
Hari menjelang siang, Jihan sudah d izinkan pulang karna kondisinya sudah membaik.Setelah dapat izin dari dokter, Rania segera mengurus adminitrasi.Dan membawa ibunya keluar dari rumah sakit.Di depan lobi rumah sakit ternyata sudah ada Radit yang menunggu, ya tadi saat Radit menelpon menanyakan keadaan ibu nya dia blg sudah boleh pulang.Sehingga Radit menawarkan diri untuk menjemput mereka.Dia ijin keluar oleh bos restoran sebentar,untuk menjemputnya.Karna hari ini Rania sudah ijin libur,jadi tidak mungkin juga Radit untuk ijin libur.Karna hanya ada sella di restoran, jadi bos ny tentu tidak mengijinkan.
"Hai ran, Tante."sapa Radit melihat wanita yang diam diam dia sukai keluar
"Dit,Kamu dah lama?"
"Baru 10menit. mana ada barang yang mesti di bawa gak?"Tanya Radit,karn dia tidak melihat barang bawaan Rania
"gak dit, tadi malam cuman bawa ibu, dan tadi pagi dokter bilang udah boleh pulang.jadi Aq gak bawa baju ganti."jelas Rania
"Y udah , mari Tante"ajak Radit mambuka kan pintu untuk Jihan
""Makasih y nak Radit, maaf sudah merepotkan"
"sama-sama Tan, Radit seneng kalau bisa membantu"
Mereka pun masuk ke Ava**a hitam itu dan melaju membelah jalanan yang cukup ramai.di sepanjang jalan terlihat Jihan hanya memandangi jalan tanpa sepatah kata apapun.
"ini kamu pakai mobil bos,dit?"
"iya ran, tadi aq ijin sebentar sama bos.Trus dia kasih pinjem nih mobil"
"sella sendirian berarti donk disana?"
"iya, makanya aq langsung balik habis nganter kamu. paling nanti di bantu bos sebentar".
Mobil melaju sedang,karna jalanan hari ini nampak cukup ramai ,sekitar 30menit mobil itu sudah sampai di gang masuk rumah Rania. sesampainya di rumah yang cukup kecil itu,Radit lngsung menghentikan mobil ny.
"mari Tante,say bantu."ucap Radit membukakan pintu untuk Jihan
"makasih loh nak Radit"
""ayo mampir dulu"ajak Jihan
"makasih Tante, saya langsung saja. tadi cuman ijin sebentar,kasian sella kalau siang gini sudah mulai rame."tolak halus Radit. padahal ia juga masih ingin ngobrol2 dengan Rania,kapan coba dapat kesempatan bisa main ke tempat nya Rania.
"makasih loh dit, sekali maaf aq ngrepotin kamu."
"y udah, aq pamit y. mari Tante" pamit Radit masuk ke dalam mobil ny. di membunyikan klakson dan berlalu pergi.Rania dan ibunya memperhatikan mobil itu hingga berbelok di gang dan tak terlihat lagi.
Rania membuka pintu,dan menuntun ibu nya LLmasuk.Mendusukan nya di kursi lalu mengambil air minum.
"minum dulu Bu,aq cari makan dulu y Bu"
"hmmm..."
__ADS_1
"Ibu mau makan apa?"
"Beli nasi uduk d depan saja, jangan jauh2"
"y udah, Rania pergi dulu"
Sepertinya Rania, Jihan kembali melamun. dia teringat akan kejadian beberapa hagi lalu.
FLASHBACK ON
Siang itu Jihan sedang nongkrong d sebuah cafe tak jauh dari tempatnya tinggal. Karna rasanya bisa. jika siang hari begini selalu berada di rumah,ia memutuskan untuk sesekali keluar bersama Merry. tapi yang d ajak janjian tak juga datang. padahal sudah hampir stngh jam dia menunggu. Saat sedang menikmati kopi pesanan ny, dia seperti melihat seseorang yang d kenal nya masuk ke cafe itu.Dia memicingkan matanya, memperhatikan orang itu, mencoba mengingat dimana ia bertemu orang itu
"siapa y?aq kayak pernah ketemu... tapi sepertinya bukan pelanggan ku dech"batin ny masih mengingat ingat.
Pria tinggi,mungkin umurnya sekitar 60an dengan rambut yang sudah memutih,dan tahi lalat di sebelah hidung ny.
Pria itu duduk tepat d kursi sebelah Jihan, sambil terus melirik ke arah pintu. sepertinya dia ada janjian dengan seseorang.Tak lam seorang wanita bak sosialita masuk cafe dan mendekatinya.prianitu berdiri dan membukakan kursi untuk wanita itu.
"silahkan nyonya"ucapny.
lalu ia kembali ke tempatnya tadi duduk
Wanita itu nampak anggun,dan berkelas.Sepertinya dia bukan orang sembarangan, mungkin orang penting.Karna pria itu berlaku sangat sopan dan hormat padany.
"Bagaimana pencarian kamu?" ucap wanita itu membuka pembicaraan
"Bagaimana mungkin , saya sudah percayakan sama kamu. kenapa lama sekali"protes wanita itu
"maaf nyonya, ini kejadian sudah sangat lama.saya butuh waktu nyonya"
"apa tidak ada petunjuk..."
"ada cctv d sebuah rumah d daerah itu nyonya, tapi si pemilik sudah pindah beberapa tahun lalu. saya sedang mencari ny untuk bisa melihat rekaman cctv itu"
"baiklah, cepat temukan bayi itu."ucap wanita itu lalu berdiri dan beranjak pergi.pria itu ikut berdiri dn sedikit membungkukkan tubuh ny sebagai tanda hormat.
DEGG
"dia... pria itu".batin Jihan mematung,memperhatikan langkah pria tadi keluar dari cafe.
Dia ingat sekarang, pria yang di lihatnya itu adalah pria yang sama yang membuang bayi 25 tahun silam.Yah, dia yakin itu orang ny.Walaupun kejadian itu sudah lama dan saat itu keadaan yang sedikit gelap,tapi Jihan ingat betul ciri2 orang itu. Yang sangat membuatnya yakin adalah,tahilalat dsebelh hidung pria itu. sama persis seperti orang di malam itu.
Jika benar, berarti bayi yang di carinya adalah......
tidak mungkin, setelah sekian lama kenapa orang itu muncul lagi.Walaupun dia memang berharap dapat mempertemukan Rania dengan orang tua kandung ny.
__ADS_1
Mungkinkah kebenaran itu akan segera terungkap? Dan bagaimana nasib Rania nanti. Sebelumnya dia harus mencari tau dulu niat orang itu mencari bayi yang sudah sengaja d buang ny puluhan tahun lalu. Apakah mereka akan mengambil anak itu kembali, atau mungkin ada hal buruk lain ny.
Jihan masih melamun dengan pemikiran nya sendiri,saat tanpa d sadari nya ternyata sahabatnya,Merry sudah sampe dah duduk di depan ny.
"Say.... dh lama?" sapa Merry, tapi Jihan belum nggeh jika Merry sudah sampe
"Say... kamu kenapa?ngliatin siapa sih ?"ucap Merry sambil ikut memandang arah pandangan Jihan.
"Eh... kamu dah datang? kok aq gak sadar sih?"ucap Jihan kaget
"Yee... kamu ngelamun gitu. ada apa sih? "tanya Merry, Jihan masih terdiam. apakah dia akan menceritakan tentang pria tadi atau tidak.Karna hanya Merry yang tau tentang masa lalu ny, termasuk tentang Rania.
"gak papa, kayak tadi liat orang yang ku kenal "ucap Merry bohong. dia tidak ingin Merry tahu dulu jika dia bertemu dengan orang yang membuang bayi beberapa tahun silam .
akhirnya Jihan pun ngobrol dengan Merry di cafe itu, entah berapa lama mereka berada disana, tau tau uadh sore aja.
FLASHBACK OFF
Jihan mulai berpikir, apa mungkin dia mencari dan menemui saja pria itu...Tapi ,jika nanti dia malah berniat buruk dengan Rania.Ah.... entah lah,dia binggung dengan apa yang harus d lakukan ny.Apakah sebaiknya dia mengatakan siapa Rania sebenarny? Selama ini dia menganggap Rania seperti anak ny sendiri, dan dia juga tidak pernah mengatakan bahwa Rania adalah anak yang dia temukan. Setaunaya Rania taunya dia adalah ibu kandung ny. walaupun dulu Rania pernah menanyakan sosok ayah, tapi setelah dia menginjak dewasa Rania sudah TDK lagi mempertanyakan lagi. bahkan Rania sangat menyayangi nya,dn memintanya untuk berhenti jadi wanita malam.
"tok tok tok"
"ibu... ku kira ibu tiduran.kok masih duduk disitu aja."ucap Rania ketika membuka pintu masih terlihat ibu nya d tempat yang tadi.
"ini a beli nasi uduk, d makan dulu yuk" ajak Rania, dia lekas mengambil 2piring d dapur dn meletakan masing2 satu nasi uduk. di bukanya dn di berikan pada ibu ny.
"ibu, ada yang ibu pikirkan?"tanya Rania melihat wajah ibu ny.
"hmmm... sudah makan dulu, kamu pasti laper. ibu tidak apa apa kok."jawab Jihan
"ibu juga makan... aaaa" ucap Rania meyendokan nasi untuk menyuapi sang ibu.
"ayo Bu... Rania kan gak pernah nyuapin ibu.. aaaa"paksa Rania lembut.
Jihan pun akhirnya membuka mulutnya dn menerima suapan Rania. matanya tak kuat menahan air matany hingga mengalir begitu saja. tanpa terasa nasi mereka berdua habis.Jihan pun makan sambil tak kuasa menahan tangis ny. dia sangat terharu, dulu bayi mungil itu sekarang sudah menjadi wanita yang cantik. BAgaimana bisa ada orang tua yang tega membuang darah daging ny sendiri.
"ibu itu makan kok ambil nangis, kalau ada masalah, ibu bisa cerita sama Rania."ucap Rania mengelap air mata d pipi sang ibu.
"Apa kamu sayang ibu,ran?"
"Pertanyaan ibu aneh..."
"Aku anak ibu jelas aku sayang...."lanjut Rania
Jihan terdiam menunduk, lalu mengangkat wajahnya menatap Rania lekat
__ADS_1
"Jika kamu bukan anak kandung ibu...??"