
"Rania!"kudengar seorang memanggilku.
"Radit? hei apa kabar?" ternyata Radit, teman bekerja q di sebuah restoran.
yah walaupun hidup ku di kelilingi oleh orang2 yang bekerja d dunia malam, tapi aq tak ingin hidup seperti itu. Aku ingin membuat dunia q, ibuku lepas dari dunia itu.
"Baru sampai? cepat gih ganti baju, hari ini sella gak masuk." ucap Radit
"oke"jawabku berlalu meninggalkan Radit.
Hari ini resto sangat ramai, sampai aq seperti tak ada waktu istirahat.D tambah sella yang tidak berangkat karna ibuny sakit. Seperti biasa jam 9 resto tutup, aq dan Radit beres beres lalu beranjak pulang.
"mau gue anter?" tawarnya ketika kami keluar resto
"Makasih, gak usah deh.. timbang 10menit jalan doang... sambil cari angin" jawabku sambil tersenyum
"beneran? nanti kamu d gangguin lagi sama om om d jalan sana?".
"dah tenang aja, dh biasa, mereka gak berani macem2"jawabku santai
"kenapa sih lu gak pindah aja. aku tuh khawatir sama kamu, itu lingkup yg gak baik buat kamu"
"makasih dit ,tapi aq gak bisa ninngalin ibu gitu aja. dia satu2nya harta ku. dia udah banyak berkorban buat aq"
__ADS_1
"oke deh, aq cuman kasih saran. aq tau gmn sayangny kamu sama Tante Jihan."
"y udah gue duluan y"
Aku mulai berjalan meninggalkan Radit, aq tau dia masih memandangi ku.yah, aq tau dia sangat khawatir padaku. Lima menit berjalan aq memasuki gang ke rumahku, sudah banyak wanita2 dengan dandanan menor dn baju seksi ny yang sedang beraksi d pinggiran jalan. menggoda dan menawarkan dirinya pada pria2 yang lellwat.
tak ku hiraukan mereka dn berlalu begitu saja.
"Rania!sini deh" kudengar Tante merri memanggil ku.
"Tante.. ada apa?"
"baru pulang? ibumu sakit y?kok gak nonggol?"tanyany
aku meliha sekeliling... iya TDK ada ibu. memang tadi pagi dia belum bangun saat aq berangkat,
"y udah Tante aq pulang dulu y".pamit q
"hati hati, tadi Tante liat ada Herman disana, kalo dia ganggu kamu.panggil Tante aja"yah walopu. Tante Merry mucikari disini, dia sahabat baik ibu. dia tau aq TDK ingin masuk dunia malam, krna itu dia selalu melindungiku dari pria2 yang ingin menggoda ku.
"makasih Tante, aq pamit dulu"kunerlalu meninggalkan Tante. mataku waspada melihat sekitar, siapa tau Herman si lelaki hidung belang itu ada dsini.
brukkk...aq tak sengaja menabrak seorang pria.
__ADS_1
"maaf?"ucapku menunduk lalu berlalu
"tunggu".kudengar pria itu menjawab. aq terhenti dn berbalik.. kulihat dia masih muda , mngkin 3tahun di atasku. dandanannya rapi,tampan lagi.Huh dasar lelaki, emang semua pria itu sama y. dandanny saja yang berkela, main ny juga ke tempat kayak gini
"Maaf, tapi saya tadi TDK sengaja. Anda TDK terluka kan?"ucapku jutek
dia memindaiku dari atas smpe bawah...
"Berapa tarifmu"
"Maaf, aq bukan seperti yang anda pikirkan"
"semua yang disini sama saja. Gak usah jual mahal"ucapny angkuh
"Anda lihat masih banyak yang nggangur tuh, silhkan tanya sja mereka"ucapku kesal
"aq mau kamu"
tak ku hiraukan dia, aq melangkah pergi.Tapi cekaln tangan ny menghentikan ku.
"mau aku paksa atau kau menurut saja".
"lepaskan aku bilang,"tanpa pikir panjang ku ijak kakiny dengan sangat keras. ia meraung kesakitan dn tangan ku terlepas. lalu aku berlari pergi.
__ADS_1
"hei tunggu!!" kudengar dia terus memanggilku...tak kuhiaraukan hingga smpe d depan rumah aq langsung masuk dn menutup pintu rapat2...
tapi pemandangan lain yang kulihat...