Ice Blooded Boy

Ice Blooded Boy
Episode 10 - sakit jiwa


__ADS_3

Pagi hari, Leo sudah bangun dari jam 05.00 pagi, dan dia lari pagi setelah dia selesei dia memikirkan sikapnya sendiri sambil duduk di taman dekat rumahnya.


"Sebenarnya aku ingin hidup seperti orang biasa tapi entah kenapa sikapku masih dingin, apakah aku harus merubah sikap seperti orang normal lainnya, kalau begitu aku akan merubah sikapku menjadi ramah dan bergaul dengan yang lain, Leo berbicara sambil minum air panas.


Tanpa di sadari Leo tenyata ada Kakek-kakek di sebelahnya yang baru saja duduk.


"Anak mudah apa yang kamu katakan itu tidak lah benar, sebenarnya semua orang memiliki sifat yang berbeda-beda, dan Kalau kamu ingin merubah sifatmu mungkin itu mudah tapi untuk di hati itu susah. dan kau pahami lah kalimatku itu, ..oh dan juga apa kau mau diramal, kakek itu mendekati Leo dan menghadap kearah leo sambil memegang tangan leo.


"Tidak perlu kek, saya tidak tertarik hal-hal seperti itu.


"Udah kau ikuti aja apa yang ku katakan.


"baiklah, cuman sebentar aja kan.


"iya, Kau memiliki masa depan, yang tidak karuan, Kakek itu sambil memegang tangannya Leo.


"Apa maksudnya kek.


"Lebih tepatnya kau hanya bisa memilih satu orang yang harus kamu lindungi dan yang lainnya mungkin......, Kakek itu sambil melepas tangannya Leo.


"Mungkin apa kek........


Tiba-tiba ada 2 orang datang mendatangi Leo dan Kakek itu.


"Hei, Kakek kau kabur lagi dari rumah sakit jiwa, dasar menyusahkan orang saja, Orang orang itu menarik kakek itu kedalam mobil.


"Maaf tuan, Kakek itu memang seperti itu suka membicarakan hal yang sok keren dan suka meramal orang lain, jadi jangan terlalu didengarkan apa yang dia katakan. Orang itu berbicara dengan Leo dan setelah berbicara orang itu masuk kedalam mobil.


"ah iya tidak apa-apa, Leo berbicara keorang itu sambil memegang kepalanya.


"Ternyata orang sakit jiwa, apa yang dia katakan tadi masa depan ku bakalan kacau, ah tau ah, kakek itu juga sakit jiwa, Leo berjalan pulang sambil menendang batu.


"Tapi yang dikatakan kakek itu di awal pembicaraan ada benarnya, mungkin bagiku akan susah merubah sifatku sendiri. Leo sambil memandang matahari terbit.


Leo sampai di rumahnya, dan membuka pintu rumahnya.


"Hah kenapa ada makanan di meja, Dan siapa yang memasaknya, Oh iya lupa aku baru ingat kalau Touka tinggal disini, Leo berbicara dalam hatinya.


Dan di dapur.


"Ah tenyata memasak ini lumayan susah juga, tapi aku akan berusaha memasak makanan enak buat Kanata, Touka berjalan ke meja makan sambil membawa sub kepiting dan dia lumayan kaget saat dia melihat kearah meja.

__ADS_1


"Enak juga makanan buatan Touka, sejak kapan dia belajar memasak, dulu dia tidak pernah memasak. Leo dengan lahapnya memakan masakan Touka.


"Eh tunggu dulu Kanata, ini makanan utamanya Sub kepiting. Touka sambil meletakkan makanan itu ke meja makan.


"Gila ini semua kamu buat, sejak kapan kamu bisa masak, Leo berbicara sambil makan dan tersedak,


"ehg ehg.


"Ini minum dulu, Touka memberi segelas air putih ke Leo/Kanata.


"Ya udah lama, aku lupa sejak kapan. Touka berbicara ngasal, padahal dalam hatinya dia berkata, "Sebenarnya aku baru malam tadi mulai belajar memasak saat kamu tidur, jadi aku diam-diam ke dapur untuk masak, Touka bebicara dalam hatinya.


"oh begitu,.... oh iya aku hampir lupa, Touka aku nanti setelah pergi dulu, dan aku mungkin pulangnya, kemaleman jadi apkau nanti juga ada urusan di luar kalau ada jangan lupa kunci rumahnya. Leo menuju kamarnya dan mengganti bajunya.


"Aku gak ada urusan lain di luar, Emang mau kemana?, Touka berbicara didepan pintu kamarnya Leo.


"Bukan hak penting juga, Leo Selesai mengganti bajunya, dan keluar dari kamarnya.


"Kalau bukan hal penting kenapa kau pulangnya kemaleman.


"Aku di undang ke ulang tahun temanku, kalau kau tidak kemana-mana jaga rumah dan kunci dari dalem, Leo membuka pintu rumahnya.


"Perempuan...


"Kalau perempuan aku tidak bisa membiarkan nya, aku harus ikut juga. Touka bergegas kekamarnya untuk mengganti bajunya dengan cepat, baru 5 detik dia sudah selseai bersiap-siap tidak seperti perempuan lainnya yang suka berjam-jam bersiap-siap.


"Ngapain kamu ikut, orang cuman aku yang diundang, kau jaga rumah saja. Leo sambil membuka pagar rumahnya.


"Pokoknya aku harus ikut, dan lagian aku juga kakakmu, mungkin mereka juga akan menerimaku nanti di pesta ulang tahun pacarmu. Touka sambil cemberut.


"Pacar dari manakkk....., Leo terkejut karena Fifi mendorong Leo dari belakang.


"Hei Leo apakau sudah siap, Fifi sambil tersenyum tanpa bersalah apa-apa.


"Eh ternyata ada Kak Touka, Kakak ngapain dirumahnya Leo, Fifi bertanya ke Touka.


"Kami tinggal serumah, ya kan Kanata, Touka sambil menyombongkan diri.


"Yakan yakan, kamu yang maksa buat tinggial di sini, dasar. Leo berbicara sambil memukul kepala Touka.


"aduh, kenapa kamu memukulku, Touka memegang kepalanya dengan kedua tanganya sambil membuat tangis imut.

__ADS_1


"Itu karen akmu Ngomong seperti itu, malah bilang Ke Fifi kalau kita tinggal serumah.


"Yakan emang benar, Lagian apa salahnya ya kan Fifi.


"Tenyata kalian tinggal serumah, apa jangan-jangan kalian ada hubungan spesial,


"Tentu saja tidak. Leo berkata sambil berjalan.


"serius, emang benar itu kak Touka. Fifi bertannya ke Touka.


"Yang dikatakan Kanata jangan di dengerin, kami sudah tinggal serumah sejak kecil, jadi hubungan kami udah seperti saudara, oh iya kamu mau ke tempat ulang tahun p pacarnya Kanata juga ya, dan ternyata aku baru tau rumahmu di sebelah,


Mereka berbicara sambil berjalan.


"Iya, Dan apa maksudnya pacarnya Leo, bukannya kita mau ke ulang tahunya Wulan.


"Oh tenyata Wulan yang ulang tahun.


"Kakak Touka juga tau Wulan.


"Iya kan dia satu sekolah dengan kalian dan juga aku guru kalian di sekolah itu.


"iya juga ya.


"Leo apa kamu sudah menyiapkan hadiah buat Wulan, Fifi berbicara dengan Leo.


"Belum, emang hadiah penting banget.


"Tentu saja, orang yang berulang tahun pasti mengharapkan hadiah ulang tahun, dasar, apa kamu tidak pernah merayakan ulang tahun mu,


"Tidak, dan aku tidak tertarik,


"Kanata emang seperti itu sejak dulu, kami mau merayakan ulang tahunnya dia selalu marah, Leo berbicara dengan Fifi.


"Jadi begitu, kalau begitu kita beli saja hadiah ulang tahun, dan juga waktu kita masih banyak, ayo, Fifi menarik, Touka dan Leo.


"Baiklah, Leo.


"Oke, Touka.


Nekxt Episode 11

__ADS_1


__ADS_2