
Pagi yang cerah telah tiba, dan Nari terbangun, duduk di atas ranjangnya. Ia melirik ke sisi ranjangnya dan terkejut melihat seorang pria tampan berada di sana.
"Dia siapa?" gumam Nari dalam hati, tidak bisa menyembunyikan kebingungannya.
"Selamat pagi, nona. Apa tidurnya nyenyak?" tanya pria itu dengan ramah, sambil tersenyum.
Nari hanya bisa menganggukkan kepala, namun, keheranan dan rasa tidak nyaman masih terlihat di matanya.
"Sepertinya tidurku lebih nyenyak dari biasanya. Mungkin karena semalam ada yang memelukku. Rasanya sangat hangat, dan sudah lama aku tak merasa pelukan seperti itu," kata Nari, mencoba merenungkan perasaannya sendiri.
Namun, ketika kata-kata itu keluar dari bibirnya, dia menyadari betapa anehnya situasi ini. Dia terkejut dan terdiam.
"AAAA... HANTU!" teriak Nari tiba-tiba ketika akhirnya sadar dengan keanehan tersebut.
Pria tampan itu tersentak kaget oleh teriakan Nari, dan Nari dengan cepat mendapatkan jarak darinya.
"Siapa kau? Kenapa berada di kamarku? Apa kau hantu atau hanya pria mesum yang ingin mengambil kesempatan untuk tidur denganku?" ujar Nari dengan nada tegas, sambil menggenggam guling untuk melindungi dirinya.
"Tunggu sebentar, nona. Apakah kau benar-benar lupa padaku?" tanya pria itu dengan nada memelas.
"Apa maksudmu? Aku sama sekali belum pernah bertemu denganmu, tuan," ucap Nari, matanya masih tajam dan tidak percaya.
__ADS_1
Pria tampan itu mendesah, mencoba menjelaskan, "Aku adalah karakter yang kau buat semalam dalam komikmu, dan kau memberi namaku: V. Aku tahu ini terdengar aneh, tapi aku nyata."
Nari memandangnya dengan bingung, mencoba memproses semua informasi yang dia terima. Bagaimana bisa karakter komiknya menjadi nyata?
"Apakah kau sakit, tuan? Sepertinya Anda perlu diperiksa di rumah sakit," kata Nari dengan kepala dingin, mencoba mencari solusi logis.
V menggelengkan kepala dengan frustrasi. "Nona, kau harus percaya padaku. Aku bukan sekadar karakter komik. Aku benar-benar di sini."
Nari masih ragu, tetapi dia merasa ada sesuatu yang aneh dan tidak bisa dijelaskan dengan logika. Dia pun memutuskan untuk membawa V ke rumah sakit jiwa karena situasi yang tak biasa ini.
Sekarang, di depan rumah sakit jiwa, Nari merasa semakin bingung. Dia membawa V ke sini karena menganggapnya gila, tetapi ada sesuatu yang tidak wajar dalam penjelasan V.
Nari mulai merasa bersalah karena membawa V ke sini. Dia mencoba menjelaskan, "Tuan, sepertinya ada kebingungan besar di sini. Kita harus mencari jawaban bersama-sama."
V tersenyum dengan lembut, wajahnya sangat mirip dengan karakter dalam komik yang Nari buat. Nari merasa semakin terperplex, tetapi juga mulai mempertimbangkan kemungkinan bahwa ini bisa jadi lebih dari sekadar ilusi.
Nari merasa semakin bingung dan gelisah dengan situasi yang semakin tidak masuk akal ini. Pria tampan bernama V bersikeras bahwa dia adalah karakter komik yang Nari buat semalam, dan wajahnya memang sangat mirip dengan karakter itu.
"V, aku butuh waktu untuk memproses ini semua. Ini terlalu aneh," kata Nari dengan suara gemetar.
V mengangguk dengan pengertian. "Aku tahu ini sulit dipercaya, Nari, tapi aku akan tetap di sini dan membantumu mencari jawaban."
__ADS_1
Nari menarik napas dalam-dalam. Dia merasa seperti berada dalam cerita komiknya sendiri yang sangat fantastis. Mereka berdua berbicara dan mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi.
"Dari mana kau tahu tentang komik yang ku buat? Aku bahkan belum mempublikasikannya," tanya Nari, mencoba memahami asal usul misterius V.
V tersenyum lagi, senyuman yang begitu istimewa. "Kami, karakter komik, memiliki ikatan khusus dengan pencipta kami. Aku tahu tentangmu, Nari, lebih dari yang kau kira."
Nari mengangguk perlahan, masih mencoba memahami segalanya. Dia tahu ada misteri besar di balik semua ini, dan dia merasa akan memerlukan waktu untuk mengungkapnya.
Namun, satu hal yang pasti, hidupnya telah berubah secara drastis sejak pagi ini.
TBC
Salam yang dari Author:
Setiap episode adalah jendela ke dalam dunia yang penuh cinta dan seni. Dalam setiap kata dan adegan, kita menjelajahi perasaan yang mendalam, momen-momen indah, dan inspirasi yang mengalir dalam cerita ini. Terima kasih atas kesempatan untuk bersama-sama merenungkan kisah cinta, seni, dan inspirasi yang tak terbatas ini.
Dalam setiap episode, kita akan mengikuti jejak Nari, Mia, dan Kim Taehyung, dan kita akan bersama-sama menggali kekuatan cinta sejati dan keindahan seni. Setiap episode adalah perjalanan baru dalam perjalanan hidup mereka, dan saya berharap Anda akan menikmati setiap momen dalam kisah ini.
Salam panjang kepada Anda, penikmat cerita, semoga kisah ini terus menginspirasi, merenungkan, dan memberikan kebahagiaan. Mari kita lanjutkan perjalanan ini bersama-sama!
__ADS_1