
Hallo, namaku adalah Kikuchi Moa, aku biasa dipanggil Moa. Umurku saat ini adalah 21 tahun. Aku lahir di perfektur Aichi, Jepang. Aku adalah anak tunggal dari kedua orang tuaku, jadi aku sangat menginginkan sosok kakak perempuan, karena sepertinya seru bisa berbagi banyak hal dengan orang terdekat. Pekerjaan papaku yaitu seorang pekerja kantoran, sedangkan mamaku seorang ibu rumah tangga, jadi tidak ada hal yang istimewa dalam kehidupanku.
Hobiku adalah bermain gitar dan juga berolahraga. Makanan kesukaanku adalah Umeboshi dan Fried Nankotsu. Kalau ditanya tentang Mimpiku, yaitu menjadi seorang Voice Actor terkenal, yah meskipun aku tidak tahu mimpi itu akan terwujud atau tidak, yang penting masih memiliki mimpi daripada tidak sama sekali. Dan hal yang paling kubenci adalah pergi ke tempat yang gelap.
Ini adalah kisahku tentang mimpi yang membawaku menjadi seorang idol yang bisa di bilang seluruh dunia mengenalku, dan juga pertemuanku dengan teman-teman yang paling kusayangi dan sahabat yang sangat dekat denganku layaknya saudara kandung.
Kalau tidak salah, saat itu umurku masih menginjak 9 tahun, dengan kata lain kelas 5 sd. Bisa dibilang aku adalah anak yang hyperaktif, atau disebut juga tidak bisa diam. Aku mempunyai banyak teman yang asyik, jadi keseharianku hanya diisi dengan bermain dan bermain.
Seperti anak-anak yang lain, aku memulai hariku dengan bangun di pagi hari, kemudian menggosok gigi dan membersihkan badanku, dengan kata lain mandi. Lalu aku menyantap sarapan dan pergi berangkat sekolah, tempatku belajar dan bermain. Aku termasuk anak yang cukup pintar, karena selalu mendapat ranking yang memuaskan.
Setelah usai jam sekolah, aku langsung pulang kerumah sambil berlari riang, karena papaku pun biasa pulang saat jam sekolah ku usai. Aku selalu menunggu papaku dipersimpangan jalan sebelum rumah kami, jadi kami bisa pulang bersama-sama. Saat sampai rumah, aku menyapa mamaku dan langsung pergi kekamarku untuk mengganti seragamku dan bersiap-siap untuk mengerjakan PR.
Seusai semua tugas sekolahku beres, seperti biasa mama memanggilku turun kebawah untuk menyantap makan malam. Akupun merapikan alat tulis dan buku-buku yang sedang kubaca dan bergegas pergi kebawah untuk makan malam.
Aku menceritakan banyak hal saat kami sedang menyantap makanan yang ada diatas meja, seperti saat aku sedang berjalan kesekolah, saat sedang belajar, dan setiap hal yang terjadi di hari ini. Akupun sering tertawa bersama papa dan mamaku ketika aku sedang bercerita. Bisa dibilang keluarga kami sangatlah harmonis, tidak pernah terdengar adanya percekcokan atau pertengkaran sekecil apapun di keluarga kami.
Suatu hari, setelah aku selesai sarapan, papa berkata padaku bahwa hari ini papa ada rapat di tempat kerjanya, jadi papa menyuruhku untuk pulang duluan saja tanpa harus menunggunya seperti biasa. Akupun cemberut mendengar apa yang dikatakan papa, tapi kemudian aku tersenyum kepada papa karena yah mau bagaimana lagi, papa bekerja demi kebahagian keluarga kami.
__ADS_1
Sepulang sekolah, akupun langsung pulang kerumah tanpa menunggu papa. Saat itu aku merasa kesepian karena biasanya aku dan papa berjalan bersama saat pulang kerumah. Sesampainya dirumah, aku melakukan rutinitas seperti biasa, yaitu menyapa mama yang sedang menunggu dirumah dan bergegas mengerjakan tugas rumah yang diberikan.
Ketika jam makan malam, seperti biasa mama memanggilku untuk makan malam, akupun segera keluar dari kamar dan pergi ke ruang makan. Saat aku tiba di ruang makan, aku melihat papa sudah pulang kerumah, raut wajahku tiba-tiba berubah dari yang tadinya merasa tidak bersemangat menjadi gadis yang ceria. Kemudian aku bercerita kembali mengenai keseharianku seperti biasa.
Keesokannya, saat aku ingin berangkat pergi ke sekolah, aku merasa ada sesuatu yang aneh yang terjadi di rumah. Aku merasa mama lebih murung dari biasanya dan kulihat papa sudah berangkat lebih dulu. Karena hal tersebut aku sampai lupa waktu, aku terkejut saat melihat kearah jam yang jarum panjangnya menunjukan keangka 8. Akupun buru-buru memakai sepatu dan pergi ke sekolah.
Sesampainya di persimpangan jalan tempat aku dan papa biasa bertemu dan pulang bersama, aku ingat kata-kata papa bahwa hari ini dia akan terlambat pulang lagi. Dan hari ini akupun pulang kerumah sendirian lagi. Setibanya dirumah, aku melihat ibuku sedang memasukkan sesuatu kedalam kardus, aku berpikir ahh, mungkin saja mama sedang beres-beres rumah, setelah itu akupun pergi kekamar dan melakukan kebiasaanku.
Saat jam makan malam, aku melihat papa sudah berada di ruang makan untuk menyantap makan malam. Saat sedang menyantap makanan yang disajikan mama, tiba-tiba mama memanggilku.
"Moa-chan.” Sahut mama saat aku sedang memasukan makanan kedalam mulutku.
“mama ingin bilang sesuatu kepadamu, tapi Moa-chan harus janji satu hal dulu pada mama, Moa-chan tidak akan marah, ok?” ucap mama kepadaku sambil mengacungkan kelingkingnya kearahku.
Akupun membalas acungan kelingking mama seraya berkata, “ok, aku janji.”
Kemudian mama melirik kearah papa, lalu papa tiba-tiba menganggukkan kepalanya. Kemudian mama melirik kearahku lagi seraya menghela nafas panjang. Aku tiba-tiba merasa gelisah karena perilaku papa dan mama.
__ADS_1
Mama tiba-tiba berkata padaku, “Mulai besok Moa-chan tidak perlu berangkat kesekolah lagi, karena kita akan pindah ke Tokyo. Sebenarnya mama juga tidak ingin pindah kesana, tapi karena papa dipindahtugaskan disana, jadi kita juga harus pindah karena jarak dari sana kerumah kita sangat jauh.”
Mendengar ucapan mama, aku tidak bisa berkata apa-apa, bukan karena kaget, tapi karena aku langsung memikirkan teman-teman sekelasku.
Melihat tingkahku, mamapun bertanya kepadaku, “apa boleh?”
Kemudian aku melihat kearah mama sambil tersenyum seraya berkata, “ya, tidak apa-apa.”
Setelah mengatakan hal itu, tiba-tiba air mataku mengalir begitu saja tanpa aku tau sebabnya, kemudian aku merasakan sesak didadaku, lalu akupun menutup mata dengan tanganku. Melihat hal tersebut, papa dan mama langsung mendekatiku.
"Moa-chan, papa minta maaf karena tidak memberitahu dulu Moa-chan tentang hal ini. Papa janji, pasti disana Moa-chan bisa lebih bersenang-senang lagi. Papa janji.” Ucap papa saat sedang memeluk dan mengusap-usap kepalaku. Aku tidak habis pikir kenapa aku bisa menangis begitu saja setelah mendengar ucapan mama, mungkin karena aku harus meninggalkan teman-teman yang sudah sangat dekat denganku.
“Ba-bagaimana de-dengan teman-temanku di-disini?” ucapku secara tiba-tiba sambil menangis tersedu-sedu.
“Kita akan mencari lagi teman untuk Moa-chan, jadi Moa-chan tidak perlu khawatir, iya ‘kan pa?”
“Iya, pasti kamu mendapatkan teman yang sangat baik disana, jadi tenang saja, ok.” Jawab papa meng-iya-kan perkataan mama.
__ADS_1
“Mm-mmmhh.” Timbalku singkat sambil masih menangis.
Akupun kemudian pergi ke kamar dan bergegas naik ke Kasur bersiap untuk tidur.