I'm mother?

I'm mother?
keputusan Chayra


__ADS_3

Chayra masih duduk di halte, dia bingung harus pergi kemana karena dia tidak Memiliki teman lainnya ataupun tempat yang bisa di datangi.


Namun Chayra tanpa sengaja melihat seorang wanita yang sedang mengandung berjalan cepat dengan memegang perutnya dan terlihat kesakitan, Chayra pun menghampiri wanita itu karena kebetulan halte itu sepi sejak Chayra duduk di sana.


"Mbak, Mbak kenapa?" tanya Chayra pada wanita hamil itu.


"Tolong saya, sepertinya saya mau melahirkan dan sejak Tadi ada yang mengejar saya Mbak." Jawab Wanita itu dengan wajah yang pucat dan ketakutan.


Chayra melihat ke arah belakang wanita itu dan benar saja ada beberapa orang yang memakai pakaian serba hitam berjalan mendekat, Chayra membantu wanita itu dengan membawakan tasnya lalu Chayra mengajaknya ke bidan yang ada di sekitar halte itu.


"Mbak, bagaimana jika kita ketahuan?" tanya Wanita itu pada Chayra ketika Chayra membawanya berbelok ke sebuah yang yang tak jauh dari halte.


"Kita nyelip di Ibu - Ibu pengajian aja Mbak." Jawab Chayra yang memapah wanita hamil itu ke rombongan Ibu - Ibu yang hendak pergi ke pengajian.


Setelah lolos dari kejaran pria - pria itu, Chayra membawa wanita itu ke bidan terdekat.


"Sepertinya kita harus ke rumah sakit Mbak, karena keadaan ibu hamil sangat memprihatinkan."Ucap bidan tersebut.


Chayra yang tidak tega melihat wanita itu pun setuju dan membawanya ke rumah sakit dengan diantara oleh Mobil bidan itu.


Chayra benar - benar gelisah walaupun wanita itu bukan siapa - siapanya tapi dia berharap Wanita itu melahirkan dengan selamat dan bayinya lahir dengan sehat.


Satu jam Chayra menunggu dengan penuh harap dan saat pintu ruang bersalin terbuka dia langsung menghampiri dokter yang menangani wanita itu.


"Bagaimana dokter dengan Mbak Shintya?" tanya Chayra. Dia mengetahui nama wanita itu saat dia mengambil kartu identitasnya di dalam tas untuk keperluan administrasi.

__ADS_1


Dokter menepuk pelan pundak Chayra dengan tatapan iba, "Alhamdulillah bayinya selamat, namun maaf kami tidak bisa menyelamatkan Sang Ibu."


Chayra mundur satu langkah dengan perasaan yang berkecamuk di dadanya, "tidak dokter."


"Lebih baik hubungi suaminya untuk mengurus pemakaman." kata dokter itu.


Sebelum dokter itu berlalu, Chayra menjelaskan hubungan ya dengan wanita malang itu.


"Jadi kamu tidak kenal wanita yang melahirkan Tadi?" tanya dokter tidak percaya.


Chayra menggelengkan kepalanya, "Dari dalam tas hanya ada KTP dan alamatnya di daerah Banten tapi tidak ada ponsel atau apapun."


Dokter menghela nafas kasar, "Mungkin kami akan bantu memakamkan wanita itu dan bayinya akan kami serahkan ke panti asuhan."


Dokter itu menatap ragu pada Chayra, "Tapi Tadi kamu bilang jauh."


"Saya Sudah berjanji pada Mbak Shintya untuk merawat anaknya Sampai keluarga Mbak Shintya datang."


"Baiklah kalau begitu."


Jenazah Shintya di makamkan oleh pihak rumah sakit, lalu Chayra membawa bayi malang itu bersamanya. Beruntung ada salah satu perawat yang memberitahukan jika ada rumah kontrakan yang tidak jauh dari rumah sakit.


Setelah mendapatkan tempat tinggal , Chayra berbicara dengan pemilik kontrakan dan menjelaskan siapa bayi yang dia bawa.


Pemilik kontrakan itu sempat ragu dengan cerita Chayra Tapi perawat yang memberitahukan kontrakan itu tiba dan membantu menjelaskan.

__ADS_1


"Sus, terima kasih." ucap Chayra.


"Saya juga tinggal di sini, jadi mbak tidak perlu sungkan jika butuh sesuatu." ucap Suster itu.


Chayra mengulurkan tangannya, "Chayra sus."


"Tina, panggil saja saya Tina." ucap Suster Tina.


Chayra pun masuk ke dalam kontrakannya dan bersyukur karena ada kasur dan lemari plastik serta kompor gas yang di tinggalkan penghuni sebelumnya.


tok tok tok


terdengar Suara ketukan pintu, Chayra yang baru selesai mandi membuka pintu kontrakannya.


Tina menyerahkan dua kantong plastik untuk chayra.


"İni apa mbak?" tanya chayra.


"İtu makanan dan juga susu sama botol dotnya, aku yakin kamu belum beli." jawab Tina.


"Terima kasih Mbak." Ucap Chayra.


Di belakang Tina pemilik kontrakan datang dengan paperbag dan memberikannya pada Chayra, "Ini ada baju bekas cucu saya, walaupun bekas tapi moga masih bisa di pakai."


"Terima kasih bu." Chayra sangat bersyukur masih ada orang baik di sekitarnya.

__ADS_1


__ADS_2