
Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, saat hampir semua karyawan bersiap pulang, Nari pun bersiap pulang juga.
"Hey, Nari, ayo pulang bersama-sama," ajak Youra kepada Nari.
Nari melirik Youra sebentar sebelum menjawab, "kau duluan saja Youra aku harus ke sesuatu tempat ".
"Oke, hati-hati di jalan ya. Aku duluan," ucap Youra sambil beranjak pergi.
Nari pun meninggalkan kantor dan berjalan menuju ke tempat yang lebih sunyi. Saat itu, dia masih terus memikirkan perkataan temannya.
"Nari, seharusnya aku mencoba lagi, meskipun rasanya pusing sekali memikirkannya."
Tiba-tiba, Nari melihat seorang nenek yang sedang kesulitan. Tanpa ragu, Nari bergegas mendekat dan menawarkan bantuannya.
__ADS_1
"Nenek, mau ke mana? Biar saya bantu," ucap Nari sembari mengambil barang-barang milik nenek tersebut.
"Nak, saya ingin pulang. Rumah saya tidak jauh dari sini," jawab nenek sambil menunjuk ke arah sebuah rumah di seberang jalan. Nari pun mengantarkan nenek tersebut sampai di depan rumahnya.
"Terima kasih, nak. Kamu sangat baik. Tetaplah mengejar impianmu, dan kamu pasti akan mencapai hal-hal luar biasa," kata nenek tersebut sambil mengambil barang-barangnya dari tangan Nari.
Nari bingung dengan kata-kata yang diucapkan nenek tersebut. Dia ingin bertanya lebih lanjut, tapi nenek sudah masuk ke dalam rumahnya.
"Ah, mungkin nenek itu tahu sesuatu yang aku belum tahu," pikir Nari sambil menggelengkan kepala. Karena sudah malam dan hujan mulai turun, dia memutuskan untuk pulang.
"Apa yang dimaksud oleh nenek tadi? Apa aku harus mencoba membuat komik lagi? Apa aku bisa melakukannya dengan lebih baik kali ini?" Nari terdiam dalam pemikiran tentang semua kata-kata yang telah dia dengar dari teman-temannya dan nenek tadi.
Nari bangkit dan mencari tablet yang pernah digunakan untuk membuat komik. Dia merasa mungkin ini saatnya dia memberi impian lamanya kesempatan kedua. Dia ingin mencobanya lagi, tanpa rasa takut. Mungkin kali ini dia bisa melakukan lebih baik.
__ADS_1
"Judul komik... 'Karakter yang Menemani', sepertinya cukup bagus," gumam Nari. Dia mulai membentuk karakter-karakter untuk komik barunya, dan setelah beberapa saat, karakter itu terbentuk dengan baik.
Saat dia melihat jam, Nari terkejut. Malam telah tiba, dan dia harus segera tidur agar tidak terlambat lagi besok pagi. Nari tidak ingin mengulang kejadian pagi ini yang membuatnya kesal.
Dia pergi tidur dengan senyuman, merasa semangat untuk menjalani perjalanan baru dalam mewujudkan mimpinya.
TBC
Salam yang dari Author:
Setiap episode adalah jendela ke dalam dunia yang penuh cinta dan seni. Dalam setiap kata dan adegan, kita menjelajahi perasaan yang mendalam, momen-momen indah, dan inspirasi yang mengalir dalam cerita ini. Terima kasih atas kesempatan untuk bersama-sama merenungkan kisah cinta, seni, dan inspirasi yang tak terbatas ini.
__ADS_1
Dalam setiap episode, kita akan mengikuti jejak Nari, Mia, dan Kim Taehyung, dan kita akan bersama-sama menggali kekuatan cinta sejati dan keindahan seni. Setiap episode adalah perjalanan baru dalam perjalanan hidup mereka, dan saya berharap Anda akan menikmati setiap momen dalam kisah ini.
Salam panjang kepada Anda, penikmat cerita, semoga kisah ini terus menginspirasi, merenungkan, dan memberikan kebahagiaan. Mari kita lanjutkan perjalanan ini bersama-sama!