I Hate You Bos

I Hate You Bos
7


__ADS_3

Pov Dikta


Jam menunjukkan pukul 23:2 malam, Dikta berdiri di balkon kamarnya sambil menyeruput teh hangat nya. Angin malam yang dingin membuat nya sangat tenang, tiba-tiba benda pipihnya berbunyi mengalihkan perhatiannya dan berjalan kearah nakas lalu mengambil nya.


"Hiks, A-abang, Bunda pingsan! Ayah juga belum balik, katanya mau beli obat tapi belum balik-balik juga" tangis Livy sesegukan


Deg


Dikta panik bukan main mendengar bahwa Bunda nya pingsan ia takut Bunda nya kenapa-napa karna Arum Bunda nya memiliki penyakit asma.


"Yaudah Livy tenang ya! Abang bakal kesana sekarang"


Setelah Dikta pulang dari rumah Amy, ia tidak langsung balik ke rumahnya ia masih mampir ke villa Ayahnya untuk memenangkan pikiran karna urusan kantor yang tak kunjung selesai.


______


Disisi lain Livy sangat frustasi karna Bunda nya tak kunjung sadar membuat tangis nya semakin pecah.


"Hiks, A-abang m-mana sih? Kok ngak sampai-sampai" panik Livy sesekali melihat kearah pintu berharap Abang atau Ayah nya segera datang.


Krek!


"A-bang, hiks" tangis Livy pecah sambil berlari memeluk Dikta


"Livy tenang ya, Bunda gak papa kok!" ujar Dikta memenangkan Livy padahal ia saat ini sangat panik tapi sebisa mungkin ia tidak memperlihatkan nya pada Livy


Dikta menggendong tubuh Bunda nya menuju mobil dan di ikut oleh Livy yang masih sesegukan. Kemudian Dikta melajukan mobil nya ke rumah sakit


Dikta yang menyetir sesekali melirik Bunda nya dari arah kaca, saat di perempatan Dikta tak sengaja melihat Ayahnya Di Apotek sambil membawa obat yang baru saja ia beli untuk Arum, Dikta memarkirkan mobilnya dan berlari keluar menuju Ayahnya

__ADS_1


"Livy tunggu dulu disini ya! Abang mau samperin Ayah dulu"


Livy hanya mengangguk pertanda ia mengerti


_____


"Ayah tunggu..." teriak Dikta menghampiri Bima, Ayahnya, Bima menoleh kearah sumber suara dan melihat Dikta yang berlari kearah nya


"Ada apa nak? Kok kamu di sini?" tanya Bima


"Ayah, Bunda pingsan dan skarang ada dimobil, Dikta mau bawah Bunda ke rumah sakit"


"Kalau gitu kamu pergi aja dulu, nanti Ayah nyusul"


Gegas Dikta balik kearah mobilnya dan pergi menuju rumah sakit


______


"Gimana ke adaan Bunda saya, dok?" tanya Livy pada Dokter yang baru saja keluar setelah memeriksa kondisi Arum.


"Bunda kamu baik-baik saja, cuma kecapean aja" ujar Dokter itu pada Livy


"Boleh kamu masuk, Dok?" tanya Dikta


"Iya boleh, pasien juga sudah sadar" ujar sang Dokter


"Kalau gitu saya pamit pergi" ujar Dokter itu dengan nama yg Dina


"Oh iya, Dok!" ujar Bima

__ADS_1


Krek!


Bima, Dikta dan Livy masuk ke ruang tempat Arum di rawat


"Bunda, kenapa bisa pingsan sih?" tanya Dikta memeluk Arum


"Bunda tadi mau ambil minum, tiba-tiba kepala Bunda sakit, jadi pingsan deh." jawab Arum menjelaskan


"Padahal Ayah cuma tinggal bentar kok, eh malah pingsan Ayang Ayah." ujar Bima menggoda membuat Arum tersipu malu


"Ingat umur Ayah!" ujar Livy memutar matanya malas


Hahahaha tawa mereka serempak karena tingkah Livy yang menggemaskan


"Eh udah-udah, jangan ribut nanti ganggu pasien lain!" tegur Arum


"Dikta, Livy kalian pulang aja yah, biar Ayah yang jagain Bunda. Lagian besok hari Senin nanti Livy terlambat sekolah loh!" ujar Bima menjelaskan


"Oke, Ayah!" ucap mereka serempak


"Kami pulang dulu ya, Ayah, Bunda" pamit Dikta pada Bima dan Arum


"Iya kalian hati-hati"


Setelah itu mereka pun bergegas pulang usai berpamitan pada Ayah dan Bunda nya


***


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2