Imajinasi Ku Menjadi Nyata(Taehyung Dan V)

Imajinasi Ku Menjadi Nyata(Taehyung Dan V)
Bab 5: Pertanyaan?


__ADS_3

AAA...AAA...AAA," suara itu terus bergema.


"Ya kenapa kamu ada di sini? Aku sudah bilang ini bukan kamarmu. Kamu tidak bisa tidur di sini," kata Nari, kesal. "Kenapa aku harus diusir dari kamar rumahku sendiri?"


Pria itu, yang mengaku sebagai V, menjawab, "Aku tidak bilang kamu harus pergi dari kamar ini. Kita bisa tidur bersama di sini."


Nari merasa jijik, "Kamu dasar mesum!" Dia akhirnya mengalah dan berjalan ke kamar sebelah.


Pada malam hari, Nari sedang memasak ramen dan duduk bersama kucingnya yang bernama Milo.


"Selesai juga," kata Nari sambil membawa mangkuk ramennya ke meja makan.


Nari merasa kaget saat V mencium aroma ramen. "Aku tidak tahu kalau kamu bisa memasak, nona. Wanginya enak sekali."


Nari melirik V dengan sedikit ketidakpercayaan. "Kamu membuatku terkejut. Maaf ya, tapi kalau kamu mau, kamu bisa membuatnya sendiri. Bahan-bahannya ada di sana," kata Nari sambil menunjuk ke lemari di atas.


V menggelengkan kepala, "Bagaimana caranya, nona?"


Nari menghela nafas, "Baiklah, aku akan memasak lagi nanti. Kamu makan dulu."


"Terima kasih, nona. Ini sangat enak. Apa nama makanannya?" tanya V setelah cepat menyelesaikan ramennya.


Nari terkejut melihat betapa cepat V menghabiskan ramennya. "Nona, bolehkah aku minta lagi? Ini hanya sedikit, aku masih lapar," pinta V dengan senyum indahnya.


Nari mulai merasa khawatir tentang biaya makanan jika V terus makan sebanyak itu. "Kamu benar-benar tidak tahu diri," komentarnya sambil memberikan mangkuk ramen yang kedua.


Pagi hari tiba, dan Nari sudah siap untuk pergi ke kantor.


"Nona, bolehkah aku ikut?" tanya V. "Aku ingin melihat mu bekerja."


Nari menggeleng, "Tidak bisa, aku harus pergi bekerja. Tunggu saja di rumah bersama Milo."

__ADS_1


Nari membuka pintu, tetapi kemudian mengingatkan V, "Ingat, kamu tidak boleh pergi ke mana-mana."


Setelah Nari pergi, V merasa sendirian. Dia berjalan mendekati Milo, kucing Nari.


"Hei, apakah kamu yang bernama Milo?" kata V sambil bersujud dan mengulurkan tangan sebagai tanda perkenalan.


Milo menjawab dengan meongnya yang lembut.


"Salam kenal, Milo. Apakah kamu mau bermain denganku?" V berusaha memulai percakapan dengan kucing tersebut.


Milo yang awalnya curiga dengan kehadiran V, mulai mendekatinya dengan hati-hati. V tersenyum ketika Milo mendekati dan mulai mengusap lembut kepalanya.


"Hei, kamu lucu sekali, Milo. Kita bisa jadi teman, bukan?" ujar V dengan penuh kehangatan.


Milo merespon dengan meong yang lembut, dan V merasa senang karena sepertinya dia sudah mendapatkan persahabatan kucing itu.


Sementara itu, Nari sudah selesai dengan pekerjaannya di kantor dan bersiap-siap untuk pulang. Dia merasa sedikit khawatir tentang bagaimana V berada di rumahnya dengan Milo, tetapi dia juga merasa lega bahwa V tidak mengganggu pekerjaannya.


Ketika Nari tiba di rumah, dia melihat V sedang bermain dengan Milo. Mereka tampaknya sudah akrab satu sama lain.


V tersenyum, "Milo ini sangat ramah. Dia adalah kucing yang baik."


Nari merasa sedikit lega melihat bagaimana V dan Milo bisa bermain bersama. Setidaknya dia tidak perlu khawatir tentang perselisihan antara mereka.


Malam itu, Nari duduk di ruang tamu, memikirkan tentang semua yang telah terjadi. Dia masih tidak yakin apa yang harus dia lakukan dengan V, karakter komiknya yang tiba-tiba hidup.


"Semuanya begitu aneh," gumam Nari pada dirinya sendiri. "Tapi entah mengapa, rasanya aku tidak bisa menolak untuk memberinya kesempatan."


Nari kemudian berpikir tentang bagaimana dia bisa membantu V menemukan tujuan dan makna hidupnya dalam dunia nyata. Dia merasa ada sesuatu yang istimewa tentang V, dan dia ingin mencari tahu apa itu.


Nari terus berpikir tentang bagaimana dia bisa membantu V menemukan tujuan hidupnya di dunia nyata. Dia menyadari bahwa V adalah karakter dari komiknya yang tiba-tiba hidup, dan ini adalah kesempatan yang sangat langka.

__ADS_1


Suatu hari, ketika mereka berdua duduk bersama di ruang tamu, Nari bertanya kepada V, "V, apa yang kamu inginkan dalam hidupmu? Apa tujuanmu?"


V terdiam sejenak, seolah-olah dia belum pernah memikirkannya sebelumnya. "Aku tidak yakin, Nona. Aku hanya karakter dalam komikmu, dan aku tidak punya tujuan di dunia nyata."


Nari tersenyum, "Mungkin saatnya kamu menemukan tujuanmu sendiri di dunia nyata. Kita bisa mencoba berbagai hal bersama-sama, dan siapa tahu, kamu akan menemukan sesuatu yang benar-benar kamu cintai."


V mengangguk, mulai merasa antusias dengan ide itu. Mereka mulai menjalani berbagai petualangan kecil bersama-sama, mencoba berbagai hal dari memasak hingga berkebun. Selama prosesnya, mereka semakin dekat satu sama lain.


Namun, ada satu hal yang selalu mengganggu pikiran Nari. Dia ingin tahu bagaimana V bisa menjadi nyata. Dia mulai menyelidiki lebih lanjut tentang komiknya yang tiba-tiba hidup.


Dia menghubungi seorang teman lamanya yang bekerja di industri komik dan bercerita tentang apa yang terjadi. Temannya, Seojin, sangat terkejut dan tertarik dengan cerita Nari.


"Dia pasti punya potensi besar untuk menjadi fenomena di industri komik," kata Seojin. "Tapi kita harus mencari tahu bagaimana ini bisa terjadi. Mungkin kita bisa mendapatkan bantuan dari para ilmuwan atau ahli paranormal."


Nari dan Seojin mulai bekerja sama untuk menyelidiki fenomena ini. Mereka menghubungi beberapa ilmuwan dan ahli paranormal yang bersedia membantu.


Sementara itu, Nari dan V terus menjalani petualangan mereka. Mereka menemukan bahwa V memiliki banyak bakat yang belum pernah dia sadari, termasuk kemampuan seni yang luar biasa. V mulai mencoba melukis di dunia nyata, dan hasilnya luar biasa.


"Kamu memiliki potensi besar sebagai seniman," kata Nari saat melihat karya lukisan V.


V tersenyum, "Aku bahagia bisa mengeksplorasi dunia ini bersamamu, Nari."


Mereka berdua semakin dekat satu sama lain, dan Nari mulai merasa perasaannya terhadap V tidak lagi hanya sebatas karakter komik. Dia merasa benar-benar mencintainya.


Namun, pertanyaan tentang bagaimana V bisa menjadi nyata tetap mengganggu mereka. Apa yang akan mereka temukan dalam penyelidikan mereka, dan bagaimana hal itu akan memengaruhi hubungan mereka yang semakin mendalam?


TBC


Salam yang dari Author:


Setiap episode adalah jendela ke dalam dunia yang penuh cinta dan seni. Dalam setiap kata dan adegan, kita menjelajahi perasaan yang mendalam, momen-momen indah, dan inspirasi yang mengalir dalam cerita ini. Terima kasih atas kesempatan untuk bersama-sama merenungkan kisah cinta, seni, dan inspirasi yang tak terbatas ini.

__ADS_1


Dalam setiap episode, kita akan mengikuti jejak Nari, Mia, dan Kim Taehyung, dan kita akan bersama-sama menggali kekuatan cinta sejati dan keindahan seni. Setiap episode adalah perjalanan baru dalam perjalanan hidup mereka, dan saya berharap Anda akan menikmati setiap momen dalam kisah ini.


Salam panjang kepada Anda, penikmat cerita, semoga kisah ini terus menginspirasi, merenungkan, dan memberikan kebahagiaan. Mari kita lanjutkan perjalanan ini bersama-sama!


__ADS_2