Hukuman Dewa

Hukuman Dewa
bab 3 hari penuh sihir


__ADS_3

kembali di perkemahan Lisa tersadar telah meninggalkan pak Usman si pemandu di puncak gunung.


"Bagaimana ini Yasa?, haruskah aku kembali ke puncak lagi?" keluh Lisa.


"Kamu tidak perlu kembali, dimana tenda pak Usman?"tanya Yasa


Di dalam tenda pak Usman.


Dengan kekuatan sihir yang dimiliki Yasa, dia berhasil memindahkan pak Usman yang tengah tertidur di puncak gunung kembali ke dalam tendanya dan berhasil menghapus sebagian dari ingatannya.


Melihat pak Usman baik-baik saja Lisa menjadi lega. Lisa merasa terkesan dengan kemampuan sihir yang dimiliki Yasa dan menjadi lebih ingin tau lagi apa yang bisa dilakukan Yasa.


"Bisakah kamu menunjukan beberapa kemampuanmu lagi?" tanya Lisa


"Lihat saja besok, sekarang tidurlah kita akan bertemu lagi besok" kata Yasa


Lisa kembali ke tenda dan Yasa pun menghilang.


Pagi hari perkemahan begitu ramai dan berisik, entah apa yang terjadi dan itu sangat menggangu tidur Lisa yang nyenyak.


"Aduh berisik sekali!!! Apa yang mereka ributkan di pagi buta seperti ini!" teriak Lisa dengan geram.


"Lisa bangunlah lihat ini?!!" teriak Sasa dari luar tenda.


Lisa keluar tenda dengan malas dan lusuh, matanya terbelalak setelah melihat laut lepas tepat di sebelah gunung, dua pelangi indah yang melingkari dan puluhan lumba-lumba sedang berenang dan bernyanyi bebas dilautan.


"Apa ini ulahnya? Aku rasa Yasa pasti sudah gila!" gumam Lisa.


"Siapa yang gila???" jawab Yasa yang mengejutkan Lisa.


" Apa kamu sadar apa yang telah kamu lakukan, bagaimana jika ini menjadi viral dan jadi perhatian dunia?" kata Lisa dengan cemas.


"Tenanglah itu tidak akan terjadi" jawab Yasa santai.


Melihat pemandangan yang begitu indah membuat Lisa berdecak kagum, begitu juga dengan semua orang yang ada di perkemahan.


"Apa kau sudah puas melihatnya?" tanya Yasa lirih.


"Tentu aku sangat senang dan aku sangat puas melihat pemandangan alam yang langka seperti ini!" jawab Lisa penuh senyuman.


Seketika awan gelap menyelimuti area gunung seolah akan terjadi badai besar semua orang kembali ke dalam tenda dan kembali tertidur kecuali Lisa.


"Apa yang terjadi Yasa? dan kenapa dengan semua orang?"


"Tenanglah aku membuat orang kembali tidur dan membuat seolah semua ini hanya mimpi, ada sesuatu yang ingin aku berikan kepadamu!," kata Yasa

__ADS_1


"Apa itu?"


Tak berselang lama badai dan petir terjadi ditengah-tengah lautan seolah sedang mengaduk aduk seisi lautan, dan puncak gunung tiba-tiba menjadi bersalju, kemudian muncul dua bola cahaya putih dari dalam laut dan terbang menuju arah mereka berdua.


"Apa ini Yasa, mereka terlihat seperti mutiara?"


"Kamu benar, ini adalah mutiara pengikat jiwa setelah memakannya jiwa kita akan terhubung satu sama lain" tegas Yasa.


"Memakannya?? Tunggu! Aku ini manusia jika aku memakannya aku bisa usus buntu!" ucap Lisa yang tak percaya.


Dengan kekuatan Yasa, dari arah puncak gunung terlihat segelas air dingin melayang menuju kearah Lisa dan itu semakin membuat Lisa keheranan dengan apa yang dia lihat.


"Makan lah mutiara itu bersamaan dengan air ini maka kamu akan baik-baik saja!". Ucap Yasa


Tanpa banyak bertanya lagi Lisa memakan mutiara itu layaknya sedang minum obat, seketika sekujur tubuh Lisa memancarkan cahaya kebiruan tak berselang lama cahaya itu akhirnya redup.


Yasa juga menelan mutiara satunya, dan tubuhnya memancarkan sinar putih terang. Keadaan berubah menjadi seperti semula, laut menghilang dan gunung kembali normal, orang - orang mulai bangun dari tidurnya Yasa pun menghilang.


"Astaga dia langsung pergi begitu saja" keluh Lisa


Malam hari di perkemahan.


Lisa yang masih menyisakan banyak tanya tentang mutiara jiwa membuatnya tidak bisa tertidur, Lisa pun keluar tenda mencoba mencari udara segar.


"Kenapa penduduk lereng gunung itu begitu ramai, apakah sedang ada pesta?" gumam Lisa memandang ke arah lereng gunung.


"Aku tidak bisa tidur dan keluar mencari udara segar, kamu sendiri?"


"Aku dari tenda salon, aku merasa kulitku mulai kering karena udara dingin, masuklah atau kulitmu juga akan mengering!" ajak Sasa.


"Sebentar lagi! Apa penduduk di lereng gunung sedang ada pesta? kenapa suara musik dan lampu terdengar sampai kesini?" tanya Lisa kepada Sasa.


"Mana? aku tidak mendengar apapun? kenapa aku merasa akhir-akhir ini kamu menjadi aneh?!" jawab Sasa.


Mendengar jawaban dari salsa membuat Lisa terdiam dan merasa apa yang terlihat oleh dirinya bukanlah hal yang normal melainkan hal yang gaib.


"Ayo masuk, udaranya semakin dingin nih!" ajak Sasa


"Kamu duluan saja!"


"Baiklah, kamu jangan terlalu lama!" kata Sasa mengingatkan.


Lisa yang penuh rasa penasaran mencoba mendekati perkampungan gaib tersebut, dengan senter di hpnya dia mengikuti jalan menuju perkampungan.


Suara musik semakin terdengar dengan jelas, terlihat lalu lalang orang-orang beraktifitas layaknya manusia biasa, dia pun semakin penasaran dan mencoba memasuki kampung.

__ADS_1


ketika hendak masuk ke dalam gerbang perkampungan gaib, sepasang tangan tiba-tiba menarik dirinya.


"Yasa!"


"Apa kau sudah gila?!" tegas Yasa


"Kenapa memangnya, Aku hanya penasaran??"


Dengan hitungan detik mereka sudah berpindah tempat di dalam rumah Yasa.


Suasana malam hari di rumah Yasa berbeda dari sebelumnya bulan dan bintang terlihat lebih dekat dan itu sangat indah hingga membuat Lisa berdecak kagum.


"Kemarilah!, ada sesuatu yang ingin aku tunjukan padamu!" ajak Yasa


"Ada apa?"


"Lihatlah!, setelah mencari di berbagai alam, akhirnya aku menemukanya di alam jin", kata Yasa yang memegangi sebuah buku ditangannya.


"Buku apa itu?"


"Ini adalah buku tentang mutiara jiwa, aku lupa kalo kau bukan manusia biasa tapi manusia yang membawa takdir Dewi dan itu membuatku resah, makanya aku mencoba mencari tau tentang mutiara jiwa lebih banyak lagi, dan akhirnya aku menemukanya! Ini bacalah!" memberikan buku kepada Lisa.


"Huruf apa ini? Aku bahkan tidak bisa membacanya?" keluh Lisa.


"Maaf, aku lupa menerjemahkannya!" dengan sihirnya Yasa mengubah buku tersebut ke dalam terjemahan bahasa Indonesia.


"Yasa kata-katanya terlalu panjang dan berbelit-belit, bisakah kau jelaskan saja intinya padaku?" pinta Lisa dengan manja.


"Baiklah, dasar malas!" ucap Yasa.


Dengan sihirnya dia meringkas semua kata-kata penting yang ada di dalam buku tersebut, kata-kata penting bermunculan dalam bentuk suara seolah-olah ada yang membacakannya.


Dalam buku dijelaskan bahwa jika seorang manusia yang memiliki takdir Dewi memakan mutiara jiwa, maka dirinya bukan lagi manusia biasa melainkan manusia setengah Dewi, dia akan bisa melihat dan mengunjungi berbagai alam dengan kekuatan Dewi yang dimiliki meski memiliki kekuatan Dewi tapi tidak bisa digunakan untuk menyakiti.


"Apa yang di maksud dengan berbagai alam Yasa?"


"Kau tau seluruh alam semesta ini dibagi menjadi 5 alam yaitu alam surga, alam dewa, alam manusia, alam jin dan siluman, dan terakhir alam bawah tempat bagi para iblis" jelas Yasa.


"Jadi bagaimana aku bisa membedakan mereka semua? kenapa mereka semua hampir sama seperti manusia pada umumnya"?


" Seperti perkampungan gaib tadi! Aku pikir mereka perkampungan biasa!".


"Aku akan menjelaskannya lagi besok, sekarang pulanglah! hari sudah begitu malam!". kata Yasa


" Baiklah ".

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen kakak....


__ADS_2