapkan,"
"Iya makasih ya"
"Ayo Ra kita sarapan dulu" ajak mas Rama kepada ku, aku hanya menganggukan kepala untuk membalas ajakannya.
Setelah sampai hampir sampai di meja aku kaget melihat meja makan sudah penuh tinggal dua kursi yang tersisa mungkin untuk ku dan mas Rama.
" Lho Rama kamu ko baru bangun" kata ibu mertuaku. Lalu melihat ku dengan memicingkan matanya.
"Kamu juga Naura dari tadi ngapain aja di kamar terus? Hah!?" Dengan dana sedikit di naikan.
Aku sedikit terkejut dengan pertanyaan,
"padahal aku sudah bangun dari gelap gulita dan membereskan rumah ini sebelum bangun" dalam hati ku bicara.
"Naura bangun mas Rama Bu, sekalian nyiapin baju mas Rama"
" Udah lah Bu berisik bangat pagi-pagi aku sama Naura mau sarapan ibu diem".
Aku terbelalak melihat meja karena sarapan yang ku siapkan sisa sedikit.
"Bagaimana kalau kurang? Yallah tega sekali keluarga ini kepada ku" dalam hati sambil menahan air mata.
Lalu aku melayani mas Rama mengisi piring tersebut dengan nasi goreng yang ku buat.
"Lho ko tinggal sedikit Ra?," Tanya mas Rama.
__ADS_1
Aku hanya menganggukan kepala untuk menjawabnya.
" Nanti kalau aku makan, kamu makan apa Ra" lagi lagi mas Rama bertanya.
"Gapapa mas, mas makan aja ya"
" Terus nanti kamu makan apa Naura?"
Lalu aku lihat mas Rama berdiri dan berjalan ke kamar aku pun mengikuti nya. Sesampainya di aku bertanya.
"Mas kenapa ngga jadi sarapannya?,"
"Kita keluar aja cari sarapan,"
Aku kaget dengan jawabannya mas Rama.
"Nanti kalau ibu marah gimana mas? Cucian piring setelah mereka sarapan saja belum di bereskan mas,"
" Ngga usah di dengarin, ayo aku bantuin kamu beresin piring, kamu cuci piring aku yang bersihin meja makan,"
"Iya mas," jawab ku tanpa penolakan.
Keluar dari kamar aku melihat mereka sedang santai-santai di di ruang kluarga, melihat ku keluar ibu memicingkan mata nya, aku tak perduli kan sesampainya di dapur aku mencuci piring dan mas Rama yang membersihkan meja makan, setelah semuanya beres mas Rama menggenggam tangan ku lalu menariknya ke arah luar, untung saja aku sudah rapih dan tak perlu ganti baju lagi.
" Kita mau kemana mas?,"
Aku hanya menganggukan kepala lalu fokus ke jalan, tiba-tiba mas Rama berhenti di depan gerobak tolong sayur dan nasi uduk.
"Ayo turun Ra, udah sampai," titah mas Rama , " mau pesan apa"
"Ikut mas aja deh mau sarapan apa,"
Mas Rama mengangguk lalu berjalan ke depan Deket penjualnya.
"Mpo tolong sayurnya dua ya makan disini,"
"Siap mas Rama nanti di antar, minum nya apa mas?,"
"Teh tawar hangat aja mpo,"
Lalu mas Rama duduk di sebelah ku, aku hanya diam dan memperhatikan jalan.
" KIA!!.. "
Aku menengok ke belakang karena ada yang memanggil ku dan aku mengenal suara itu.
Lalu dia mendekat ke arah ku, tanpa ada kesiapan aku kaget karena dia memelukku.
__ADS_1
"Yallah kia akhirnya ketemu juga, udah lama saya cari kamu"
Karena reflek aku melepas pelukannya dan segera melihat mas Rama yang mukanya memerah seperti menahan emosi.
" Mas kenalin ini Farhan sahabat ku dari SMP"
" Dan Farhan kenalkan ini mas Rama suami ku "
Farhan kaget dengan perkataan ku tapi ku lihat dia seperti menetralisir raut wajahnya.
Dan dia mengulurkan tangan kepada mas Rama.
" Farhan" dan di sabut dengan mas Rama dengan wajah yang sedikit masih memerah, " Rama suaminya Naura"
"Kamu udah nikah Ra?," Tanya Farhan .
"Alhamdulillah sudah,"
" Syukur lah semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah ya,"
"Aamiin.. makasih do'anya,"
" Ya sudah kalau gitu permisi duluan ya pesanan saya sudah siap, assalamu'alaikum,"
"Wa'allaikum sallam," jawab ku, aku sedikit heran melihat raut wajahnya Farhan, tapi ya sudah lah aku tidak ingin kalau mas Rama marah.
"Mas, maaf ya aku ngga tau kalau ada Farhan," aku membuka pembicaraan karena dari semenjak Farhan pergi mas Rama diam saja, aku takut kalau mas Rama marah.
" Ngga usah banyak omong, sekarang makan habis itu kita pulang, aku ngga mau liat kamu pakai baju bekas di peluk orang lain," dengan tetap memakan lontong sayur tanpa menoleh ke arah ku.
Huft aku hanya bisa menghela nafas dan buru-buru menghabiskan sarapan ku.
Tinggal sisa sedikit lagi mas Rama berdiri lalu membayar sarapan nya lalu dia kembali ke tempat ku dan menarik tangan ku dengan sedikit kencang.
Aku meringis menahan sakit di tangan ku.
"Aw.. sakit mas pelan-pelan," lalu dia berhenti di depan motor dan menyuruh ku naik,
"Ngga usah banyak protes udah ayo buruan naik atau mau aku tinggal,?" Aku pun segera naik dan mas Rama langsung melajukan motornya dengan sedikit kencang.
Sesampainya di rumah mas Rama langsung ke kamar, aku hanya mengikuti nya dan sesampainya di kamar.
* Mandi sana ganti itu bajunya aku ngga mau melihat kamu pakai baju itu"
Aku hanya menganggukan kepala lalu berjalan ke kamar mandi. Setelah selesai aku tidak melihat Rama.
Atau kah mas Rama keluar di ruang tamu.
__ADS_1
Nanti saja aku cari setelah membersihkan kamar.