Imajinasi Ku Menjadi Nyata(Taehyung Dan V)

Imajinasi Ku Menjadi Nyata(Taehyung Dan V)
Bab 1: Memikirkan


__ADS_3

Di pagi yang cerah di Incheon, Korea Selatan, seorang gadis sibuk bersiap-siap untuk hari pertama kerjanya. Ia hampir terlambat karena mematikan alarmnya dan melanjutkan tidur.


"Aish, di mana aku meletakannya? Seingatku aku menaruhnya di sini," gumamnya sambil menatap jam tangannya. Dia terkejut saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 7.


"Sial, aku bisa terlambat jika terus mencari. Lebih baik aku melanjutkannya nanti setelah pulang kerja," pikirnya sambil bergegas keluar rumah dan berlari ke halte bus. Sayangnya, bus telah pergi tepat saat dia sampai di halte.


"Ke sialan, apa lagi ini, Tuhan? Kalau begini, aku harus berlari sampai ke kantor," keluhnya, terpaksa meninggalkan halte bus.


Setelah tiba di kantor, ia harus berlari lagi menuju ruangan manajernya, menyiapkan diri untuk menerima kritik pedas.


Gadis itu mengetuk pintu manajernya dengan cemas. "Maaf, manajer, saya terlambat."


"Kenapa kau terlambat? Ini baru hari pertama kerjamu di sini, dan kau hampir satu jam terlambat. Kau lupa bahwa kantor ini sangat menekankan pada disiplin," tegur manajernya dengan nada tegas.


"Maaf, manajer, tadi ada sedikit masalah yang membuatku terlambat," Nari berusaha memberi penjelasan.


"Kurang peduli dengan alasanmu. Sekarang, kerjakan proyek ini," tegas sang manajer.


"Kenapa kau bertanya kalau tak mau mendengarkan alasan ku, manajer sial," gumam Nari dalam hati, kesal dengan manajernya yang hanya bertanya tapi tak mau mendengarkan penjelasan.


Saat dalam perjalanan menuju ruangan kerjanya, seorang sahabat, Nayeo, memanggilnya, "Yoon Nari!"


Nari menghela nafas. "Bisakah kau sedikit lebih tenang? Aku bisa mendengarmu."


Nayeo adalah temannya sejak sekolah menengah atas, seorang gadis yang selalu berteriak dengan keras setiap hari. Nari mungkin kadang merasa kesal dengan kebisingannya, tetapi juga senang memiliki teman seperti Nayeo.


"Nari, mengapa kau terlambat di hari pertamamu bekerja?" tanya Nayeo dengan penuh rasa ingin tahu.

__ADS_1


Nari hanya menjawab dengan singkat, "Aku kehilangan kalung, seingatku aku meletakkannya di laci."


"Mengapa selalu lupa menaruh ka-"


"Nayeo, Nari, kalian sedang apa di sini?" sang manajer tiba-tiba muncul.


"Mengobrol sebentar, tuan," jawab Nari, mencoba menenangkan suasana.


"Apapun yang sedang kalian lakukan, kantor ini bukan tempatnya. Kembali bekerja, dan Nari, hari pertamamu, kau harus langsung menyelesaikan tugas yang ku berikan," tegur sang manajer dengan tegas.


Mereka kembali ke tempat masing-masing, tetapi suasana menjadi tegang. Saat tiba waktu makan siang, Nari mendengar pembicaraan ribut dari beberapa karyawan.


"Bagaimana kalau karakter itu menjadi nyata? Akan menyenangkan sekali," terdengar salah satu dari mereka berbicara.


Mereka bertiga duduk untuk makan siang, dan Nari ingin tahu apa yang sedang dibicarakan.


Mereka menganggukkan kepala, dan Nari melanjutkan, "Apa yang sedang dibicarakan oleh para karyawan? Sepertinya mereka sangat bersemangat."


"Nari, kau benar-benar harus mengikuti berita dan tren terbaru. Mereka sedang membicarakan komik yang sedang populer. Kau terlalu sibuk dengan pekerjaanmu," kata Nayeo.


Nari hanya mendengarkan dengan acuh tak acuh. "Nari, sebenarnya ide membuat komik adalah impianmu, kan?" Youra menambahkan.


"Saya setuju dengan Youra. Komikmu pasti lebih baik daripada yang mereka baca sekarang," kata Nayeo.


Nari merenung. Ia tahu bahwa ia pernah mencoba membuat komik, tetapi hasilnya tidak dihargai dan pernah dianggap jelek. Itu adalah pengalaman yang membuatnya ragu untuk mencoba lagi.


"Aku akan pikirkan," jawab Nari dengan singkat.

__ADS_1


Apakah dia benar-benar bisa mencoba lagi, setelah pengalaman pahit di masa lalu, di mana temannya sendiri meremehkan karyanya?


Nari melanjutkan hari pertamanya dengan penuh kekhawatiran. Ia merasa seolah-olah seluruh kantor sedang memperhatikannya, menilai setiap langkah yang ia ambil. Mereka yang baru saja memulai pekerjaan pasti tahu bagaimana perasaan itu.


Setelah pertemuan dengan manajernya, Nari diberi tugas yang cukup sulit untuk diselesaikan dalam waktu singkat. Ia berusaha semampu yang ia bisa untuk menyelesaikannya dengan baik, meskipun kekhawatirannya masih menghantui pikirannya.


Selama istirahat makan siang, Nari memutuskan untuk menyendiri sejenak. Ia pergi ke taman kecil di sekitar kantor, mencoba meredakan stresnya. Namun, pikirannya masih terus menerus memikirkan komentar-komentar para karyawan tadi.


"Kenapa aku selalu seperti ini? Kenapa aku selalu melakukan kesalahan di hari pertama?" gumam Nari dalam hatinya. Ia merasa frustasi dan tidak percaya diri.


Nayeo dan Youra, yang menyadari betapa Nari merasa tertekan, datang menemui Nari di taman. Mereka mencoba menghibur dan memberinya semangat. "Nari, jangan terlalu keras pada dirimu sendiri. Semua orang pasti melakukan kesalahan di awal," kata Youra.


Nari tersenyum lemah. Teman-temannya selalu ada untuknya, dan itu membuatnya merasa lebih baik. "Terima kasih, kalian. Aku hanya merasa sedikit grogi karena ini hari pertama."


Setelah makan siang, Nari kembali bekerja dengan semangat yang baru. Ia mencoba untuk lebih percaya diri dan fokus pada pekerjaannya. Hari pertama yang sulit ini mungkin adalah ujian, tetapi dia bertekad untuk melewatinya dengan baik.


TBC


Salam yang dari Author:


Setiap episode adalah jendela ke dalam dunia yang penuh cinta dan seni. Dalam setiap kata dan adegan, kita menjelajahi perasaan yang mendalam, momen-momen indah, dan inspirasi yang mengalir dalam cerita ini. Terima kasih atas kesempatan untuk bersama-sama merenungkan kisah cinta, seni, dan inspirasi yang tak terbatas ini.


Dalam setiap episode, kita akan mengikuti jejak Nari, Mia, dan Kim Taehyung, dan kita akan bersama-sama menggali kekuatan cinta sejati dan keindahan seni. Setiap episode adalah perjalanan baru dalam perjalanan hidup mereka, dan saya berharap Anda akan menikmati setiap momen dalam kisah ini.


Salam panjang kepada Anda, penikmat cerita, semoga kisah ini terus menginspirasi, merenungkan, dan memberikan kebahagiaan. Mari kita lanjutkan perjalanan ini bersama-sama!


__ADS_1


__ADS_2