Ibuku Wanita Malam

Ibuku Wanita Malam
bab 3


__ADS_3

PLAAKK....


kutampar wajah tampan pria itu. Boleh dia menghinaku,tapi jangan ibuku.Benar jika ibuku wanita malam,tapi tetap aq tak terima jika ada orang yang menghinanya.Aku.....krna aku tau apa alasan beliau smpe saat ini tak mau juga meninggalkan dunia malam. itu semua karna aq... ya karna aq.


"Kau.... berani sekali ternyata ya "ucapny sinis menatap ku. terlihat jelas tatapan marah dan tak terima setelah apa yang kulakukan.


"Ya..... Anda tidak tau siapa saya, jadi jangan asal menilai saya"ucapku tak kalah gentar.


"kenyataan ny memang ibumu seorang p***cur kan?!".


sekali lagi ku layangkan tamparan ke pipi ny.


"Dan tetap saja kau tak bisa menilai seorang dari smpul ny saja. "


"Nyatanya anda saja yang berpenampilan terhormat, belum tentu kelakuan anda baik. lihat saja, andai sampe menawar saya untuk menemani malam anda."tambahku menyindir ny.


Kulihat dia hanya diam, tangan ny mengepal.munfkin jika aku laki2 dia pasti sudah mmbals tamparan ku.


"Lebih baik anda sekarang pergi dari sini, ibuku butuh istirahat".usirku menunjuk arah pintu yang terbuka lebar.


Akhirny dia melangkah pergi,tapi langkah ny itu terhenti dn berbalik"ini, aku yakin kamu akan menghubungiku".ucapnya percaya diri melemparkan sebuah kartu nama. setelah itu dia berlalu pergi.Kupandangi ny hingga ia tak terlihat lagi,dan kuambil kartu nama itu

__ADS_1


Disana tertulis sebuah nama "Arya ardinta praseja".


"Praseja"..nama yang tidak asing di telinga, tapi siapa... Rania mencoba mengingat nama itu.Tapi nihil, dia TDK ingat apapun...


Di letakan nya kartu nama itu d atas meja begitu saja.Dia enggan perduli, toh dia tak butuh orang itu. saat ini dia hanya ingin melihat ibuny sembuh.


Jihan Prameswari.... ya itulah nama ibu Jihan.Ibu yang merawatny sejak kecil, yang akhirnya dia tau bahwa dia bukan ibu kandung ny.Awal dia tau adalah saat sahabat ibu ny, Tante Merry yang menceritakan siapa dia dan ibunya padanya.


hingga larut malam Jihan tak juga sadar... hingga Rania pun tertidur sambil menggenggam. tangan sang ibu.


Tepat saat adzan subuh, tibatiba ada yang menyentuh kepala Rania, membuat dia terbangun.


"Ibu.....ibu dh bangun?"Ucap ku senang.


"Ibu d rumah sakit, tadi MLM ibu pingsan.Apa yang sebenarnya terjadi?"


"Ibu hanya kelelahan saja... akhir2 ini ibu TDK bisa tidur."


"Kan aku sudah bilang, ibu berhenti saja. Tante Merry juga TDK masalah kan?"


"Maaf RAN, tidak untuk sekarang".

__ADS_1


"Lalu kapan Bu? gajiku memang sedikit, tapi cukup kalau hanya untuk makan kita"


ibu masih diam, wajahny tak berani memandangku.


"Aku juga masih mencari pekerjaan yang lebih baik Bu. aku sudah coba melamar ke bbrapa kantor. aq mohon Bu." bujuk ku halus.


"Ibu belum bisa"


"kenapa?apa yang ibu tunggu?aq sudah besar Bu"


ingin rasanya aq marah, tapi tak bisa. beliau orang yang sangat aq sayang.


kami sejenak diam dalam fikiran masing masing. entah apa yang d pikirkan ibu.


"Apa ini semua karna aq Bu?" tanyaku kembali.


ibu menatapku sendu.


"Ibu hanya ingin yang terbaik untukmu"


"Yang terbaik untuk ku? ya yang terbaik untuk ku adalah ibu berhenti. "

__ADS_1


"Maaf sayang"


TAnpa disadari ternyata ada sepasang telinga yang mendengar perbincangan mereka dari balik pintu itu. siapa kah dia?


__ADS_2