If You....

If You....
Episode 4


__ADS_3

Cerita ini hanyalah sebuah karangan yang sama sekali tidak berkaitan dengan


Idol itu sendiri maupun kejadian kejadian yang terkait di dalam cerita ini.


Karangan ini juga tidak bermaksud untuk menyinggung maupun menghina pihak manapun.


....


If You....


-4-


Aku (tidak) Gila!


....


"Akkhhh!! Tulangku!! Tulangku seperti ingin remuk!!"


 


Kedua teman nya yang berdiri tak jauh di belakang Chorong, bergidik ngeri. Soul langsung menatap mereka berdua dengan tajam, yang membuat mereka langsung berlari menjauh.


 


"Saya tidak gila Chorong-ssi. Hanya saja, jika anda selalu bilang bahwa saya gila ataupun tidak waras, maka anda akan benar-benar membuat saya gila, dan yang pertama kali merasakan kegilaan saya adalah anda!"


 


 


....


 


 


"Bagaimana dokter? Tidak terjadi hal yang serius kan?"


 


Lay sudah selesai diperiksa oleh dokter yang kini sudah bersama mereka. Diantara mereka bertiga, Suho lah yang paling khawatir, karena ia takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


 


"Bagaimana dokter?" tanya Irene ikut memastikan.


 


"Yahhkkkk.... aku baik-baik saja, jangan khawatir." Lay menjawab pertanyaan yang padahal tidak tertuju padanya.


 


"Benar yang dikatakan pasien, untung saja kalian tidak membuang-buang waktu untuk membawanya kesini. Sekarang pasien boleh pulang, saya sudah memberikan obat sehingga darahnya bisa berhenti mengalir," jelas sang dokter yang membuat Suho dan Irene dapat bernafas lega.


 


"Baik, terimakasih dokter!"


Suho dan Irene merasa lega. Mereka menjadi terlalu khawatir seperti itu, karena Lay memiliki penyakit darah yang sukar membeku, atau biasa disebut Hemovili.


 


Mereka bertiga melangkah untuk keluar dari rumah sakit, dan kembali ke sekolah dengan mobil yang mereka pakai juga saat ke rumah sakit ini.


 


 


....


 


 


"Soul?! Kau kenapa kesini?" Chanyeol sedikit terkejut ketika melihat Soul yang sudah berdiri di ambang-ambang pintu unit kesehatan.


 


Gadis itu tak peduli, ia segera masuk dan duduk di sofa yang ada di dalam ruangan tersebut, disamping Chanyeol.


 


"Pria lemah itu tidak disini?" tanya Soul dengan datarnya.


 


"Pria lemah? Sia- ahhh, maksudmu Baekhyun?" Soul mengangguk malas. "Tidak, dia ada disana!"


 


Soul mengikuti arah yang ditunjuk oleh Chanyeol, dan benar saja, Baekhyun ada disana, baru saja selesai mengganti seragamnya di kamar mandi.


 


Mata mereka saling bertemu, rona merah di pipi Soul muncul ketika melihat rambut Baekhyun yang basah dan meneteskan air-air jernih.


 


Sadar bodoh!


 


Soul langsung mengalihkan pandangan nya dari Baekhyun. Dan Baekhyun sendiri menjadi salah tingkah sehabis ditatap oleh Soul.


 


"Kau..... bertengkar lagi?!"


 


Suara Chanyeol yang berat dan sedikit tinggi itu membuat kedua manusia yang berada bersama nya sedikit tersentak.


 


"Yaaahh, seperti itulah. Kurang lebih," jawab Soul.


 


Chanyeol menelisik setiap wajah Soul, memastikan bagian mana lagi yang terluka selain pipi kanan nya.


 

__ADS_1


"Berhentilah bertarung Soul, tubuhmu bisa terus terluka sebelum sembuh." Chanyeol berdiri dan pergi mengambil salep yang berada di lemari kaca, tak jauh dari tempat mereka duduk.


 


"Tidak bisa, itu sudah menjadi rutinitasku."


 


"Rutinitas?! Bukan! Jika rutinitas pasti kau bisa mengaturnya seperti jadwal! Tapi apa?! Kau bahkan tidak tidur di malam hari hanya untuk bertarung, bertarung, dan bertarung! Luka di lehermu juga baru kau dapatkan tadi pagi kan?! Berhentilah Soul... berhentilah melukai dirimu sendiri. Kumohon..."


 


Soul tertunduk, ia rasa, ia tidak bisa.


 


:::)) Untuk siswi bernama Ahn Soul Ji, diharapkan untuk segera pergi ke ruang konseling. Sekali lagi, untuk siswi bernama Ahn Soul Ji, segera pergi ke ruang konseling. Terima kasih.


 


"Yahh, tadinya aku ingin tidur untuk menunggu namaku dipanggil, tapi sepertinya aku tidak bisa dan harus pergi sekarang."


 


 


....


 


 


Lorong-lorong mulai sepi karena sudah masuk jam pelajaran. Gadis berkacamata itu dengan tenangnya berjalan di lorong tersebut untuk menuju ke ruang konseling.


 


 


TOK TOK TOK


 


 


Setelah itu, ia membuka pintu ruangan tersebut dan masuk ke dalam. Sudah ada seorang guru yang duduk menunggunya.


 


"Silahkan duduk Soul Ji!" ucap guru wanita bermarga Nam itu.


 


Soul pun duduk di atas kursi yang ada di hadapan guru Nam. Di tengah-tengah mereka ada meja yang memberikan sebuah jarak.


 


"Jadi, kau berkelahi dengan Chorong?" Soul mengangguk. "Atau kau melukainya?"


 


"Maksud anda?"


 


Ingatan Soul kembali ke beberapa waktu yang lalu.


 


"Saya tidak gila Chorong-ssi. Hanya saja, jika anda selalu bilang bahwa saya gila ataupun tidak waras, maka anda akan benar-benar membuat saya gila, dan yang pertama kali merasakan kegilaan saya adalah anda!"


 


Chorong menyunggingkan senyum liciknya.


 


"DASAR BODOH!"


 


Tangan kanan Chorong mengambil belati yang ada di saku rok nya, lalu berusaha untuk menusuk Soul.


 


Reflek, Soul langsung bergeser ke samping dan menggunakan tangan Chorong yang ia cekal untuk melindunginya. Belati kecil yang tajam itu pun menusuk tangan Chorong sendiri.


 


"Kau tak mau menjelaskan?" tanya guru Nam.


 


"Lihat saja kamera pengawas yang terpasang di sana. Kejadian itu masih bisa terekam."


 


"Lalu bolehkan saya bertanya?"


 


 


"Anda sudah bertanya sejak tadi," ujar Soul.


 


Guru Nam tersenyum canggung. "Apa benar anda memiliki sebuah geng?" tanya nya.


 


Soul mengangguk.


 


"Bisa kau jelaskan?"


 


Soul menghela nafas malas, lalu mencoba untuk mulai menjelaskan.


 

__ADS_1


"CLISS, singkatan dari Chanyeol, Lay, Irene, Suho, dan Soul. Mereka pepuler, jadi anda pasti tahu siapa mereka dan punya status apa," ujar Soul.


 


"Benar, mereka semua populer, termasuk kau. Chanyeol adalah ketua basket di sekolah kita. Lay adalah ketua dance, Irene adalah wakil ketua organisasi sekolah, dan Suho adalah ketua organisasi sekolah. Sedangkan kau, kau adalah gadis tanpa ekspresi, matamu bahkan tidak bicara, itu membuat orang biasa susah untuk menebakmu, bahkan saya yang belajar ilmu psikolog sekalipun." jelas Nam saem.


 


"Ya, begitulah."


 


"Tapi yang kutahu, Chanyeol dekat dengan Baekhyun, apa kau tak ingin mengajak Baekhyun bergabung? Dia juga populer, dan cukup cerdas."


 


Soul menggeleng. "Bukan aku yang bisa menentukan nya." ~Lagipula jika aku tidak melihat dia di kamar mandi aku tidak akan pernah mengetahui ada dia sebagai siswa disini.~


 


"Lalu siapa?"


 


"Ketua nya adalah ketua," jawaban dari Soul membuat guru Nam kebingungan.


 


"Maksudmu?"


 


"Suho adalah ketuanya," jawab Soul.


 


 


TOK TOK TOK


 


 


Seorang pria dengan mata bulat nya masuk ke dalam dan membungkuk memberi hormat. Ia berjalan mendekat ke guru Nam dan Soul.


 


"Ahhh, Kyungsoo kau datang juga," guru Nam begitu senang melihat kehadiran pria yang dipanggil Kyungsoo itu.


 


Soul malas, ia ingin segera pergi ke kelasnya dan membaca novel yang belum diselesaikan nya itu.


 


"Jadi, siapa yang akan saya ajarkan?" tanyanya dengan sangat sopan.


 


"Gadis di sebelahmu," jawab guru Nam.


 


Soul mengernyit, berpikir terlebih dahulu, lalu menatap guru Nam. "Maksud anda?"


 


"Saya menyuruh Kyungsoo untuk mengajarimu pelajaran-pelajaran yang tidak kau pahami. Bagaimana?"


 


"Tidak perlu, saya bisa meminta Suho, Lay, ataupun Irene untuk mengajari saya. Jadi terimakasih," Soul berusaha menolak dengan sopan.


 


"Tidak! Mereka sudah sibuk dengan urusan mereka masing-masing, dan kau ingin meminta mereka untuk mengajarimu? Apa kau tidak kasihan pada mereka? Kapan mereka bisa istirahat jika seperti itu terus?" guru Nam terus berusaha agar Soul mau menerima tawaran nya.


 


"Terserah anda lah, saya tidak suka hal yang merepotkan," pasrah Soul.


 


"Bagus. Kalau begitu, perkenalkan, dia adalah Do Kyung Soo, siswa kelas tingkat 1. Siswa teladan pemilik otak cerdas dan pemikiran yang dewasa. Suaranya juga indah ketika bernyanyi. Siswa paling pintar diangkatan nya. Ia adalah murid kes-"


 


"Maaf, tapi saya tidak perlu tahu, dan tidak ingin tahu." ucap Soul memotong kalimat guru Nam.


 


"B-baik. Dan Kyungsoo, kau sudah tahu kan siapa dia?"


 


Kyungsoo mengangguk ragu. "T-tapi, apakah benar saya yang akan mengajarinya?" guru Nam mengangguk semangat. "B-bukankah dia adalah kakak kelas saya? Dan pelajaran yang dipelajarinya belum saya kuasai dengan baik."


 


"Begitu ya? Tidak apa-apa, kau bisa sambil belajar saat mengajarnya," ujar guru Nam.


 


Kyungsoo mengangguk, lalu menunduk. Sedangkan Soul berdiri dari kursinya.


 


"Bolehkah saya pergi sekarang?" tanya Soul.


 


"Silahkan, tapi kau tidak boleh mengulangi perbuatanmu lagi. Jika kau mengulangi lagi, maka kau akan dikeluarkan!" tegas guru Nam.


 


Soul mengerjapkan matanya dengan ekspresi wajah yang tak pernah berubah, yaitu selalu datar dan dingin. Kemudian, ia pun keluar dari ruang konseling dan pergi untuk kembali ke kelasnya.


 


To be continue....

__ADS_1


Mohon dukungan dan saran nya ya semua^^


__ADS_2