I'm mother?

I'm mother?
Fitnah lagi


__ADS_3

Chayra pun harus mencari cara supaya bisa membiayai kuliahnya juga kamar kos yang dia tempati.


Selain bekerja di kafe, Chayra pun menjual Gambar desain pakaian yang dia buat ke salah satu butik ternama di Jakarta. Walaupun hasil karyanya menjadi hak paten butik itu yang penting Chayra bisa mendapatkan uang.


Dan Chayra senang setiap desain yang dia buat selalu menjadi pakaian yang menjadi brand di setiap peluncurannya.


Chayra berharap suatu saat nanti dia bisa Memiliki butik sendiri dan Memiliki hak paten atas semua desain yang dia buat.


seperti biasa Chayra kuliah di pagi hari, entah kenapa hari ini dia merasa akan terjadi sesuatu yang menimpa dirinya. Namun Chayra berusaha berpikir positif karena dia tidak mau ketinggalan pelajaran.


"Chayra."


Chayra menoleh, "Ya?"


"Kamu Chayra kan?" tanya seorang wanita yang seumuran dengannya.


"Ya benar, kamu sendiri?"


Wanita itu tersenyum dan menyerahkan sebuah paperbag pada Chayra, "Tadi ada yang titip ini buat kamu."


"Dari siapa?" tanya Chayra lagi, tapi wanita itu sudah pergi begitu saja.


Chayra ingin mengejar wanita itu, hanya saja dia hampir terlambat mengikuti pelajaran pagi ini. "Nanti sajalah aku cari Dia."


Chayra pun lanjut ke kelas yang akan dia ikuti dengan membawa paperbag itu.


Saat Dosen sedang menjelaskan materi pelajaran, Pak Dekan masuk bersama seorang security.


"Maaf mengganggu ." Ucap Pak Dekan pada Dosen yang mengajar.


"Tidak apa - apa Pak." jawab Dosen yang mengajar, "Memangnya ada apa Pak?"


"Begini Pak, saya mendapatkan pengaduan dari dua orang mahasiswa jika mereka kehilangan ponselnya." Ucap Pak Dekan.


"Apa salah satu mahasiswa yang kehilangan ada di kelas saya?" tanya Pak Dosen.


"Bukan, tapi terduga pelakunya ada di sini." Jawab Pak Dekan.


Chayra terus memperhatikan mereka berbicara di depan sana dan merasa aneh.


"Siapa Pak?" tanya salah satu mahasiswa di kelas tersebut.


Pak Dekan menoleh ke arah Chayra, "Chayra."


Deg.... Apa dia tak salah dengar, Chayra menggelengkan kepalanya karena dia tidak Tau menahu soal pencurian tersebut.


"Geledah Chayra Pak Asep." Pak Dekan meminta security memeriksa tas Chayra.


Sekurity itu pun berjalan menghampiri Chayra dan memeriksa isi tas Chayra, namun dia tidak menemukan apapun di dalam sana. sekurity itu melihat paperbag di samping Chayra.


"Itu apa?" tanya sekurity itu pada Chayra.

__ADS_1


Chayra menyerahkan paperbag itu, "Saya tidak Tau isinya apa, tapi Tadi ada seseorang yang memberikan paperbag itu pada saya."


Sekurity memeriksa paperbag itu dan mengeluarkan isinya yang ternyata berisi dua buah ponsel dan sebuah dompet.


Chayra terkejut melihat isi paperbag tersebut.


Sekurity itu menyerahkan paperbag beserta isinya pada Pak Dekan.


"Chayra ikut ke ke kantor!" seru Pak Dekan pada Chayra.


Mau tidak mau Chayra mengikuti Pak Dekan.


"Saya tidak menyangka jika kamu berbuat seperti ini Chayra." Ucap Pak Dekan.


"Pak, saya tidak mencuri Tadi ada seseorang yang memberikan paperbag itu pada saya." kata Chayra.


"Tapi semua saksi bilang kamu yang ambil." Ujar Pak Dekan.


"Saya benar - benar tidak mencuri." Ucap Chayra pelan.


Pak Dekan menghela nafas kasar, dia pun menoleh pada kedua mahasiswa yang kehilangan, "Barang kalian Sudah kembali jadi apa pencurian ini selesai dengan damai?"


"Saya cuman berharap di kampus kita bebas dari pencuri." Kata salah satu mahasiswa.


Chayra berharap dia tidak di keluarkan dari kampus karena dia tidak mau usahanya selama ini jadi sia - sia.


Pak Dekan pun ragu namun demi nama baik Universitas maka dia harus memutuskannya, "Maaf Chayra, kamu di keluarkan karena dua kali kamu Sudah membuat masalah."


"Silahkan keluar."


Chayra dengan langkah gontai keluar dari ruangan dekan. Dan di luar ternyata banyak mahasiswa yang menyorakinya.


"Dasar maling."


"Pergi sana lo."


"Pergi yang jauh."


Dan masih banyak lagi hinaan dan cacian yang di tujukan padanya.


Chayra memutuskan kembali ke kosan untuk menenangkan pikirannya tapi dia terkejut ketika melihat Ibu kos dan sebagian penghuni kos berkumpul di depan kamarnya.


"Assalamualaikum."


"Ini dia nih malingnya nongol!" Seru Ibu kos.


'Ya Alloh apalagi ini.' pikir Chayra.


"Kamu tuh ga Tau malu, udah di tolong malah nyuri uang temen sendiri."Cecar Ibu kos.


Chayra melihat Rani yang sedang menangis, "Rani?"

__ADS_1


"Ira, kalau kamu butuh uang bilang, jangan nyuri kayak gini." ucap Rani dengan terisak.


Chayra menggeleng, "Aku ga ngambil uang kamu."


"Lalu ini apa?" Ibu kos memperlihatkan sebuah amplop di dalam bantal yang ada di kamar Chayra.


"Aku tidak Tau."


"Bawa kepolisi aja biar kapok." usul salah satu penghuni kos.


"Iya, jangan di biarin."


"Ran, sumpah aku ga nyuri." Ucap Chayra.


"Pergi Ira!" pekik Rani.


"Ambil barang kamu dan pergi dari sini, kalau tidak saya lapor polisi." Bentak Ibu kos.


Chayra menatap nanar pada Rani, dia tidak Tau siapa yang menjebaknya dan ini terlalu kebetulan serta bersamaan dengan fitnah di kampus Tadi.


Chayra masuk ke dalam kamar kosnya dan mengambil semua pakaian dan barang yang dia miliki, sebelum pergi Chayra menghampiri Rani dengan perasaan kecewa, "terima kasih karena Sudah menolongku kemarin."


"Udah pergi sana." usir Ibu kos.


Chayra pun meninggalkan kosan itu dan berjalan menuju halte yang ada di ujung Jalan, dia tidak Tau harus pergi kemana lagi sekarang.


Tak lama kemudian ponselnya berbunyi, "Hallo."


"Chayra mulai sekarang kamu ga usah ke kafe lagi."


Chayra melihat nama yang tertera di layar ponselnya dan melihat nama Indah pemilik kafe tempat dia kerja. "Tapi bu."


"Saya tidak mau ada pencuri bekerja di kafe saya, jadi kamu saya pecat."


"Bu, saya bisa jelaskan semuanya."


"Maaf, keputusan saya Sudah bulat nanti gaji kamu bulan ini saya transfer. Selamat siang."


Chayra tak kuasa lagi menahan tangisnya, dia tidak menyangka akan terjadi hal seperti ini di dalam hidupnya.


Karena tuduhan mencuri dia di keluarkan dari Universitas negeri yang sangat dia impikan, dia belajar siang dan malam demi mendapatkan beasiswa di Universitas itu.


Kini impiannya hancur, dia juga kehilangan pekerjaan serta tempat tinggal. kemana lagi dia harus pergi sedangkan temannya hanya Rani dan sekarang Rani sendiri yang sudah menghancurkan pertemanan mereka dengan kebohongannya.


Chayra benar - benar putus asa dan rasanya ingin menghilang dari dunia ini.


Di balik kesedihan seorang Chayra, ada orang - orang yang sedang merasakan kehancuran yang di alami oleh gadis malang itu.


"Akhirnya Chayra terusir dan semua tempat menolak dia ha... ha... ha..." Seru Sheryl yang sedang bahagia merasakan keberhasilannya kali ini.


"Gila mantap bener ide loe Mira." Ucap Jesica.

__ADS_1


Yang di puji pun tersenyum lebar, "Siapa Dulu Dong, Mira."


__ADS_2