I'M Princella.

I'M Princella.
2. Kedatangan Cella.


__ADS_3

***Negara A***


Seorang gadis berpenampilan biasa saja, dengan rambut panjangnya yang di gelung tinggi menggunakan sebuah kaca mata bening plus bertengger pada pangkal hidung mancungnya. Dia berdiri di area luar bandara, menunggu sebuah jemputan yang akan datang untuk menjemputnya.


Menggunakan sebuah kaos putih, celana jins biru robek pada beberapa bagian yang di padukan dengan sebuah jaket Levis usang. Tas ransel hitam pada punggung dan sebuah koper kecil menemaninya menunggu di sana.


Gadis yang terlihat culun namun manis, tetapi wajahnya yang tanpa makeup sama sekali menandakan jika gadis itu hanyalah gadis bisa saja. Tanpa kecantikan yang tidak akan bisa menarik perhatian dari siapapun? Wajahnya yang datar dengan tatapan dingin, masih setia menunggu hingga dering pada ponselnya terdengar.


Hari ini adalah kedatangan Cella di negara A, setelah 10 tahun kepergiannya dari negara itu. Negara yang penuh akan kenangan, baik dan buruk baginya dahulu.


"Hallo …!!" Sapa hati-hati Cella karena yang menghubunginya adalah nomer baru.


"Hallo, cepat ke parkiran depan. Aku berada di mobil berwarna merah dengan plat mobil nomer 5040. Langsung masuk saja." Ucap seseorang dari seberang telepon.


Sambungan telepon itu langsung terputus. Cella segera tahu siapa yang baru saja telah menghubunginya? Dia adalah Rihana Audison. Gadis yang akan berpura-pura baik dan bersimpati pada Cella, karena suatu alasan yang tidak bisa di ungkapkan pada siapapun?


Cella menghela nafasnya, ia sudah tahu akan seperti ini saat kedatangannya hari ini.


"Kau tidak pernah berubah Hana, kata mama sudah berubah…ternyata masih tetap sama, tidak ada yang berubah darimu sama sekali." Gumam Cella pelan sembari melangkah dan menarik koper kecilnya.


Cella melangkahkan kakinya ke arah parkiran depan bandara, diapun mencari mobil merah dengan plat mobil nomer 5040. Begitu mendapatkan apa yang ia cari? Cella mengetuk kaca mobil depan merah tersebut.


Ceklek … pintu mobil itu langsung terbuka oleh penghuni di dalamnya. Cella membuka pintu belakang mobil terlebih dahulu untuk memasukkan koper kecilnya, kemudian barulah ia masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi depan sebelah Hana.


Sekilas Cella melihat ke arah Hana yang terus sibuk dengan ponselnya, tersenyum senang pada sebuah media yang ada pada ponselnya. Tanpa berbicara sedikitpun Cella memasang sabuk pengamannya.


"Tidak bisakah kau berbicara dan menanyakan kabar? Apakah kau sudah bisu sehingga sulit untuk menyapa orang yang susah payah sudah menjemput mu?" Ucap Hana tanpa melihat ke arah Cella.


Cella mengerutkan keningnya karena Hana berbicara serta mengeluarkan komentarnya tanpa melihat ke arah lawan bicaranya. Hana tidak pernah berubah sejak dulu, masih tetap sama. Suka seenak hatinya, dan tidak bisa bersikap sopan padanya yang lebih tua 4 bulan darinya. Walaupun Cella tidak mengharapkan rasa hormat itu dari Hana.


Cella yang malas untuk berdebat dan banyak bicara kepada Hana, hanya menghela nafasnya perlahan lalu berkata. "Apa kabar Hana?" Tanya Cella dengan nada yang terdengar masih lembut.


Cella berusaha untuk bersikap biasa saja. Bukannya menjawab, Hana malah berteriak keras dan membuat Cella kaget hingga melihat langsung ke arahnya.


"Aaaaaaa……!!!" Teriak Hana melihat ke arah Cella.


"Ada apa?" Tanya Cella heran dan terkejut melihat ke arah Hana.


"Kau Cella…!?!" Antara pertanyaan ataukah teguran, entahlah yang tahu hanyalah Hana.


"Iya, aku Cella." Balas Cella menganggukkan kepalanya.


"Ya ampun Tuhan…" Ucapnya dengan pandangan yang seakan tidak percaya, lalu berubah dengan senyum meremehkan.

__ADS_1


"Kau tidak pernah berubah sejak dulu ya Cella… Bagaimana bisa kau betah hidup seperti ini selama 10 tahun kita tidak bertemu?" Ungkapnya dengan senyum mengejek ke arah Cella.


Cella terdiam, sudah dapat dia tebak. Hana akan selalu meremehkan dan merendahkan dirinya hanya karena penampilan fisiknya saja.


Hana lalu terdiam dan nampak berpikir.


'Apa rencana ini akan berhasil dengan penampilannya yang seperti gadis udik ini? Aku tidak berani yakin jika rencana ku dan papa akan berjalan dengan lancar.' Gumam Cella di dalam hatinya masih melirik ke arah Cella.


Cella yang hanya diam tanpa menjawab ucapan Hana. Membuat Hana tidak peduli, dia harus cepat pergi dan melancarkan kesenangannya hari ini bersama teman-temannya.


'Tapi ini akan menjadi hiburan yang sangat menarik. Hari ini kami tidak akan bosan karena ada dia yang menjadi bully di acara siang dan malam nanti.' Gumam Hana kembali senang di dalam hatinya.


Hana berencana membawa Cella pada reuni sekolah SMP mereka dulu. Kebetulan acara itu di adakan siang dan malam ini, bertepatan dengan kedatangan Cella. Sehingga dia yang meminta pada mama sambungnya untuk menjemput Cella di bandara, agar mereka bisa langsung pergi ke tempat reuni sekolah yang di adakan pada sebuah hotel besar dan ternama.


"Sudahlah." Ucap Hana tidak ambil pusing lagi.


Sebenarnya Hana sudah bisa menebak jika Cella masih jelek dan buruk dalam penampilannya sejak dulu. Akan sangat menyenangkan menyambut kedatangan Cella dengan sebuah hinaan dari teman-temannya. Setidaknya hinaan itu tidak terlontar dari mulut Hana, dia harus berpura-pura baik pada Cella karena sebuah alasan dan rencana yang di buat oleh papanya.


'Kau selalu menilai seseorang dari penampilannya saja, Hana. Apa ini yang di katakan oleh mama? Jika Hana sudah berubah, dia masih tetap sama suka menghina dan menilai orang rendah di matanya.' Gumam Cella di dalam hatinya.


Hana pun melajukan mobilnya dan meninggalkan bandara, menuju ke tempat tujuan mereka. Tanpa Cella ketahui jika sesuatu yang menarik menantinya hari ini.


...-----------------------------------------------...


***S.H. Hotel***


Di sepanjang perjalanan, kedua gadis yang berada di dalam mobil sama sama diam seribu bahasa. Mereka berdua seperti tidak saling mengenal sama sekali, Hana yang memang tidak menyukai Cella terpaksa harus menjemput saudari tirinya tersebut. Sedangkan Cella yang tidak di sukai oleh Hana, malas untuk berbicara dan membuka percakapan di antara mereka berdua, mereka tidak cukup dekat untuk saling mengobrol.


Cella hanya memandang pemandangan yang ada di luar mobil, suasana negara A sudah banyak perubahan dalam 10 tahun dirinya pergi dari negara itu. Terlintas dalam ingatan Cella akan kenangan buruknya dulu, rasa sakit itu kembali lagi ia rasakan. Genggaman tangannya kuat untuk meredam gejolak yang ada di dalam hatinya.


Cella heran saat mereka masuk ke dalam sebuah hotel besar. Perasaannya mendadak tidak enak akan hal ini, apa yang ingin di lakukan oleh Hana sekarang padanya?


Hana melihat ke arah Cella yang diam tidak bergeming. Dengan senyum tipisnya ia pun berkata pada Cella.


"Ayo kita turun, aku lupa memberitahukan kepadamu. Jika siang ini ada sebuah reuni sekolah SMP kita, dan kebetulan kau datang. Sekalian saja kau ikut dalam acara reuni hari ini." Ungkap Hana dengan senyum yang terbit pada bibir merahnya.


'Acara reuni sekolah SMP, sudah bisa aku tebak. Apa yang ingin kau lakukan? Kau sengaja mengajakku di saat penampilanku seperti gembel, sedangkan dia memakai sebuah gaun pendek yang terlihat elegan. Kau ingin mempermalukan aku.' Gumam Cella menebak rencana Hana di dalam hatinya.


"Apa kau tidak salah? Aku tidak ikut, aku bisa pulang menggunakan taksi saja." Balas Cella tidak ingin di permalukan.


"Tunggu dulu." Cekal Hana memegang lengan kanan Cella.


"Kau harus ikut, aku sudah terlanjur bilang kepada mereka kalau kau baru saja datang dari negara B dan akan ikut acara ini." Ungkapnya berbohong dengan mimik wajah yang memohon.

__ADS_1


Cella tahu jika itu hanyalah mimik sandiwara yang Hana lakukan, agar Cella luluh padanya. Cella bukan takut karena penampilannya, Cella hanya malas dan terlalu lelah hari ini. Dia ingin segera beristirahat dan membersihkan dirinya.


"Tapi aku lelah hari ini, Hana." Balas Cella dengan raut yang terlihat biasa saja.


"Tolonglah. Aku bisa malu jika kau tidak jadi datang. Padahal aku sudah bilang pada mereka jika akan mengajakmu yang juga sudah setuju untuk hadir." Ungkapnya.


"Kapan aku berkata setuju, Hana." Protes Cella karena tidak pernah mengucapkan kata setuju untuk datang ke acara tersebut.


"Maafkan aku, Cella. Aku yang membuat keputusan seperti itu, aku hanya ingin berbagi kebahagiaan ku padamu."


'Berbagi kebahagiaan mu padaku, tepatnya kau hanya berbagi penderita dan penghinaan untukku.' Gumam Cella di dalam hatinya.


"Ayolah aku mohon Cella, kalau kau ingin membersihkan tubuhmu terlebih dahulu. Bisa kau lakukan, kami mendapatkan satu kamar untuk tempat beristirahat selama acara berlangsung. Kau bisa menggunakan kamarku." Bujuk rayu Hana masih dengan raut wajah yang memohon padanya.


Cella terdiam dan menatap datar ke arah Hana. Usaha Hana membawa Cella tidak boleh sia-sia. Tidak akan seru jika Cella menolak untuk ikut masuk ke dalam.


"Aku mohon Cella." Mohon Hana pantang menyerah.


'Jika bukan karena kesenangan saat melihat mu terhina, aku tidak sudi memohon seperti ini padamu. Aku rela merendahkan diriku agar mendapatkan kesenangan hari ini. Apalagi jika kau dan dia bertemu? Apakah kau masih bisa hidup dengan tenang di negara ini?' Gumam Hana di dalam hatinya. Dia masih berharap jika Cella akan ikut serta ke dalam pesta.


"Begini saja, karena kau lelah. Kau istirahat saja dan kau tidak perlu ikut acara siang ini. Kau ikut acara nanti malam saja, kebetulan juga siang ini tidak banyak yang datang karena kesibukan mereka. Pesta makan malam yang akan banyak di hadiri oleh teman-teman lainnya. Bagaimana?" Bujuk rayu Hana.


Cella diam, dia tahu tidak akan mudah untuk menolak keinginan Hana. Diapun akan setuju dan mengikuti permainan yang ingin di mainkan oleh Hana hari ini.


'Baiklah aku akan ikuti kemauan mu. Mengalah bukan berarti aku tidak bisa apapun dan berbuat sesuatu untuk membalas mu. Aku ingin tahu apa yang ingin kau lakukan padaku? Sekian lama kita tidak bertemu, aku ingin tahu sampai mana kemampuan yang kau miliki, Rihana Audison.' Gumam Cella di dalam hatinya.


"Baiklah, aku akan ikut acara malam ini. Tapi untuk saat ini, aku terlalu lelah dan ingin istirahat sejenak." Ucap Cella mengalah.


"Iya. Siang ini kau tidak usah ikut. Kau istirahat saja dulu di kamar hotel, dan malam nanti kau harus ikut acara makan malam. Pasti akan sangat menyenangkan jika kita bisa berkumpul bersama dengan teman-teman yang lainnya." Ungkap Hana tersenyum senang.


"Baiklah." Setuju Cella.


Mereka pun keluar dari dalam mobil, dan langsung masuk menuju ke dalam kamar yang sudah di siapkan untuk mereka beristirahat. Hana cukup senang akhirnya Cella setuju untuk ikut, waluapun hanya acara makan malam. Itulah yang paling dan lebih penting, karena akan ada sebuah pertemuan yang tidak pernah ada dalam bayangan seorang Princella Johanes.


Dengan senyum kemenangan, Hana melangkahkan kakinya memasuki area loby hotel, dia dan cella menuju ke dalam kamar hotel yang sudah di siapkan oleh panitia acara reuni. Sedangkan Cella yang cukup lelah hanya akan mengikuti alur permainan Hana, tentunya dengan kewaspadaan pada dirinya sendiri seperti biasanya.


Saat ini Cella hanya ingin mandi dan tidur sejenak, agar tubuhnya kembali segar. Agar siap dan kuat untuk melawan Hana bersama rekan-rekannya malam nanti.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2