I'm mother?

I'm mother?
Gagalnya rencana awal


__ADS_3

Nyonya Clarissa sedang berdiri melihat ke arah taman di belakang rumahnya, biasanya Chayra selalu duduk di bangku yang ada di bawah pohon mangga saat malam hari tiba.


Nyonya Clarissa ingat saat Tadi dia mengusir putri bungsunya tanpa membawa apapun, Chayra pergi hanya dengan pakaian yang di kenakannya dan tas lusuh yang sering dia pakai.


'Tidak aku tidak peduli padanya, gadis itu Sudah membuatku malu.' pikirnya.


Entah kenapa dia begitu membenci Chayra, setiap kali melihat wajah putrinya itu, dia teringat akan rasa sakit yang di torehkan oleh mantan suaminya. Wajah Chayra begitu mirip dengan ayahnya hingga dia sangat membenci nya.


Nyonya Clarissa menggelengkan kepalanya, "Yang ku lakukan Sudah benar. Chayra hanya akan membuat malu diriku."


Berbeda dengan kedua anaknya yang Lain, Kevin dan keanu sedang duduk di kamar mereka dengan pemikirannya masing - masing.


Kevin teringat tangisan pilu dari adiknya yang memohon dan mengiba pada ibunya, namun karena dia yang terbiasa melihat dan mengikuti perlakuan Ibunya pada Chayra selama ini merasa puas karena adiknya itu di usir dari rumah.


Sedangkan Keanu ada sedikit rasa iba melihat Chayra bersimpuh memohon supaya Ibu mereka percaya, ada rasa ingin dia menolong adiknya itu namun apa daya rasa sayangnya pada Sang Ibu membuatnya menutup Mata selama ini. Dan dia pun tidak berniat melakukan apapun selain menjadi penonton saat pengusiran Chayra yang di lakukan oleh Ibunya.


Dan ada satu orang yang begitu bahagia dengan pengusiran yang di lakukan Nyonya Clarissa pada putrinya sendiri.


"Akhirnya kita berhasil mengusir si cacing My." Kata Sheryl pada ibunya lewat sambungan telefon.


"Bagus sayang, satu per satu rencana kita berjalan dengan baik."


"Iya My dan kemari tante Clarissa membelikanku Mobil."


"Ha..ha.. Bagus sayang, Mommy bangga sama kamu."


"Sheryl gitu loh." ucap Sheryl bangga.


"Ya Sudah lebih baik kamu istirahat sekarang."


"Iya mommyku yang Cantik, selamat malam."


"Malam juga sayang."


...************...


Di sebuah kamar kos Chayra yang baru tiba beberapa saat yang lalu langsung membersihkan badannya, dia merasa tertolong karena teman satu - satunya yang dia miliki datang membantunya.


Sebelumnya Chayra menghubungi Rani sahabatnya dan dengan cepat Rani langsung menjemputnya.

__ADS_1


Beruntung di tempat kos yang Rani tempati terdapat kamar kosong dan ada perabotannya yang sengaja di tinggalkan oleh penghuni sebelumnya serta terdapat kamar mandi di dalam kamar kos tersebut.


tok tok tok


"Ya?" Chayra yang baru saja selesai mandi langsung membuka pintu kamarnya.


"Nih." Rani memberikan kantong lastik yang dia bawa pada Chayra, " Kamu pasti Belum makan."


Chayra menerima kantong plastik yang berisi makanan itu, " terima kasih."


"Kamu pasti belum makan dan maaf aku ga bisa menim kamu malam ini, soalnya aku mau tidur besok sif pagi." Jelas Rani.


"Iya sekali lagi terima kasih ya Rani." Ucap Chayra.


Rani pun mengangguk lalu berbalik dan berjalan kekamarnya sendiri.


Chayra duduk di lantai dan membuka bungkusan makanan yang di berikan oleh Rani, diapun langsung memakannya karena perutnya belum di isi sejak pulang bekerja dari kafe lalu di hadapan dengan pengusiran yang dia alami.


Tanpa terasa Air matanya mengalir kembali, Andai wajahnya tidak mirip Sang ayah mungkin dia tidak akan di perlakukan seperti ini, Andai Dulu ayahnya setia pada ibunya mungkin dia akan hidup bahagia.


Kata Andai yang selalu hinggap di dalam pikirannya adalah hal yang mustahil baginya.


Chayra membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dan memejamkan matanya, hari ini dia benar - benar lelah bukan hanya lelah fisik tapi juga bathinnya. Chayra berharap esok akan baik - baik saja.


Keesokkan harinya Chayra Sudah rapih, dia akan pergi ke kampus dan berharap fitnah itu tidak Sampai ke sana.


"Bismillah." Chayra pun melangkahkan kalinya keluar kabar dan berangkat menuju kampus dengan menaiki angkutan umum.


Hal yang aneh pun dia rasakan ketika masuk ke area kampus, semua mahasiswa memperhatikan dan membicarakan Chayra.


Chayra berusaha mengabaikan mereka dan berjalan menuju jelasnya.


Baru saja Chayra hendak duduk, seorang mahasiswa memanggilnya dan mengatakan jika dekan ingin berbicara dengannya.


Dengan perasaan tak menentu Chayra berjalan menuju ruang dekan.


Ternyata tidak hanya dekannya saja yang ada di dalam ruangan itu ada dua orang lainnya di sana dan Chayra mengenal salah satunya yang merupakan ketua yayasan di kampus itu.


"To the point saja ya Chayra, ini mengenai kabar yang beredar di luaran sana." kata Pak Hamid ketua yayasan di kampus tersebut.

__ADS_1


"Kamu mahasiswa yang berprestasi tapi kabar yang beredar sangat merugikan dan banyak yang ingin kamu di keluarkan juga dengan terpaksa bea siswa kamu kami akan tangguhkan Sampai kamu bisa membuktikan jika kamu bersih."


"Karena nilai akademis kamu Bagus, kami akan mempertimbangkan untuk tidak mengeluarkan kamu dari kampus ini." Sambung Pak Dekan.


Chayra mengangguk, "Terima kasih, karena saya masih di perbolehkan untuk menyelesaikan pendidikan saya."


Setelah berpamitan Chayra kembali ke ruang kelasnya walaupun semua yang ada di ruangan itu memberikan tatapan mencemooh padanya tapi Chayra berusaha tidak peduli. Dia memutuskan untuk duduk di bangku paling belakang.


Sementara itu ada yang tidak suka dengan kabar tidak di keluarkannya Chayra dari Universitas negeri tersebut.


"Padahal aku Sudah menyebarkan berita itu ke seluruh mahasiswa, tapi dia hanya di putus beasiswanya saja." Sheryl terlihat tidak suka karena rencana ya gagal.


"Chayra salah satu mahasiswa yang nilai akademisnya Bagus, itu yang jadi pertimbangan dari Dekan." Jawab Jesi sahabat dari Sheryl.


"Tapi kabar itu setidaknya membuat para donatur geram." sambung Jesi.


"Aku tidak puas dengan semua ini, aku ingin si cacing benar - benar terpuruk hingga bunuh diri." Ucap Sheryl dengan penuh kebencian.


"Sini tak bisikin." kata Mira yang sejak Tadi hanya diam memperhatikan kedua Sahabatnya itu.


"Kamu tuh biasanya ngasih ide yang receh Tau." kata Jesi.


Mira mencebik kesal, "kali ini ode aku brilian loh."


"Awas kalau ga Bagus." ancam Sheryl.


Mira pun mendekati Sheryl dan membisikan rencana yang Bagus untuk menjebak Chayra.


Sheryl terlihat mengangguk dan tersenyum lebar mendengar ode dari Sahabatnya itu.


"Tumben pinter." puji Sheryl pada Mira.


"Aku tuh cuma pura - pura bodoh." jawab Mira.


Jesi menatap Mira tidak percaya, "Bukannya kebalik."


Mira melirik malas pada Sahabatnya yang selalu menjelekkan dia, "Iri bilang bos, ahay."


Sheryl tidak perduli dengan perdebatan kedua Sahabatnya itu, yang penting dia harus memikirkan cara supaya ide dari Mira bisa secepatnya terlaksana.

__ADS_1


Dia tidak sabar ingin melihat kehancuran dari sepupunya itu, semakin cepat Chayra tersingkir semakin cepat dia bisa menguasai Tantenya.


__ADS_2