
"Ya aku yang memberi tau Rania, maaf say. aku mendahului mu". Merry nampak keluar dari balik pintu.
Ternyata Merry sudah sejak tadi berada disana, dia tak sengaja mendengar perbincangan mereka dan akhirnya memutuskan untuk diam menunggu. Rania menoleh kearah Merry, dan tersenyum. Jihan tak menyangka jika selama ini anak ny sudah mengetahui status asliny.Bahwa dia bukan anak kandung ny, ia menatap nanar wajah Rania.
"Pasti saat itu kamu sangat terluka"ucap Jihan
"mengetahui bahwa kamu telah....."lanjut Jihan terputus.
"ibu tenang saja, aku pun bersyukur di temukan oleh wanita sebaik ibu. Dan aq lebih senang ibu menjadi ibuku."Jelas Rania
Mereka bertiga pun berpelukan haru. Jihan merasa agak tenang krna ia bisa mengungkapkan siapa sebenarnya Rania, dia bahagia Rania masih bisa menerima wanita sepertinya menjadi seorang ibu.
Hari ini Rania sudah bersiap untuk masuk kerja.Setelah kemaren dia ijin karna menjaga sang ibu. Terlihat Jihan keluar dari kamar saat Rania selesai bersiap.Jam menunjukan angka 7.
"kamu dah mau berangkat ran?" tanya Jihan
"ya Bu... ibu di rumah saja istirahat, itu aku udah beli nasi tadi buat sarapan ibu."tunjuk Rania ke sebuah prineing dengan nasi bungkus di atasnya.
"jadi kamu belum ada panggilan dari lamaran kamu?"
"belum Bu, mungkin nanti sepulang kerja aq cari2 info lagi,siapa tau ada perusahaan yang butuh keryawan."Rania itu sebenarnya lulusan S1,hanya saja lamaran nya di beberapa perusahaan belum juga ada panggilan, sehingga dia memilih berkerja di resto yang sekarang sampe menemukan pekerjaan yang lebih baik dan sesuai ijazah ny.
Begitu sampai di resto, Rania sudah disambut senyum hangat dari Radit.Ternyata dia sudah sampai terlebih dahulu,dan sengaja menunggu Rania.Mereka pun bergegas masuk dan bersiap siap. Tepat pukul 9 restoran buka, Semakin siang resto pun mulai ramai.Apalagi jika sudah jam makan siang. Siang itu Rania melihat pria waktu itu sedang duduk di salah satu kursi di dalam restoran. Dia pun mencoba untuk biasa saja, seakan tak tau dan tak mau tau kenapa pria itu ada disitu. Terlihat, pria itu sedang makan dan ngobrol dengan seorang lelaki dan satu perempuan. Mungkin yang mereka bicarakan adalah bisnis, karna dari dandanan nya terlihat seperti orang kantoran. Dengan jas mahal, dan seorang wanita dengan pakaian rapi juga rok pendek selutut y.
Tak berselang lama, pria dan wanita itu meninggalkan restoran Tapi tidak dengan pria malam itu yang tidak salah bernama arya.Saat Rania melewati meja nya setelah mengantarkan pesanan,pria itu memanggilnya. Sepertinya dia melihat Rania sejak tadi.
"Tunggu, "ucap pria itu mencekal tangan Rania.
Rania pun menyentakkan tangan pria tadi dan menatap tajam.Dia seakan tak perduli jika pria itu adalah pelanggan d restoran empat nya bekerja .
__ADS_1
"Ada apa tuan?Apa anda ingin memesan sesuatu?"Ucap Rania mencoba sabar.
"Kau..... kerja disini, jadi selain sebagai......"
"cukup tuan, jika anda tidak ingin memesan makanan lagi saya permisi."potong Rania hendak pergi.
"Baiklah, aku pesan makanan, tapi aku mau kau menemaniku makan." ucapan Arya itu membuat Rania menghentikan langkah ny.
"Anda tidak lihat, pelanggan sangat ramai tidak mungkin saya meninggalkan pekerjaan saya, permisi."
" Kalau begitu ku tunggu sampai kau selesai "
"Terserah....."ucap Rania ,dia tidak perduli ucapan Arya. Pasti pria itu hanya menggertak saja,mana mau orang seperti dia menunggu jam kerja ny selesai.
Sambil mengantarkan pesanan,Rania diam2 melirik ke arah Arya.Benar saja, pria itu dari tadi masih duduk disitu. Apa benar dia akan menunggu sampai Rania selesai, memang dia tak punya pekerjaan apa?. Radit dan sella yang melihat tingkah aneh Rania pun akhirnya bicara.
"Ran, kamu kenapa? kok dari tadi ngliatin orang ganteng itu.."Tanya sella.
"tadi sepertinya dia ngobrol sama kamu kan?aku lihat"jelas sella polos.
""Apa dia nungguin kamu?cie cie.... yang d tunggu pangeran tampan."goda sella.
"apaan sih. enggak lah,"jawab Rania kesal. akhirnya Rania pun menghampiri Arya yang masih setia menunggunya.Karna pelanggan sudah mulai sedikit menginjak hari yang sudah hampir gelap. Yah, restoran Rania memang hanya buka dari jam setengah 10 sampai jam 8.Bukan restoran besar, namun cukup ramai.
"Anda belum bosan disini?"Tanya Rania pada Arya.
"Saya punya nama, bukan anda"Jawab Arya datar
"yah saya tidak tau nama anda, kita tidak pernah berkenalan."Sanggah Rania jutek.
__ADS_1
"bukan ny kamu punya kartu nama saya."
"Oh... itu, sudah saya buang"jawab Rania santai.Arya menatap Rania binggung, jadi dia tidak tau atau bodoh. Siapa itu Arya praseja. Putra tunggal kelurga praseja, pewaris dari kakayaan keluarga praseja.Salah satu orang terkaya di negarany.
Biasanya wanita jika bertemu dia,akan mengejar2....tapi satu perempuan ini, ....di berbeda. Yah, semenjak pertama Arya melihat Rania, dia merasa penasaran pada ny.
Sebenarnya,Arya pernah melihat saat Rania berkelahi dengan 2 orang preman disuatu malam.Saat itu sebenarny dia ingin membantu,melihat seorang wanita d keroyok dua orang preman. Tapi apa daya, dia malah melihat 2 orang preman itu kuwalahan melawan seorang wanita. Dia pun hanya memperhatikan ny mengalahkan preman2 itu. Ternyata saat itu Rania sedang menolong seorang wanita tua yang hendak d rampok. Saat pertama itu, Arya merasa sangat kagum dan penasaran dengan sosok Rania. Dan di beberapa kali juga pernah melihat Rania di restoran ini. hingga akhirnya malam itu, dia sengaja mengikuti Rania pulang dan terkejut jika Rania memasuki tempat wanita 2 menjajakan tubuhny. Dan akhir nya dia tau kalau ibu Rania adalah salah satu wanita malam d sana.Ke kaguman ny mulai hilang, tapi ia masih penasaran dengan Rania. Dan malam saat kejadian itu, dia sengaja mengikuti Rania lagi. Dia ingin mengetahui wanita seperti apakah Rania. mungkinkah dia juga sama dengan semua yang ada di situ. Dia pun akhirnya mencoba untuk menawar Rania di malam itu, saat akhirnya dia membawa ibu Rania ke rumah sakit
Dua tamparan dari Rania, bukan membuat ny membencinya.Tapi membuat dia semakin kagum padanya. Membuat ny semakin ingin tau siapa wanita yang bisa menggeterkan hatinya itu.Ya, dia melihat Rania yang lembut tapi juga tegas. Bagaimana bisa wanita sepertiny hidup di tempat seperti itu. bahkan saat dia tak sengaja mendengarkan pembicaraan Rania dan ibu ny d rumah sakit. Ternyata Rania mempunyai niat yang tulus, dan dia juga bukan seperti yang ia duga sebelum ny.
Arya bangkit dari kursinya, mengulurkan tangan ny.
"Arya..... jadi sebaikny kita berkenalan sekarang atau bagaimana?"
Rania masih diam, tak percaya.Dia orang yang waktu itu merendahkan dirinya.. "Ayolah.... kamu bilang sendiri kan yang bilang kita belum kenalan?"lanjut Arya menaikan kedua alis ny
"Rania......"balas Rania
"lebih baik anda pulang, saya masih harus bekerja"usir Rania halus
""Kamu pulang jam 8 kan? aku tunggu....."Arya kembali duduk di kursiny
"Anda tidak perlu menunggu saya,,, apa anda tidak punya pekerjaan?Rania geramm...
"tidak"jawab Arya santai, membuat Rania semakin jengkel.
"Terserah lah ..."ucap Rania pun berlalu
"Aku tunggu....."
__ADS_1
Tanpa di sadari ada dua mata yang melihat mereka berdua sejak tadi. sorot mata tidak suka... dia mengepalkan tangan ny,menahan gelora di dada ny......