Ikatan Setan

Ikatan Setan
Menyimpan dendam


__ADS_3

Di desa ini terlalu banyak terjadi pertumpahan darah dan aura amarah dan balas dendam membuat desa itu begitu kental dengan makluk halus yang negatif.


"Mampukah Ardian menguak tabir kegelapan yang sedang menyelimuti desa ini, ?


Ardian berusaha tetap tenang meski dia mulai di dekati makluk-makluk astra itu.


Ardian membantu membersihkan rumah sang kakek, setelah minta izin pada pak RT untuk tinggal di sana semalam.


Ardian, baru saja hendak menutup pintu, karena sudah mau magrib.


hawanya sudah mulai dingin dan sangat tidak nyaman , Ardian mencoba untuk menutup mata rohnya sejak dari tadi siang selepas dari kunjungan ke kubur kakek tunaggannya itu.


Namun tetap saja, masih dapat melihat aneh-aneh, rupanya aura mistis di tempat itu memang begitu kuat terpancar mulai dari saat mau masuk desa ini sehingga indra ke enamnya selalu menyala layaknya radar.


Sesuatu yang jahat buruk sedang mengintai mereka, sehingga mata rohnya tak bisa di tutup sempurna.


Namun Ardian tidak ingin membuat tunaggan'nya ketakutan, sehingga dia memilih diam saja dan merahasiakan apa yang dia rasa.


Usai makan malam, mereka mulai membaringkan tubuh ke ranjang, untuk tidur , sementara Ardian tidur di kursi panjang kalau orang jawa itu di namakan dengan bangko.


Makin malam, mulai terdegar suara gaduh di luar membuat Ardian tak bisa tidur, namun Lastri tertidur pulas.


Di rumah kakek dia tak melihat penampakan apaun pun rumah ini seperti ada ynag melindungi.


Lapisan seperti kaca yang mengitari rumah sehingga tak mudah di tembus oleh makluk astral yang ada di luar.


Namun resodual energi suara-suara masih terekam jelas oleh alam dan dibangkitkan oleh bangsa jin yang membuat makin mencekam.


Ardian tak dapat tidur karena dia ingin berjaga-jaga ,takut ada apa-apa dengan tunangannya


Ketika mulai tengah malam terdengar ketukan dan suara rontihan dari pintu, perasaan Adrian begitu tak tenang, begitu tak enak.


Dia baru saja membalikan badan ketika pintu terbuka dan suaraLastri tunaggannya cekikikan di luar sana.


Ardian langsung saja berlari keluar menghampiri tunaggannya itu.


"Lestari....mau kemana "? tanya Ardian.


Namun yang di panggil itu menoleh dan tertawa cekikikan lagi.


"Sial...,"Lestari sudah di rasuki oleh kutilanak merah ,gumam Ardian.

__ADS_1


Ardian segera memegangi Lestari, suasana kembali mencekam, saat dia Lestari megigit tanggan Ardian dan berusaha kabur.


Ardian memegangi,Lestari dengan kuat meski pun di gigit,Ardian tak mau melepaskan Lestari karena itu sama saja, membahayakan nyawa tunaggannya.


"Apa mau mu kutilanak merah" ? tanya Ardian pada Lestari yang suara nya telah pun berubah jadi aneh.


"Aku akan bawa dia pergi, dia dan Lastri harus mati, apa kau tau ,aku sudah menunggunya lama, jawab kutilanak itu dengan suara amarah.


"Kenapa dia harus mati, kamu tidak berhak melakukannya ,lepaskan dia," teriak Ardian,lalu dia mulai membaca doa.


"Ya.. harusnya dia yang mati,sepuluh tahun yang lalu, harusnya dia yang keluar bukan aku, teriak kutilanak itu.


"Jangan mengada-ngada aku tau kamu bukan Roh selir saudagar itu, kamu hanya sebansa jin yang suka manupulatif.


Kematian selir itu memang tidak bisa di hindari , mungkin menang Naasnya demikin dan memang begitulah takdir dia waktu itu, jawab Ardian.


Kematian manusia sudah pasti tidak dapat dihindari lagi sekalipun oleh seorang penguasa wilayah atau bahkan peguasa kerajaan sekalipun.


Semua manusia dipastikan akan menemui ajalnya termasuk kamu dan pemuda di masa itu .


Kematian juga akan memisahkan arwah seseorang dengan jasadnya dan dipastikan arwah seseorang yang sudah meninggal dunia tidak akan lagi terlihat di dunia nyata berkeliaran atau gentayangan jadi kamu jangan menipu aku kutilanak merah keluarlah dari tubuh tunaggan ku, perintah Ardian pada kutilanak itu.


"Keluar aku akan membantu mencari tulang dan jasad wanita ini dan akan melakukan penguburan selayaknya.


"Aku......tidak mau aku mau bawa dia mati, teriak kutilanak lalu tertawa cekikikan.


"Meskipun masyarakat Jawa kuno, mempunyai kepercayaan yang di di luar logika, bahwa setiap rumah da penunggunya.


Dari mulai mitos, takhayul sampai ritual-ritual khusus, masyarakat Jawa kuno yang konon ,punya keyakini bisa mengusir roh jahat dari rumah dengan cara jampi -jampi atau bendak khusus, aku tak akan melakukan hal itu untuk mengusir kamu kutilanak merah, keluarlah sebelum aku hancurkan kamu," kata Ardian lagi.


Konon, menurut mereka tiap rumah itu pasti memiliki โ€˜penungguโ€™ tak kasat mata.


Percaya atau tidak, roh jahat dapat mengusik keberadaan manusia di rumah.


Terlebih kalau rumah kita dekat area pemakaman.


Seperti halnya manusia, hantu atau setan punya sifat yang beragam.


Ada yang baik ada pula yang jahil atau jahat.


Tetapi, siapa sih yang betah tinggal di rumah โ€œberhantuโ€?

__ADS_1


Alhasil, pilihannya cuma dua, kamu atau mereka yang pergi tentu saja tidak, mbak kuntilanak aku di cipta lebih mulia daripada kamu, tentu saja aku punya kuasa untuk mengusirmu, teriak Ardian mulai tak sabar.


kutilanak itu masih tertawa cekikikan menengar omongan Ardian.


Tanpa banyak bicara Ardian lalu memegang tengku Lestari dan segera mengusir Kutilanak itu lalu membawa Lestrari masuk ke dalam rumah kakek.


Ardian lalu berpesan kepada Lestari untuk tidak keluar rumah, Ardian kembali melihat residual energi jeritan dan tangisan selir saudagar itu bagaiamana dia di perlakukan dengan kejam oleh para pemuda bejat itu.


Mereka mempermainkan sampai pagi terakhir yang di lihat selir saudagar itu merangkak menghampiri pintu dan mengetuk berkali-kali sampai dia megembuskan nafas terakhir nya dan pintu itu tetap tertutup sampai pagi.


Ardian seperti melihat semua kejadian waktu itu suasana yang mecekam itu, terlihat melalui mata batinnya.


Saat kejadian itu, memang hari yang mencekam Lestrai terlihat ketakutan saat kakeknya menawarkan pada para pemuda itu untuk di jadikan pemuas mereka sebagai ganti dari saudagar itu.


Namun saudagar itu, memilih mendorong selirnya keluar dari pada membiarkan cucu kakek yang melindunginya jadi korban.


itulah yang membuat selir itu merasa dendam dan sakit hati karena suami yang harusnya melindunginya malah mengorbankannya.


Dan para pemuda yang keji yang mempermainkan selir saudagar itu mentertawakan bahkan mengoloknya


dan dia pun marah karena harusnya Lastri yang keluar bukan dia.


Harusnya Lastri yang jadi tumbal para pemuda bejat itu, harusnya Lastri yang di korbankan bukan dia, itu suara rekaman jejak fikiran atau jeritan jiwa dari selir saudagar itu yang tidak terima di perlakukan demikian.


Namun bagaimanapun saudagar itu punya pertimbangan,tidak mungkin pula mengorbankan cucu kakek yang menolong nya.


Tidak mungkin mengorbankan cucu dari orang yang telah memberi makan dan tumpangan pada nya.


Mungkin menurut selir itu salah dan terasa suaminya tak perduli namun dalam segi kemanusiaan tentu saja suaminya melakukan tindakan yang benar.


------------Bersambung baby-------------


jangan lupa like๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘


commentโœ๏ธโœ๏ธโœ๏ธโœ๏ธโœ๏ธโœ๏ธโœ๏ธโœ๏ธโœ๏ธ


and voteโœŒโœŒโœŒโœŒโœŒโœŒโœŒโœŒโœŒ


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


ย 

__ADS_1


__ADS_2