
Dikta sedang duduk di cafe yang tak jauh dari Kantornya, ia sedang menunggu sahabat-sahabat nya untuk di ajak berdiskusi entah lah mereka akan berdiskusi tentang apa, akhirnya yang di tunggu-tunggu datang juga Dikta berdiri dan mereka pun bertos ala-ala anak gaul.
"Jadi gimana bro?" tanya Reza memulai percakapan dan mendudukkan b0k0ng nya di kursi
Arga hanya mangguk-mangguk sambil membolak-balikkan buku menu dan memilih beberapa makanan untuk mereka.
"Gue sih gak tau, makanya gue minta saran ama kalian?" ujar Dikta menyandarkan kepala nya di kursi
"Menurut gue sih ya, lebih baik lo tembak si Amy sebelum di embat orang lain. Apalagi skarang banyak para lelaki buaya yang berkedok jadi kadal" Arga menjelaskan dan sesekali melirik kearah Reza, Reza yang menyadari kalau ia di tatap-tatap bergidik ngeri melihat wajah Arga yang sok-sok psikop4t.
"Akh, gue tau, iya-iya gue harus tembak si Amy sekarang, e-eh, tapi Kenzo marah gak ya?" tanya Dikta yang sedari tadi memikirkan cara agar bisa jadian sama Amy
"Ck! Gak masalah mah kalau si Kenzo" sarkas Reza
Kenzo memang tidak ikut di karenakan banyak pasien yang harus di tangani. Seorang pelayanan wanita mendekat kearah mereka dan membawa pesanan yang di pesan oleh Arga.
Saat pelayanan itu berbalik pergi, Reza memanggilnya membuat pelayanan itu menoleh ke belakang
"Iya ada apa?" tanya pelayanan itu lembut
Dikta dan Arga mengernyit kan alis nya melihat Reza yang tiba-tiba memanggil pelayanan itu
__ADS_1
"Ehm, kamu mau gak jadi pacar saya?" tanya Arga menatap pelayanan itu yang sudah tersipu malu
"Maaf Pak, saya permisi dulu" pamit Pelayanan itu. Dikta dan Arga tertawa berbahak-bahak melihat tingkah Reza
Setelah mereka menghabiskan makanan nya Masing-masing, Dikta kembali ke mode serius nya
"Okey, gue telpon Amy aja suru dia kemari," ujar Dikta menelpon Amy
Dreet dreet
Telepon tersambung membuat Dikta menghembuskan nafasnya menatap kedua temannya, mereka hanya mengganguk melihat tatapan Dikta
"Kamu kemari sekarang, saya tunggu di cafe xxx!" perintah Dikta
Amy datang dengan membawa Ririn, mumpung jam makanan siang jadi Ririn juga ikut untuk mengisi perutnya
"Ada apa, Pak?" tanya Amy
"Ehem, s-saya" Dikta gugup dan detik berikutnya ia berjongkok di hadapan Amy, membuat Amy melonggo.
"Pak" pekik Amy keras membuat pengunjung cafe menatap mereka, Dikta tak menghiraukan pekikan Amy ia mengambil cincin di saku nya dan membuka nya di hadapan Amy
__ADS_1
"Kamu mau jadi pacar saya....?" tanya Dikta yang sudah dag dig dug
Amy melirik kearah Ririn yang juga terkejut dengan mulut menganga
"Kamu mau?" tanya Dikta lagi
"TERIMA"
"TERIMA"
"TERIMA"
Suara pengunjung cafe yang sangat heboh, bagaimana tidak? Seorang pengusaha terkenal menebak sekretaris nya di cafe, mereka mengambil kesempatan memfoto Dikta yang banyak di incar-incar wanita, membuat sebagian pengunjung cafe ada yang Baper dan ada yang kecewa.
'Terima gak ya?' batin Amy
Amy hanya mengganguk membuat Dikta tersenyum lalu memasang kan cicin di jari Amy, ia bangkit dan memeluk nya
"Gua jomblo bisa apa?" ujar Reza sok dramatis
Sungguh hari ini adalah hari yang paling bahagia buat Amy dan Dikta yang sedang berpelukan
__ADS_1
#BERSAMBUNG