
"Baik anak-anak pelajaran kali ini selesai sampai ketemu di jam pelajaran berikutnya, dan kalian harus pulang kerumah jangan berkeliaran kemana mana,"
hari pertama Leo bersekolah telah selesei dan waktunya pulang kerumah di perjalanan dia bertemu dengan Fifi yang sedang di ganggu sama preman lokal, walaupun Leo tidak tertarik dengan urusan orang lain tapi dia paling benci melihat, seorang perempuan di ganggu sama laki-laki kotor.
"hey, menjauh darinya dan pergi dari sini," Leo mendatangi para preman dan Fifi.
"Siapa kau bocah, berani-beraninya ikut campur urusan kami, menjauhlah atau kau akan kami bunuh, dan mayatmu kami salip di tengah kota, ujar para preman
"Leo...., Pergilah! aku tidak apa apa," Fifi menyuruh Leo pergi dan tidak mau Leo kenapa-napa.
"heeh....., bunuh ya?, Leo pun menyerang para preman.
Leo dengan lincahnya menyerang para preman dan hanya membutuhkan 10 detik untuk menyerang para preman.
"Pergilah sana dasar manusia laknat, ujar Leo.
__ADS_1
para preman pun kabur ketakutan, dan langsung Leo Pergi Menuju rumahnya dan menghiraukan Fifi.
"Leo... tunggu, terimakasih sebelumnya, apa kah kamu mau pulang kerumah?, bagaimana kita pulang bersama saja
".......,Leo hanya menghiraukannya lagi
"apa Leo masih marah, sama aku?, itu tidak mungkin, kalo dia masih marah mana mungkin dia mau menyelamatkanku, aku harus meminta maaf kepadanya dan meanyakan kenapa dia mau menyelamatkanku," Fifi berbicara dengan hatinya dan menepuk pipinya dengan tangannya.
"Leo maaf sebelumnya mungkin aku ada menyinggung perasaanmu, dan kenapa kamu mau menyelamatkanku tadi?, Fifi sambil menghalangi jalan Leo.
"Menyinggir, dan pergilah jangan mengikutiku.
"Aku tidak marah, kau saja yang kepikiran seperti itu, aku hanya tidak mau ada orang yang suka menggangu ku, dan sudah ku bilang jangan mendekatiku kita berada di dunia yang beda.
"Aku mendekatimu bukan urusanmu dan juga ini keinginanku, dan apanya yang berbeda dunia, kita tinggal di 1 dunia yang sama di Bumi, emang dimana lagi mars? kau tinggal.
__ADS_1
"Cih, Leo tidak suka berdebat dan tidak mau melanjutkan pembicaraannya dengan Fifi.
Tidak Kerasaan mereka sampai di rumah mereka masing-masing yang ternyata bersebelahan.
"Tuhkan aku tidak mengikutimu, dan di sini rumahku, mungkin kamu yang mengikutiku.
"eh, kau tinggal di sini?, Leo bingungan dan merasa kawatir akan kedepannya, akan terjadi hal buruk.
"Ya aku menyewa Rumah disini, emang kenapa? oh mungkin kau mengikutiku ingin berkunjung kerumahku, ya kan?, silahkan masuk rumahku akan selalu terbuka untukmu.
"Manamungkin aku mau berkunjung kerumah mu, rumahku aja ada di sebelah rumahmu makanya kita jalan searah tadi," Leo yang tidak suka berdebat malah berdebat karena dia sudah semakin jengkel dengan Fifi
"Eh beneran, seriusan, ternyata kita tentanggan," mohon kerja samanya Tetangga!, Fifi berbicara dengan logat Pembisnis.
"Kerjasama dari mana, ini malah bencana bagiku mana tempat duduk kita bersebelahan, ah terserah lah, aku udah lelah." Leo sambil membuka pintu rumahnya.
__ADS_1
"Hehehehe, Fifi tertawa seperti ada yang ingin direncanakannya nanti.
Merekapun Berangkat sekolah dan pulang sekolah Berdua, walaupun Leo merasa jengkel dan, Leo pernah mencoba berkali-kali pergi ke sekolah duluan setengah jam sebelum Fifi berangkat Tapi gagal karena Fifi sudah memasang alaram 1 Jam lebih dulu untuk mengawasi Leo, dan juga pulang sekolah Leo selalu melewati pagar Sekolah untuk pulang, tapi Fifi selalu Berpesan kepada Temannya Kalau melihat Leo harus diberitahukan kepadanya dan Fifi selalu menunggu di Gerbang sekolah untuk menerima kabar dan menyusul Leo, dan itupun terjadi berkali-kali.