
Pagi hari yang cerah.
Hari ini adalah hari terakhir perkemahan, semua orang berkumpul dan mendengarkan arahan dari para dosen.
"Anak-anak karena hari ini terakhir kita berkemah, nanti malam akan diadakan pesta penutupan, untuk itu hari ini harap kalian mulai mengemasi barang kalian masing-masing" kata dosen.
"Baik Pak" jawab semua murid.
"Apa yang akan kita kemas? besok juga para pembantu datang untuk beres - beres!" kata Sasa.
"Bagaimana kalo kita pergi berenang di sungai pasti seru!" kata salah satu teman.
"Lisa ayo ikut dengan kami?" salsa
"kalian pergilah dulu." jawab Lisa malas
"Sejak memakan mutiara jiwa perasaanku menjadi semakin tak tenang, seperti merasa begitu sedih tapi entah kenapa?" keluh Lisa dalam hatinya.
Tiba-tiba angin berhembus dan Yasa sudah berada di hadapannya sembari tersenyum, pikiran Lisa yang semula tak tenang seakan lenyap oleh senyuman manis Yasa.
"Ikutlah denganku!, aku akan menunjukan sesuatu padamu!" ajak Yasa.
Lisa mengangguk setuju
Hanya Dengan memejamkan mata mereka telah sampai di sebuah taman bunga ajaib, bunga-bunga di sana tampak berbeda dengan bunga di dunia manusia, akar mereka tidak tertanam di dalam tanah melainkan merambat di permukaan tanah.
"Tempat apa ini Yasa?"
"Ini adalah taman bunga ajaib, bunga-bunga yang tumbuh disini mempunyai banyak kekuatan magis tersendiri, tapi hati-hati penunggu disini sangat galak dan tidak suka bila terganggu" kata Yasa.
Lisa mengikuti Yasa menuju ketengah taman, di sana tumbuh bunga yang melayang yang hendak mekar, bunga itu seperti wortel dengan kuncup bunga diatasnya.
"Bunga apa itu Yasa kenapa bentuknya seperti wortel dan kenapa dia melayang sendiri?" tanya Lisa heran dengan keanehan bentuk bunga-bunga di sana.
"Itu adalah bunga Dobb yang hanya mekar 2 ribu tahun sekali, dan kebetulan hari ini ia akan mekar" tutur Yasa menjelaskan.
Benar saja saat matahari tepat di atas taman tersebut membuat kuncup bunga Dobb mekar dengan indah, dengan kekuatannya Yasa memetik bunga Dobb dan memberikannya kepada Lisa.
"Makanlah, ini akan melancarkan efek dari mutiara jiwa, jadi kau tidak akan merasa gelisah akan sesuatu lagi." tegas Yasa sambil memberikan bunga Dobb
"Tunggu!, aku tidak bisa menelannya bulat-bulat, setelah kembali aku akan membuatnya jus dan meminumnya apa itu bisa?"jawab Lisa seraya memasukan bunga Dobb ke dalam tas kecilnya.
__ADS_1
"Tentu, ayo kita pulang!" ajak Yasa.
Saat perjalanan pulang Lisa melihat bunga-bunga kecil yang indah berbentuk seperti mulut manusia, karena rasa ingin tahunnya, dia menyentuh bunga itu dan membuat bunga itu berteriak-teriak keras sehingga membangunkan monster penunggu taman bunga.
"Siapa yang membuat keributan ini? aku akan menelannya bulat-bulat!" kata monster dengan marah.
Yasa menarik Lisa, mereka berdua bersembunyi di dalam gua menunggu hingga monster itu kembali tidur. dari dalam gua muncul cahaya aneh yang menarik mereka berdua ke dalam sebuah dimensi ruang.
"Tempat apa ini Yasa" ucap Lisa yang takut seraya mengandeng tangan Yasa.
"Ayo cepat kita pergi dari sini! disini terlalu banyak aura jahat sepertinya ada mahluk jahat terkurung disini!" kata Yasa seraya mengajak keluar dari ruang dimensi tersebut.
Belum sempat mereka keluar muncul sesosok monster ular cobra yang hanya kepala tanpa ekor.
"Kalian sudah memasuki wilayah ku jangan harap bisa keluar hidup-hidup!" kata monster ular tanpa ekor tersebut.
"Bagaimana manusia bisa masuk kesini? kalau begitu aku akan memakan dirimu terlebih dahulu!" ucap ular senang dan hendak menyerang Lisa.
Yasa dengan kekuatannya mencoba melawan monster kepala ular tersebut.
"Rupanya kau raja neraka!! dendamku padamu hanya nyawamu yang bisa meredakannya!." monster ular menyerang Yasa dengan kekuatan penuh.
"Meskipun aku tidak tau apa yang yang kau bicarakan! tapi aku tidak akan membiarkanmu menyakiti Lisa!" ucap Yasa sembari menahan serangan ular tersebut.
Lisa tidak kuasa menahan tangis melihat Yasa muntah darah di hadapannya, monster ular yang merasa di untungkan hendak kembali menyerang Yasa tapi Lisa menghadang serangan monster tersebut dengan tubuhnya.
Seketika muncul cahaya biru dari tubuh Lisa dan menyegel kembali monster ular tersebut. Lisa memeluk Yasa yang terluka, dengan sisa kekuatannya Yasa membawa mereka kembali ke rumah Yasa.
Lisa tidak tau apa yang harus dilakukannya untuk menolong Yasa yang sekarat, sampai saat terdengar suara pria tua memanggil Yasa dari luar rumahnya.
"Yasa aku sudah mengembalikan kelinci milikmu, aku akan pergi!" Ucap pria tua itu.
" Kakek tua tunggu!" tahan Lisa.
"Apa kau bisa menolong Yasa? dia terluka dan aku tidak tau apa yang harus kulakukan?" kata Lisa sambil menangis.
Pria tua mencoba melihat keadaan Yasa.
"Ini tidak baik dia tidak akan bangun untuk waktu yang lama!"kata pak tua hendak pergi.
"Haruskah aku membawa kelinci ini bersamaku! karena disini pasti tidak terurus!" gumam pak tua.
__ADS_1
"Apa maksud kakek tua? kenapa dia tidak akan bangun? apa yang terjadi? apa dia mati? bagaimana aku bisa membangunkannya? kakek tua tolong jelaskan?" Lisa yang ketakutan sambil menarik tangan pak tua itu.
"Baiklah baiklah, aku juga tidak tega melihatmu memohon begini!" kata pak tua.
"Serangan itu hanya melukai inti roh Yasa, jadi dia tidak akan mati, hanya saja mungkin butuh waktu ribuan taun agar dia bisa kembali bangun!" jelas pak tua.
"Kakek tua, apa tidak ada cara untuk segera membangunkannya?"
"Tentu ada, tapi itu mustahil!" keluh pak tua.
"Apa itu pak tua? aku akan mencarinya meski harus masuk ke 4 alam!" jawab Lisa tegas.
"Rumput ganggang biru, itu hanya tumbuh di taman kerajaan laut selatan tapi aku tidak yakin kau bisa ke sana dengan tubuh manusia mu itu?" kata pak tua.
"Kenapa pak tua tidak mencoba ke sana?"
"Penguasa di sana punya dendam lama padaku! meski aku bisa ke sana belum tentu dia mau memberikan ganggang biru itu kepadaku!" jawab pak tua dengan menyesal.
Mereka pun mulai berputus asa hingga saat mutiara jiwa bereaksi membuat pak tua menyadarinya.
"Mutiara jiwa apa kau memakannya?" tanya pak tua serius.
"iya"
"Kalo begitu bagus, semua tergantung padamu apa kamu bisa membawa ganggang biru atau tidak, aku akan mengirim mu segera untuk pergi ke laut selatan!" kata pak tua.
Dengan sihir pak tua, dia mengirim Lisa langsung ke depan aula utama kerajaan laut selatan, kedatanganya pun disambut para penjaga yang langsung menangkapnya.
Lisa dibawa langsung ke dalam aula kerajaan.
Di sana Lisa melihat sosok perempuan yang duduk di singgasana mengenakan pakaian mewah kerajaan, dengan cepat Lisa menyadari kalo dia adalah penguasa tempat tersebut, dia pun memberi salam.
"Salam ibu ratu"
"Wahai manusia! kau datang tanpa di undang bagaimana kau bisa sampai kemari dan apa tujuanmu datang kesini?" tanya ratu lembut.
"Maaf atas ketidaksopannan hamba menerobos ke dalam istana anda, maksud kedatanganku kemari ingin meminta sedikit rumput ganggang biru milik ratu untuk menolong temanku yang sedang sekarat." kata Lisa menjelaskan.
"Rumput ganggang biru????" dari mana kau bisa tau rumput itu hanya tumbuh di istana ku? tanya ratu
Lisa tak tau harus menjawab apa karena mengingat sang ratu punya dendam dengan pak tua.
__ADS_1
Apa yang akan terjadi bisakah Lisa mendapat rumput ganggang biru untuk menolong Yasa??
Jangan lupa like dan komen kakak