
Cukup lama Dikta dan Amy berpelukan suara deheman membuat kedua orang yang baru jadian itu melepaskan pelukan nya dan menoleh kebelakang,mereka melihat Kenzo yang berdiri bersedekap dada sambil menatap tajam sang Adik, Amy menahan nafas nya melihat tatapan tajam dari Kenzo.
"Enak ya peluk-pekukan" ujar Kenzo
Suasana menjadi sangat menegangkan saat Kenzo berjalan kearah Amy dan mengangkat tangannya, sungguh Amy sangat takut ia sudah gemetaran dan keringat dingin, ia menutup matanya berfikir bahwa ia akan di tamp4r oleh Kenzo.
Tetapi detik kemudian ia tidak merasakan apa-apa...
"Hay brothers"
Amy membuka matanya perlahan, ternyata Kenzo sama sekali tidak menampar nya tetapi sedang bertos ber sama Dikta, Reza, dan Arga
Ririn yang melihat itu syok karena mengira Amy akan di tamp4r, Amy yang melihat Ririn terduduk pun menghampiri nya
"Lo gak papa?" tanya Amy panik
"I-its okay, gue kira Abang lo mau nampar lo" ujar Ririn menatap Kenzo yang juga menatap nya
"Lo kira gue tega namp4r adek gue, gil4 lo" celetuk Kenzo
______
Dikta dan Amy saat ini sedang duduk di taman dengan Dikta yang menggenggam tangan nya
"Yang, kamu mau ngak beli es krim?" tanya Dikta menatap Amy
"Iya, mau" ujar Amy antusias
"Sabar ya aku beli"
Dikta berjalan menghampiri penjual es krim dan memesan dua es krim dengan varian rasa vanilla dan coklat
"Nih" Dikta menyodorkan es krim rasa coklat, dan mendudukkan b0k0ngnya di samping Amy
"Enak, ngak?" tanya Dikta
"Enak, pake banget" jawab Amy dengan mulut belepotan bak anak kecil
"Mulut kamu belepotan tuh" ujar Dikta menunjukan kearah samping b1b1r Amy
__ADS_1
"Mana sih?" tanya Amy yang mencari-cari es krim yang menempel tapi tak kunjung ia temukan
Dikta mendekat kan wajahnya hingga memisahkan beberapa senti saja membuat Jantung Amy serasa seperti di pompa
"Nih, kamu kalau makan kek anak kecil aja" ujar Dikta menunjukkan sisa es krim Amy yang ada di tangan nya
"Hum pengen peluk"
Tanpa menunggu persetujuan dari Amy Dikta langsung memeluk pinggang ramping Amy, refleks Amy tersentak
"Yang, kamu apa-apaan sih? Ini tuh tempat umum" pekik Amy
"Sttt, gini dulu aku masi pengen peluk kamu" gumam Dikta dan Amy hanya pasrah
Seorang pasangan suami istri yang sedang melintas di depan Amy tersenyum dan berkata...
"Wah, suami nya posesif banget ya"
"Kamu mau kayak gitu, sayang?" tanya suaminya yang mendapat tabokan dari sang istri kemudian mereka pun pergi membuat Amy tersenyum tipis
"Cie kok senyum-senyum gitu?" goda Dikta membuat Amy memukul lengannya
"Aish, kamu sih posesif banget baru jadian juga" ujar Amy bangkit dan meninggal kan Dikta
***
"Akh! Bangs4t lu Dikta, bos nyebelin, gue malu tau" kesal nya mengingat kejadian beberapa menit lalu, Amy menendang-nendang kaleng, hingga tanpa sadar kaleng itu mengenai kepala botak orang yang sedang menelpon di samping jalan yang tak jauh dari taman
Brukh!
Amy dengan cepat berbalik pura-pura mengambil handphone nya yang ia jatuh kan untuk mengalihkan perhatian orang itu.
"Siapa, yang lempar kaleng ini ke kepala gue, ha?" teriak nya mencari si pelaku
'Mampus gue, Dikta plis tolongin gue huaaa' batin Amy sambil mengambil handphone nya
Orang itu menatap tajam Amy yang sedang berjalan santai seakan-akan tak terjadi sesuatu
"Om! Itu orang yang nendang kaleng ke kepala om" tunjuk bocah laki-laki yang melihat bahwa Amy yang menendang kaleng tersebut, membuat orang itu menatap tajam Amy.
__ADS_1
"Oh, jadi kamu" ucap nya yang ternyata adalah preman
"B-bukan saya Om!" panik Amy
Untung lah Dikta datang tepat waktu membuat Amy sedikit lega,
"Kenapa ini?" tanya Dikta yang baru sampai
Preman itu menatap Dikta dari ujung kepala sampai ujung kaki sambil tersenyum smirk
"Lo harus tanggung jawab, karena udah nendang kaleng ke kepala gue!" perintah preman itu menunjuk Amy
"Tapi Amy ga--"
"Akh, banyak bacot lo, nih, sana pergi" ujar Dikta menyodorkan beberapa uang kepada si preman
Preman itu mencium uang yang di berikan oleh Dikta sambil melambaikan tangan berjalan meninggal kan Dikta dan Amy.
______
Disisi lain, Kenzo sedang berdiri di depan parkiran menunggu hujan reda, sesekali melirik arloji yang melingkar di tangan nya, karena sudah hampir larut malam ia takut akan membuat Bunda nya khawatir.
"Nih hujan, kapan sih berhenti nya?" kesal Kenzo mondar-mandir di depan parkiran
Karena lama menunggu hujan yang tak kunjung berhenti, akhirnya Kenzo tertidur di kursi yang ada di parkiran, cukup lama tertidur Kenzo terbangun dan ternyata hujan sudah lumayan reda.
Kenzo berdiri menaiki motornya, melihat jalan yang hampir semakin sepi.
"Kalau tau mau hujan deras kek gini, mending gue bawa mobil aja, t0l0l banget sih" maki Kenzo memukul motornya dan menancap gas nya
Ia menerobos jalan kota yang sepi, tanpa ia sadari sebuah truk sedang melaju kearah nya, Kenzo tertabrak oleh truk itu hingga membuat ia terpental jauh.
Brukkk!
"Aaakh!"
Dar4h membanjiri kepala Kenzo yang terbentur di pembatasan jalan dengan cukup keras, ia memegang kepala nya karena sakit yang luar biasa dan penglihatan nya pun menjadi kabur.
Sebelum kesadaran nya benar-benar hilang, sekilas ia melihat ada seseorang orang yang menghampiri nya.
__ADS_1
"Astaga, Kenzo!" pekik orang itu kaget melihat Kenzo yang bersimbah dar4h, kemudian Kenzo pun hilang kesadaran.
#BERSAMBUNG