Hujan DiHari PernikahanKu

Hujan DiHari PernikahanKu
Hujan DiHari PernikahanKu Bab 003


__ADS_3

Sebelum keluar kamar aku sempat mendengar obrolan mas Rama dan ibu mertuaku, aku mendengar seperti mereka menyebut nama ku dalam obrolan mereka, aku yang penasaran memutuskan untuk mendengarkan obrolan mereka.


"Ibu itu udah pilihin kamu calon istri yang cantik, karir nya bagus, pintar dan udah jelas bibit bobotnya ngga kaya istri kamu itu sih Naura, apa sih bisanya dia,?" Kata ibu mertuaku.


Jujur itu membuat hati ku sakit dan lagi tidak ada pembelaan mas Rama terhadapku. "Yallah" lirih ku dalam hati, Tapi aku biarkan ibu mertuaku berbicara seperti itu, sengaja aku tidak keluar dulu dari persembunyian ku karena aku ingin tau lebih bagaimana reaksi mas Rama atas pembicaraan ibunya itu.


"Sudah lah Bu, ibu ngga Capek apa ngomong terus?" Jawab mas Rama.


"Kamu itu kalau ibu bilangin ngebatah aja terus. Apa kamu itu udah ikutan sama istri kamu yang tidak tau diri itu? " Kata ibu mertuaku.


"Terserah ibu deh, aku juga nyesel ibu nikah sama Naura tapi ngga tahu harus bagaimana karena pernikahan ini baru saja berjalan Bu" jawab mas Rama .


Jawaban mas Rama membuat ku membulatkan mata sambil memegang dada ku terasa sakit.


"Yallah mas tega sekali kamu berbicara seperti itu kepada ibu mu mas, dulu kamu meminta ku ke ibu ku dengan mengemis-ngemis sekarang kamu bilang menyesal telah menikah dengan ku," dalam hati ku bicara sambil merasakan sesak di dada air mata ku sudah tak bisa lagi ku bendung akhirnya lolos begitu saja dari mata ku, tetapi aku diam di tempat untuk mendengarkan obrolan mereka lagi, entah lah meskipun sakit kenyataannya tapi setidaknya aku tau bagaimana cara mereka.


" Menyesalkan kamu," kata ibu mertuaku " ehh tapi kamu karena apa? Atau karena dia udah tidak perawan lagi,"? Ucap ibu mertuaku.


Perkataan ibu mertuaku membuatku merasa tersambar petir, tapi aku tetap menguatkan diri aku ingin tau apa jawaban mas Rama yang menyesal menikahi ku.


" Ngga Bu, bukan masalah perawan atau tidaknya, entahlah Bu aku hanya kasihan saja dan aku juga tidak mencintai nya Bu," jawab mas Rama.


"Ibu bilangin juga apa!, Mending kamu talak saja dia terus kamu PDKT-an sama anak teman ibu gimana " kata ibu mertuaku,


Lagi-lagi perkataan ibu mertuaku semakin sakit, sudah lah orang tua ku mereka rendah - rendahkan sekarang dia menyuruh anaknya untuk menalak ku, " astagfirallah" aku hanya bisa istighfar dengan mengelus dada ku.


" Udah lah Bu aku mau ke kamar dulu , nanti aku pikirkan lagi", jawab mas Rama.


Aku buru-buru mengusap air mata dengan kasar lalu masuk ke kamar lalu ke kamar mandi untuk membersihkan tangis ku.

__ADS_1


Tak lama pintu terbuka aku pun cuci muka lalu keluar, aku berjalan menuju kasur, seperti ada yang harus ku bicara dengan suami ku ini.


" Mas dari mana?"


"Hmm mas sini deh ada yang mau aku bicarain"


"Ada apa? Aku mau ada urusan di luar" jawabnya dengan sedikit ketus.


Huhft aku hanya bisa menghela nafas.


" Gini mas, ada yang aku ingin bicara kan dengan kamu , ini soal rumah tangga kita. Mas maaf kalau sebelumnya aku menyinggung perasaan mas, tapi aku disini sebagai istri kamu hanya ingin kita tidak ada kesalah pahaman mas. Mas kalau suatu saat nanti kamu tidak mencintai ku lagi, tidak menyayangiku lagi aku hanya minta satu hal mas dari kamu, pulang kan aku kepada kedua orang tua seperti kamu memintaku dulu kepada mereka orang tua ku,"  seketika ku melihat wajah mas Rama terkaget-kaget dan membelalakkan matanya sepertinya dia kaget dengan perkataan ku.


"Ma-maksud kamu apa berbicara seperti itu!?" Dengan dana di naikan satu oktaf..


" Aku tidak ada maksud apapun mas, hanya saja aku ingin kejujuran dalam hubungan rumah tangga ini mas, "


Sepertinya mas Rama geram dengan perkataan ku, dia mengeraskan rahangnya.


Aku tidak percaya mas Rama membentak ku seperti itu, sambil memegang dada ku karena terasa sakit aku berusaha menenangkan diri ku.


"Bu-bukan seperti maksud ku hanya ingin kita saling terbuka satu sama lain,"


"Asal kamu tau menyesal telah menikahi wanita seperti mu!!"


Bagai tersambar petir perkataan mas Rama yang tadi ku lihat sekarang dia mengatakan dengan keras, membuat ku hati sakit sekuat tenaga aku menahan air mata tapi kenyataannya aku tidak mampu air mata ku lolos begitu saja.


Melihat mas Rama berjalan keluar kamar akupun mengejar mas Rama dan aku menarik tangan nya untuk berhentikan langkahnya, mas Rama berbalik ke arah ku.


"Mau apa lagi hah?!" Bentaknya

__ADS_1


"Mas kita bicara dulu, ini harus di selesaikan" jawab ku


"Sudah cukup!, Saat ini hari ini aku Muhammad Rama Suseno menjatuhkan talak 1 kepada kamu syakila Naura Adzkia!," Bariton suara mas Rama menggelegar.


Pernikahan yang baru saja berjalan kini harus selesai secara agama. Dengan sekuat tenaga aku menerima kata talak dari mas Rama.


Karena jujur saja aku tidak tau sanggup atau tidak menjalani pernikahan yang toxic ini.


"Baiklah mas dengan besar hati aku menerima talak dari kamu, terima kasih atas perpisahan ini dan aku bersyukur karena sudah terbebas dari kamu dan keluarga kamu ," jawab ku dengan menguatkan diri, setelah itu aku pun pergi ke kamar membereskan semua baju-baju ku. Lalu keluar dari kamar dan berjalan kearah mereka yang menatap ku dengan tajam, aku mengabaikan semua yang menatap ku,


" Kalau gitu untuk semuanya terima kasih ibu dan mas Rama saya pamit assalamualaikum," pamit ku.


Jujur sakit sekali karena pernikahan ku dan mas Rama baju saja di mulai beberapa hari tapi di selesai karena tidak adanya kepercayaan tapi yasudah lah, sekarang aku harus memikirkan bagaimana kedepannya.


Aku berjalan menuju kerumah mamah untung saja aku punya uang pegangan dan uang itu aku pergunakan untuk naik ojek. Setelah sampai di depan rumah mamah, aku berjalan dengan lemas.


"Assalamualaikum.."


"Wa'allaikum sallam,mamah ada teteh" kata adik ku sambil sedikit teriak.


" Lah kamu kesini sama siapa teh,?" Tanya mamah.


Aku tidak menjawab hanya diam lalu menyalami mamah dan ayah.


Ayah yang melihat keadaan ku langsung menggelengkan kepala dan mamah yang melihat itu langsung mengerti.


"Sehat teh,? Udah masuk dulu sana istirahat dulu," kata ayah ku.


Aku hanya menganggukan kepala lalu berjalan menuju kamar mamah.

__ADS_1


"Mau di bikinin apa teh? Nanti mamah bikinin,"


"udah ngga usah mah, nanti kalau teteh haus teteh ke dapur ko," mamah hanya hanya menganggukan kepala lalu meninggalkan ku.


__ADS_2