Idola Idaman Seluruh Dunia

Idola Idaman Seluruh Dunia
Kegelisahan & Kekhawatiran


__ADS_3

Keesokan harinya, aku beserta mama dan papa mengemasi barang-barang yang akan kami bawa ke rumah yang tidak kami kenali yang akan kami tempati.


Awalnya aku merasa ragu untuk menaiki mobil, tiba-tiba, “Moa-chan, ayo cepat naik, kita harus segera berangkat.” Ucap mama menghancurkan keraguanku tadi. Akupun mengangguk seraya menaiki mobil yang dikendarai papa. Naik turun jalan yang kami singgahi, tinggi rendah tebing yang kami lewati, serta kering basah jalan yang terinjak oleh ban mobil, membuat perjalanan kami terasa lebih cepat dari yang terpikirkan olehku.


Saat kami memasuki perkotaan daerah Tokyo, aku dibuat ternganga oleh gedung-gedung pencakar langitnya. Aku bertanya-tanya, bagaimana orang-orang membuat gedung tinggi yang hampir menyentuh langit itu, apakah mereka menanamnya seperti saat papa menanam pohon dipekarangan rumah. Aku kebingungan sendiri oleh hal itu.


“Apa kau baik-baik saja, Moa-chan?” ucap papa mengagetkanku yang sedang asik melamun.


“Emm, aku baik-baik saja.” Jawabku sambil menganggukkan kepala.


Tiba-tiba saja mobil berhenti disebuah komplek, didepan sebuah rumah yang kupikir cukup besar juga.


“Akhirnya, kita sampai dirumah baru kita.” Ucap mama sambil tersenyum kearahku. Akupun membalas senyumannya tanpa berkata apa-apa.


Akupun keluar dari mobil yang kami naiki, lalu berdiri di samping mobil kami. Saat aku melirik kearah kiri aku melihat papa sedang berbicara dengan sopir yang membawa barang-barang kami. Akupun berpikir kembali, berarti kami sudah tiba dirumah baru kami.


Mama mendekatiku yang berjalan lewat arah belakang mobil kami seraya berkata, “ara, bukankah rumah ini terlihat begitu besar, Moa-chan?”. Aku mengangguk seraya tersenyum kearah mama.


Aku melirik lagi kearah papa yang sedang berjalan mendekati aku dan mama.


“Mulai sekarang, Moa-chan pasti akan mendapatkan teman yang banyak dan baik, jadi Moa-chan tidak usah khawatir, ok?” ucap papa sambil mengelus kepalaku.


Aku hanya membalas ucapan papa hanya dengan tersenyum sambil menutup mata.


“Yasudah, ayo kita masuk, di luar sini sangat panas.” Ucap mama mengajakku untuk memasuki rumah baru kami. Akupun mengikuti langkah kaki mama dari belakang.


“Oh iya, tunggu saja didalam, papa ingin membeli dulu es krim untuk kita.” Ujar papa yang kemudian berjalan kearah supir pembawa barang yang sudah membereskan pekerjaan mereka mengangkut barang kami.


Ah, mungkin papa ingin membayar dulu kepada supir pembawa barangnya. Ucapku dalam hati. Akupun kemudian melanjutkan langkah kakiku memasuki rumah.


Saat memasuki rumah, aku dibuat ternganga oleh keadaan rumahnya, kupikir rumah ini terlalu besar untuk kami. Kira-kira rumah yang akan kami tinggali ini seluas hampir 100 meter.


Mungkin akan seru jika aku mengajak teman-temanku kerumah ini untuk bermain. Pikirku.


Akupun mencoba untuk melihat-lihat ke sekitar rumah, mulai dari dapur, kamar, ruang tengah, loteng, sampai halaman belakang rumah ini. ternyata memang sangat luas, ujarku dalam hati.

__ADS_1


Saat aku kembali keruang tengah, aku melihat ibu sedang bersiap untuk merapikan barang-barang yang kami bawa.


“Mama, apa ada yang bisa kubantu?” ucapku kepada mama yang sedang sibuk mengeluarkan barang-barang dari dalam dus.


“Emmm, apa ya, bagaimana kalau membawa barang-barang milik Moa-chan ke kamar?” jawab mama sambil menyodorkan barang pribadi milikku.


Kemudian aku mengangkat barang-barangku untuk kubereskan di kamar.


Setelah aku tiba di depan pintu kamar, aku kebingungan sendiri, aku berpikir, kenapa ada 3 kamar, punya siapa yang satu lagi? Ucapku dalam hati sambil menggaruk kepala.


Mama tiba-tiba mendekatiku seraya berkata, “oh iya, mama lupa kasih tau, kamar milik Moa-chan yang sebelah sini, kalau kamar yang itu kamar mama dan papa.” Ujar mama sambil menunjuk kearah pintu yang ada didepanku dan pintu yang berada di pojok.


“Kalau itu kamar milik siapa ma?” tanyaku yang masih kebingungan dengan ruangan yang satunya lagi.


“Oh, ruangan yang itu? Itu kamar untuk tamu, jadi kita tidak usah kebingungan kalau ada tamu yang menginap disini.” Jelas mama kepadaku yang terlihat sedang kebingungan.


Kemudian akupun masuk kedalam kamarku dan segera merapikan barang-barangku.


Selang beberapa waktu kemudian setelah aku menyelesaikan pekerjaanku, akupun pergi keluar kamar dan turun kebawah untuk mengambil air minum.


Ketika aku sampai pada anak tangga terakhir, aku melihat mama masih sibuk merapikan peralatan dapur yang masih dibungkus didalam kardus.


“Oh, Moa-chan ternyata. Apa semuanya sudah beres? Mama minta maaf yah, mama belum selesai membereskan peralatan masaknya, jadi makanannya belum jadi.” Sahut mama yang kemudian melanjutkan kegiatannya.


“Emmm, tidak apa-apa, lagipula Moa belum lapar.” Jawabku sambil mengambil posisi duduk di sebelah mama. “apa ada yang bisa Moa bantu?”


“Tidak apa, sebentar lagi mama juga selesai, jadi Moa-chan istirahat saja. Moa-chan juga baru selesai merapikan kamar Moa-chan ‘kan?” jawab mama seraya mengelap panci terakhir dari dalam kardus.


Akupun duduk diatas kursi yang berada di ruang tengah.


Beberapa saat kemudian aku mendengar pintu depan rumah dibuka, aku merasa penasaran, siapa yang datang kerumah kami.


“Papa pulang.” Teriak papa dari pintu depan.


“Mama, Moa-chan, papa membawa es krim dari toko didepan. Sebenarnya papa tidak tahu selera kalian, jadi papa harap kalian menyukainya.” Ujar papa yang kemudian berjalan mendekatiku yang sedang duduk dengan membawa banyak sekali kantong plastik.

__ADS_1


Mungkin papa baru saja belanja dari supermarket, pikirku.


Saat aku membuka kantong plastiknya, aku melihat ada makanan kesukaanku didalamnya, tidak lain yakni fried nankotsu. Aku masih ingat pertama kali aku mencoba makanan ini. kalau tidak salah saat itu aku masih berumur 7 tahun. Saat papa pulang dari kantor papa selalu membawa makanan ini, dengan begitu aku jadi sangat menyukai makanan favoritku ini.


Akupun tersenyum kearah papaku yang sedang berdiri diarahku seraya berkata, “Terima kasih, papa.”


“Sama-sama.” Jawab papa sambil mengambil posisi untuk duduk.


Setelah itu mama menghampiri kami, “papa darimana saja? bukannya bantu mama merapikan rumah, malah asik belanja sendirian.” Ucap mama kepada papa yang sedang duduk dengan nada sedikit kesal yang kemudian diteruskan dengan senyuman.


“Maaf maaf, tadi papa bertemu teman kantor papa yang dulu, lalu papa ngobrol dengannya sampai lupa waktu dehh.” Jawab papa sambil mengusap-usap kepalanya.


“Dasar, papa ini.” Ucap mama sambil sedikit bercanda.


Setelah itu papa tiba-tiba melihat kearahku. “Oh iya Moa-chan, kapan kau ingin mulai masuk sekolah?” Tanya papa kepadaku yang sedang asik menjilati es krim pemberiannya.


Mendengar perkataan papa barusan, tiba-tiba aku merasa dadaku sesak lagi dan mataku akan berair, tapi hal itu kutahan karena masih ada mama dan papa didepanku.


“Mmm, kapanpun boleh koq pa.” ucapku yang sudah tak kuat menahan rasa sakit ini.


Melihat tingkahku ini, sepertinya papa tidak terlalu menyadarinya, kalau mama, mungkin saja curiga karena ada yang aneh.


“Kalau begitu, Moa pergi ke kamar dulu yahh, papa, mama.” Ucapku sambil berdiri dan berlalu dari hadapan mereka.


Setelah aku tiba dikamar, tiba-tiba saja mataku berair dan rasa sesaknya semakin menjadi. Aku pun yang tak kuat menahannya langsung tumbang diatas kasur dan menutupi mukaku dengan bantal agar tidak terdengar oleh papa dan mama.


Tiba-tiba saja pintu kamarku diketuk dan terdengar suara mama memanggilku. “Moa-chan, apa kau baik-baik saja? Jawab, nak.” Ucap ibuku yang mungkin sudah curiga sejak tadi.


Aku tidak mengindahkan pertanyaannya, yang kulakukan hanyalah menangis sambil menutupi mukaku dengan bantal.


“Kalau begitu mama minta maaf, mama masuk ya.” Ucap mama sambil membuka pintu kamarku.


Melihat tingkahku ini mama langsung mendekatiku dan menanyakan keadaan.


“Moa-chan, apa kau baik-baik saja?”

__ADS_1


Mendengar pertanyaan mama, air di mataku bukannya berhenti, malah semakin banyak yang keluar dan tangisanku malah semakin kencang.


Melihat hal itu, mama hanya bisa duduk disampingku sambil mengusap-usap kepalaku.


__ADS_2