Ice Blooded Boy

Ice Blooded Boy
Episode 00 - prolog


__ADS_3

Anak laki-laki yang baru berusia 8 tahun yang bernama Kanata dan teman perempuannya yang seusianya yang bernama Lily, mereka selalu bermain di taman setiap sore dan sebelum mereka ingin pulang kerumah masing\-masing, mereka selalu main batu gunting kertas, dan yang kalah ada hukumannya.


 


''Lily ayo kita main batu gunting kertas" Kanata mengajak Lily dengan gembira


''Baiklah," ayo mulai.......," yey kali ini aku menang,


dan hukuman yang akan ku berikan." Lily berbicara dengan gembiranya", Kanata ada yang aku katakan, tapi kamu harus janji,'' dengan suara agak kalem.


"Apa itu katakanlah, aku pasti akan janji Kitakan sahabat" katanya Kanata

__ADS_1


''sebenarnya aku akan pindah ke Amerika dengan orang tuaku, kerana orang tuaku ada pekerjaan disana, dan janji lah kamu.... Ka....Kanata ketika kita ketemu lagi AKU INGIN KITA MENIKAH"


''EH.....EEEHHHHHH." tapi itu adalah hal yang serius, orang dewasa yang menikah itu orang yang saling mencintai," tapi aku....aku


"Aku tau itu, karena itu aku ingin menikah denganmu, tapi aku masih belum mengerti arti cinta, tetapi aku mau bersamamu selamanya, kerena itu apa kamu mau menikah denganku?.


''Aku...aku..., Aku juga merasakan hal yang sama.


"Baiklah, aku berjanji tapi, itu ketika kita bertemu lagi kan. apa ini hukumanya


"Hukumanya seperti yang dilakukan orang ketika saling mencintai, anu...anu... ini mungkin memalukan, hukumannya kamu harus mencium jidat kepalaku".

__ADS_1


"Baiklah." Kanata mengucapkannya dengan tegang.


"Kamu,... serius mau menciumiku? Lily kaget karena Kanata mengucapkannya begitu mudah.


Leo berjelan mendekat kearah Lily sambil gemetar dan memegang jidat Lily sambil mengakat rambut Lily dan mencium jidatnya Lily sambil menutup mata dan Lily juag menutup matanya, muka mereka sama-sama memerah kerena malu,


"Kanata "terima kasih" atas selama ini dan kita pasti akan mertemu lagi, Lily berkata sambil mengegam kedua tangannya.


"Hem tentu, aku juga berterima kasih kerena kau selalu berteman denganku, aku berjanji ketika kita bertemu lagi kita akan jadi sepasang kekasih,


Kanata dan Lily mengunakan jari kelingking mereka untuk berjanji, dan orang tua Lily pun datang menjemputnya dan menggandeng tangan Lily untuk berjalan pulang, tapi Lily melepaskan gandengan orang tuanya dan menghampiri Kanata, "Kanata" terima kasih, Lily sambil menangis

__ADS_1


Hem aku juga terima kasih telah menjadi sahabatku, dan Lily kembali menghampiri orang tuanya dengan berlari. Kanata pun pulang kerumahnya Tetapi.


__ADS_2