If You....

If You....
Episode 1


__ADS_3

If You....


-1-


Siapa aku?


....


Seorang gadis remaja yang berstatus sebagai siswi, mulai memasuki pekarangan sekolah.


Seragam yang dipakai rapih, kaus kaki hitam sepanjang lutut, jaket berwarna putih dengan tudungnya yang dikenakan di kepalanya, serta sepasang headshet yang menyumpal kedua telinganya. Jangan lupakan kacamata kucing berlensa tipis yang ia kenakan.


Keberadaan nya mampu menarik semua perhatian murid-murid di sekolah itu. Banyak pasang mata yang melihatnya dengan pandangan yang berbeda-beda, namun ia tidak ingin menggubrisnya.


Ia berjalan menyusuri koridor yang sudah ramai akan siswa maupun siswi yang sedang bercengkerama. Setelah melihat tangga yang akan ia gunakan untuk menuju kelasnya yang ada di lantai atas, ia sedikit mempercepat jalan nya.


"Hey, Soul!"


Miseo, perempuan yang berseru itu adalah ia. Seorang perempuan dengan mata cantik yang tajam. Wajahnya cantik, dan tubuhnya juga sangat ideal, membuat kaum hawa yang lain merasa iri.


"Soul! Kau itu menyebalkan! Bagaimana bisa kau hanya diam ketika teman mu memanggilmu!"


Soul, siswi yang menjadi pusat perhatian sejak awal tadi, tetap diam.


"Yakk!"


Langkahnya terhenti. Ia berbalik dan menatap Miseo yang baru saja berseru kesal.


"Kau temanku?"


"Tentu saja! Memangnya apalagi hubungan kita selama 1 tahun ini jika bukan teman?!"


"Rekan."


"A-apa?" Miseo tersentak, dan tak mengerti apa yang dikatakan Soul.


"Rekan. Kau hanya rekan sebangku ku, tidak lebih." dengan penuh penekanan di setiap ucapan Soul, membuat Miseo tertunduk.


Tidak peduli dengan perasaan yang dirasakan Miseo, ia kembali melanjutkan langkahnya begitu saja.


Langkah demi langkah untuk menaiki anak tangga yang cukup banyak, tidak membuatnya lelah sedikitpun.


Sebuah suara yang bukan berasal dari headshet nya terdengar samar-samar. Soul tak peduli, ia kembali berjalan, tapi pada nyatanya, suara itu sangat mengganggu ketenangannya.


Ia melepas headshet dari telinganya, dan mencari darimana arah suara itu berasal.


 


.....

__ADS_1


 


Suara tawa itu semakin mendominasi pendengarannya. Ia semakin dekat, semakin dekat dengan sumber suara itu.


"Hahaha!!"


Derap langkah kakinya terhenti. Suara itu terdengar sangat jelas ketika ia berada dekat dengan toilet.


"HAHAHA!!"


Soul langsung membuka pintu toilet pria, ketika sudah pasti bahwa suara itu berasal dari dalam sana.


Dengan tergesa-gesa ia masuk ke dalam. Semua terdiam, hening, dan membatu.


"S-Soul? Kau Soul kan? Gadis yang selalu menjadi perbincangan murid-murid di sekolah ini."


Dengan wajah nya yang selalu datar tanpa ekspresi, Soul tidak mempedulikan omongan pria itu. Ia hanya melihat pemandangan di hadapan nya.


Seorang siswa yang terpojok dengan hidung dan sudut bibir yang mengeluarkan darah, mendongak manatap Soul. Dapat dipastikan oleh Soul, bahwa pelaku yang sudah melukai siswa itu adalah pria yang berbicara padanya tadi.


Huftt....


Ia menggelengkan kepalanya pelan, menangkis pikiran yang menggerogoti hatinya.


Soul menatap tajam siswa yang tadi berbicara padanya, setelah itu, ia berbalik untuk keluar dari toilet pria ini, dan segera menuju kelasnya.


 


.....


 


Chanyeol, ia adalah salah satu orang yang cukup dekat dengan Soul.


"Siapa dia?" tanya Soul tanpa mengalihkan pandangan nya dari buku novel yang sedang ia baca.


"Teman sekelasku! Yang selalu bersamaku setiap kali ke kelasmu ini!" Chanyeol sangat khawatir, karena tidak biasanya Baekhyun tidak ada di kelas.


"Tidak tahu."


"Baiklah, kau tidak mau ikut bersamaku mencarinya?"


"Tidak."


Chanyeol mengangguk, lalu ia berlari keluar dari kelas Soul untuk lanjut mencari Baekhyun.


Sudah lima menit berlalu, Soul bahkan belum membaca setengah halaman dari novel tersebut. Ada yang menganggu pikiran nya, dan itu menjengkelkan ketika terjadi saat ia sedang membaca atau mendengarkan sesuatu.


"Teman sekelasku!"

__ADS_1


Soul mengernyit.


"Yang selalu bersamaku setiap kali ke kelasmu ini!"


Astaga!


Soul segera memasukkan novel nya ke dalam laci meja dan berlari keluar kelas. Ia cemas, dan sekarang ia harus mencari keberadaan seseorang agar cemasnya hilang.


Toilet pria. Itu adalah tempat yang ia pikirkan, segera ia berlari ke sana. Namun, kecemasan nya sepertinya telah berakhir ketika melihat Chanyeol, membawa siswa yang terluka itu dari dalam toilet.


Puk.


Soul menoleh.


"Kau sedang apa sampai memperhatikan toilet pria tadi?"


Dia adalah seorang siswa yang menjabat sebagai ketua organisasi sekolah. Soul memanggilnya 'ketua'.


"Tidak perlu tahu."


"Baiklah, tapi bisa kau membantuku?" Soul menaikkan salah satu alisnya.


"SUHO?!" terdengar suara seorang perempuan yang sedang menuruni tangga, mendekat ke arah mereka berdua.


"Kau tahu kan?" Soul mengangguk, lalu menarik lengan ketua agar mengikutinya.


"Kita kemana?"


"Ikut saja!" jawab Soul.


Suho tahu pasti Soul akan menjawabnya seperti itu. Ia hanya bisa menghela nafas, dan pasrah lengan nya ditarik oleh gadis berkaca mata itu. Tapi, sepertinya Suho tahu ingin kemana Soul membawanya.


 


"Unit kesehatan?" Suho tidak mendapatkan jawaban, hanya langkah kaki yang semakin cepat.


Tak perlu waktu yang lama untuk sampai ke unit kesehatan yang sudah di depan mata. Soul segera masuk ke dalam dan duduk di sisi bangsal yang ada di dalam.


"Tutup kembali!"


Suho mengangguk lalu ia masuk dan menutup kembali puntunya. Dirinya memilih untuk mendekat ke hadapan Soul.


"Soul," panggil Suho.


Ia mendongak menatap Suho setelah dipanggil.


"Apa kau tahu?" Soul mengernyit. "Apa kau tahu siapa dirimu?"


To be continue....

__ADS_1


Mohon dukungan nya^^


__ADS_2