
Cerita ini hanyalah sebuah karangan yang sama sekali tidak berkaitan dengan
Idol itu sendiri maupun kejadian kejadian yang terkait di dalam cerita ini.
Karangan ini juga tidak bermaksud untuk menyinggung maupun menghina pihak manapun.
....
If You....
-2-
Siapa aku? (2)
....
"Soul," panggil Suho.
Ia mendongak menatap Suho setelah dipanggil.
"Apa kau tahu?" Soul mengernyit. "Apa kau tahu siapa dirimu?"
Pertanyaan Suho membuat Soul merasa aneh. Apa maksud dari pertanyaan itu?
"Pertanyaan macam apa itu?!" jengkel Soul.
"Pertanyaan yang mampu mengetahui siapa dirimu sebenarnya," ucap Suho.
Soul menatap tajam Suho. Ini sudah sering terjadi. Sebenarnya kenapa Suho mempertanyakan pertanyaan yang sudah sering ia lontarkan?
"Kembalilah ke kelas! Sebentar lagi bel masuk berbunyi!" seru Soul, lalu turun dari bangsal dan mulai melangkah untuk keluar.
Greep.
"Siang nanti aku akan ke kelasmu, jadi cari jawabannya dengan benar."
Suho melepas genggamannya dari lengan Soul, lalu pergi meninggalkan Soul yang diam dengan ekspresi wajah yang selalu datar.
....
Pergantian mata pelajaran kedua sudah dimulai. Seorang gadis tampak kalut dalam pikirannya sendiri, hingga tidak dapat fokus menyimak materi yang dijelaskan oleh guru mata pelajaran nya.
"Pertanyaan yang mampu mengetahui siapa dirimu yang sebenarnya."
Sial!
Soul memanglah Soul. Walau ia belum mendapat jawabannya, ia tidak akan lari.
'TOK TOK TOK'
Masuk seorang siswa ke dalam kelas, setelah sebelumnya membungkuk memberi hormat.
"Ada apa?"
Siswa itu terlihat menuliskan sebuah kalimat di buku kecil yang ia bawa, lalu menunjukkan nya kepada guru.
"Soul Ji! Ikutlah Baekhyun!" titahnya.
Soul berdiri lalu mulai berjalan.
"Lepaskan jaketmu, Soul! Atau setidaknya jangan pakai tudungnya!"
Banyak bicara!
Tanpa bicara, Soul langsung melepas tudung jaketnya yang sedari tadi ia kenakan. Perban putih yang membungkus semua bagian lehernya sekarang terlihat lebih jelas. Noda merah darah di perban putih itu terlihat sangat jelas.
"Astaga Soul! Lehermu kenapa?!" Miseo berdiri di tempatnya dan tampak terkejut.
"Bukan urusanmu!" setelah itu, Soul menatap tajam Baekhyun yang masih terdiam menatap luka di lehernya. "Cepat!"
Baekhyun tersentak, lalu ia pun membungkuk kepada guru dan pergi menyusul Soul yang sudah jalan terlebih dahulu.
__ADS_1
....
"Kemana?" tanya Soul dengan pandangan yang lurus ke depan.
Baekhyun mulai menulis di buku kecilnya, setelah itu ia menunjukkan nya. Soul hanya melirik untuk membaca tulisan itu.
[Ruang konseling]
Soul kembali memandang lurus ke depan setelah membaca tulisan Baekhyun. Tetapi, ujung matanya menangkap Baekhyun yang sedang menulis sesuatu, lalu kembali menunjukkan nya kepada Soul.
[Apa lehermu tidak apa? Sepertinya darahmu belum berhenti?]
"Simpan bukumu dan jalanlah dengan tenang," ucap Soul mencoba menahan emosi.
Ya, sepertinya ketenangan yang diinginkan Soul tidak bisa ia dapatkan, karena seorang siswa datang dan menghalangi jalannya.
"Minggir," ucap Soul, sangat dingin.
"Hey hey hey.... jangan terlalu dingin seperti itu. Aku hanya ingin bicara dengan orang disampingmu," Soul tampak acuh.
Siswa itu mendekatkan wajahnya ke samping wajah Soul, melihat leher Soul yang diperban.
"Kau terluka? Kalau begitu seharusnya rambutmu digerai saja, setidaknya leher bagian belakangmu dapat tertutupi," bisikinya.
Soul membelalakkan matanya. Kejadian satu tahun lalu terlintas di pikirannya. Dirinya kembali menyelam kedalam memori menyedihkan itu, dimana saat itu adalah penyesalan terbesarnya.
Baekhyun melihat Soul yang diam membatu, itu membuatnya bingung. Tanpa memikirkan lebih panjang lagi, Baekhyun langsung menarik lembut tangan Soul agar mereka bisa kembali berjalan ke ruang konseling.
Greep!
Siswa itu menahan tangan Soul, lalu menatap tajam Baekhyun dengan mata sipit nya itu. Soul menyadarkan dirinya dari pikiran kelamnya itu, dan mulai menyadari keadaan di sekitarnya.
"Min Yoongi!"
Soul langsung menghempaskan tangan kedua pria itu, dan menatap dingin siswa yang ia panggil namanya tadi.
"Minggir dan jangan mengganggu!" desisnya.
Sudut bibir kanan Yoongi terangkat, melukiskan sebuah senyuman yang jahat.
"Baiklah, silahkan lewat tuan putri. Tapi aku akan menahan nya," ucap Yoongi dengan jari telunjuk yang mengarah ke Baekhyun.
"Terserah! Dan berhentilah membuat masalah denganku!" Soul pun pergi meninggalkan Baekhyun dan Yoongi.
....
Soul sampai di ruang konseling. Ia mengetuk pintu itu lalu masuk ke dalam. Sedari tadi ada yang mengganggu pikiran nya, sampai ia tak sadar jika guru yang ada di sana memanggilnya.
"Soul Ji! Kau kenapa? Dan dimana Baekhyun?!" tanyanya dengan suara yang lebih dikeraskan.
Soul mengedip-ngedipkan matanya. "Baekhyun sedang bersama Yoongi."
"Soul Ji! Bagaimana kau bisa meninggalkan nya?! Yoongi pasti akan memukuli Baekhyun lagi!"
Ia terdiam.
Baekhyun?
Soul langsung berlari keluar ruangan tanpa pamit terlebih dahulu dengan guru. Ia hanya harus melakukan sesuatu. Memastikan jika yang mengganggu pikiran nya sedari tadi apakah benar pria itu.
....
__ADS_1
BYUURRRR
"Bagaimana? Dingin?"
Yoongi, siswa kelas tingkat 1, yang berarti termasuk ke dalam adik kelas Baekhyun dan Soul. Murid yang kerap kali menjadi dalang dari sebuah pembullyan siswa/siswi di sekolah. Sering membolos dan melawan guru, bahkan kepala sekolah.
Sekarang, ia sedang melakukan kegiatan yang sudah sering ia lakukan, yaitu membully. Di tengah-tengah lapangan, ia mengguyur Baekhyun dengan air yang terdapat es batu sangat banyak di dalam nya.
"Kau mau lagi?" Baekhyun menggeleng keras.
DUAK
Baekhyun jatuh berlutut setelah tulang keringnya di tendang oleh Yoongi. Ia meringis tanpa suara karena kesakitan.
"Rasakan! Itulah balasan karena kau sudah dekat-dekat dengan orang yang kusukai!!" seru Yoongi.
DUAK
Ia menendang dari bawah rahang Baekhyun, membuatnya jatuh ke belakang dan terkapar.
"Sungguh aku ingin menghabisimu! WAJAHMU ITU MEMUAK-"
BUG!
Tubuh Yoongi terhuyung setelah mendapat sebuah tinju di wajahnya. Ia menyeimbangkan kembali tubuhnya dan melihat siapa orang yang sudah berani melukainya.
"S-Soul?!"
Soul nampak tak menghiraukan Yoongi, ia membantu Baekhyun untuk bangkit.
"Dasar lemah!" Soul menggerutu sambil tetap membantu Baekhyun untuk berdiri.
"Soul! Sebenarnya kau siapa?! Tadi kau tidak peduli padanya!! Dan sekarang kau malah membantunya!! Apa kau ingin kembali seperti dulu?!!"
Soul menatap sinis Yoongi yag sedang marah. "Tentu saja tidak."
"Lalu?!"
"Aku membantunya karena dia menggangguku. Dan juga karena aku adalah orang yang tidak suka dengan manusia pengganggu sepertimu!"
Baekhyun tersenyum menatap Soul yang sedang merangkulnya, ia berterimakasih.
Setelah itu, Soul segera membawa Baekhyun ke unit kesehatan. Ia membiarkan Baekhyun beristirahat di atas bangsal.
"Aku akan ke kelas," ucap Soul.
Baekhyun langsung terduduk, membuat Soul mengernyit. Pria itu tampak mencari sesuatu di dalam saku celanannya.
Ternyata ia mencari ponselnya yang masih berfungsi karena anti air. Ia mengetik sesuatu di dalam ponsel nya.
"Ck! Apa kau harus menulis atau mengetik untuk bicara?!"
Baekhyun tersentak.
"Gunakanlah mulutmu dan bicaralah yang benar!! Apa kau tidak bisa bicara?!"
Baekhyun tersenyum getir, kemudian kembali mengetik dan menunjukkan nya kepada Soul.
[Iya, aku tidak bisa.]
Setelah membaca itu, pandangan mata Soul langsung jatuh kebawah. Sepertinya ia bersalah. Tapi juga ia merasa aneh, kenapa ia peduli dengan pria di hadapan nya ini? Padahal sebelumnya rasa empati nya seperti sudah mati dari dalam dirinya.
To be continue....
Jika kalian menyukai cerita saya, silahkan di like, vote, komen, dan masukkan ke dalam favorit^^
__ADS_1
Terima kasih😉😉