
Pagi yang cerah Amy sedang sarapan bersama Bunda nya dan Kenzo, sesekali mereka tertawa oleh tingkah Kenzo yang menurut mereka sangat-sangat konyol.
"My! Tau gak--?" sebelum Kenzo melanjutkan ucapannya Amy terlebih dahulu memotong ucapannya membuat ia kesal.
"Gue gak tau, kan lo belum bilang" jawab Amy acuh
"Makanya dengar dulu, ogeb!" gerutu Kenzo
"Iya-iya, apa sih?" tanya Amy mentap Kenzo sembari tersenyum paksa
"Gue, hm--you f4kyu" ujar Kenzo tersenyum sinis sambil memperlihatkan jari tengah nya pada Amy, membuat Amy melemparnya paka sendok.
"Bunda, Abang jahat" renggek Amy pada Selena
"Biarin aja My, Abang kamu lagi overdosis" ujar Selena membuat Kenzo melotot
"Hahaha, overdosis gak tuh?" tawa Amy
Usai sarapan pagi Kenzo dan Amy berpamitan kepada Selena untuk pergi kerja.
_______
Amy sampai di kantor langsung ia bergegas sampai lari terbirit-birit, salah satu teman Amy yang melihat itu berteriak membuat Amy berhenti
"Woy Amy! Lo kenapa? Kaya di kejar setan aja" tanya nya yang bernama tg Ririn
"Hehe gk papa Rin, gue duluan ya" pamit Amy pergi Ririn yang melihat nya hanya geleng-geleng kepala
_______
"Tok tok"
"Misi pak, ini berkas nya" ujar Amy menaruh berkas di atas meja Dikta
"Misi, misi. Lo kira visi misi" ujar Dikta
"Hehe maaf Pak, permisi maksudnya" ujar Amy terkekeh
"Ini ada lagi berkas yang harus kamu selesaikan!" ujar Dikta memberikan beberapa bekas pada Amy, Amy yang mengambil nya kesel dengan mulut yang tak berhenti komat kamit.
"Yaudah sana, kerja!" tegas Dikta dan Amy pun berlalu pergi
_______
"Ugh, selesai!" ujar Amy meregangkan tubuhnya
"Waktunya makan siang, ajak Ririn ah" gumam Amy keluar dari ruangannya
__ADS_1
"Rin! Ririn!" teriak Amy berlari kecil menghampiri Ririn
"Iya, ada apa Amy?" tanya Ririn
"Makan siang yok! Gue laper perut gue udah minta di isi" rengek Amy memegang perutnya
"Yaudah, kuy lah" ujar Ririn
Drettt drettt, ponsel Amy berbunyi di dalam saku nya. Ia, mengambil nya dan tertera nama Pak Dikta.
"Pak Dikta" ujar Amy yang mengerti tatapan Ririn
"Halo, ada apa, Pak?" tanya Amy
"Keruangan saya sekarang!" perintah Dikta
"Oke" panggilan pun terputus
"Rin, lo duluan aja, gue masih mau ke ruang Pak Dikta!" ujar Amy
"Okey" ujar Ririn berbalik pergi
______
Tok tok,
"Ada apa, Pak?" tanya Amy bingung
"Berkas yang saya kasih tadi udah selesai?" tanya Dikta memasukkan tangannya ke dalam saku celana.
"Ya ampun Pak, cuma itu aja? Ih kan bisa tanya lewat telfon aja, Amy udah dari tadi lapar nih perut aku udah minta di isi loh, Pak" cerocos Amy tanpa henti sambil memegang perutnya, mungkin efek karena terlalu lapar.
Dikta menatap Amy tajam, Amy yang menyadari ucapannya menutup mulutnya karena terlalu ceroboh, ia melirik ke arah Dikta yang menatapnya sangat-sangat tajam membuat nya mundur beberapa langkah
"Kau berani melawan ku, hm?" tanya Dikta dengan suara dingin yang entah ia ubah sejak kapan
"G-gak, Pak, Amy gak ngelawan" ujar Amy menggeleng takut
"Hm, sepertinya kamu harus di hukum baby..." ujar Dikta membelai pipi Amy
'Apa sih, sok-sok banget, orang tua gue aja gak pernah hukum gue' batin Amy kesal
"Pa-, mphh" Sebelum melanjutkan ucapannya Dikta langsung melvm4t b1b1r ranum milik Amy membuat ia terkejot-kejot.
Amy terbuai oleh lvm4tan Dikta membuat ia memejamkan matanya, lima menit berlalu Amy teringat sesuatu. Ya, ia lupa bahwa akan makan Siang bersama Ririn. Amy melepaskan t4ut4nya paksa
"Pak!" pekik Amy keras tanpa sadar
__ADS_1
"Hmm" Dikta hanya berdehem sambil menyeka b1b1rnya
"Bapak keterlaluan!" ujar Amy pergi, sebelum ia benar-benar keluar dari ruangan Dikta ia menoleh kebelakang dan melihat Dikta yang tersenyum kearah nya, Amy yang melihat senyum Dikta mencibikkan bibir nya dan pergi
"Dia pikir dia siapa, sangat berani menyentuh ku bahkan mengambil first kiss sampai dua kali, kalau tidak aku ingin di penjara sudah lama aku bunuh dia, Bos nyebelin, si4lan" umpat Amy tanpa henti
_______
Dikta tersenyum saat mengingat beberapa menit yang lalu bercivm4n dengan Amy
"Manis" gumam Dikta
Tiba-tiba ia merasakan getaran aneh dalam dirinya
"Apakah aku tersengat listrik"ujar Dikta memegang dadanya
"Akh, ada apa dengan ku? Apakah aku jatuh cinta pada Amy? Tidak, aku tidak mungkin jatuh cinta pada gadis konyol itu" ujar Dikta menepis perasaan apa yang sedang menghampiri nya saat ini, sampai-sampai dada nya berdetak sangat kencang.
_______
Ririn yang sudah menunggu Amy dari tadi sangat kesal karena ia tak kunjung menampakkan batang hidungnya, Ririn melihat Amy berjalan kearah nya pun berteriak memanggil Amy
"Amy... " teriak Ririn melambaikan tangannya
Amy yang melihat Ririn pun segera berlari kecil dan sampai...
"Kok lo lama amat sih, karatan gue nungguin lo" kesal Ririn
"Tadi Pak Dikta nyi--" Amy membulatkan matanya hampir saja ia keceplosan bisa-bisa ia jadi bahan gosipan di Kantor
"Kenapa?" tanya Ririn memicingkan matanya
Ck! Gak papa tadi aku habis ngambil berkas" ujar Amy berbohong
"Ohh" Ririn hanya ber'oh ria
"Pesan makanan gih!" ucap Amy
"Mbak... " panggil Riri pada pelayanan dan pelayanan itu mendekat kearah mereka.
"Saya mau pesan yang ini, ini, ama ini" tunjuk Ririn pada buku menu
Skip
mereka selesai makan siang setelah melepaskan rasa lapar yang membuat perut mereka berbuny minta di isi
BERSAMBUNG
__ADS_1