
Tak terasa saat ,waktu berlalu sudah hampir 1 jam mereka berselfie di kebun teh itu, setelah berselfie tama mengajak angi berjalan jalan mengelilingi kebun teh "ayo... aku ajak kamu jalan jalan melihat lihat daerah di sekitar kebun teh" kata tama "ayo.." kata angi bersemangat.
Mereka berjalan menyusuri kebun teh itu. Hingga waktu berlalu.
Tak lama hujan deras datang dengan angin dan petir yang bergemuruh.
"duar.......duar....swush..."suara petir dan desiran angin menghantui anfi dan tama."ibu...."kata angi langsung memegang tangan tama. " sudah tenang saja, jangan takit ngi kan ada aku, disekitar sini ada gubuk kecil kita berteduh saja disana ayo " kata tama langsung menggengam tangan angi dan mengajaknya kesebuah gubuk yang tak jauh dari sana. " tapi sudah mau senja " kata angi sambil menunjuk awan yang gelap ." iya gak papa dari pada kita demam karena kehujanan ,ayo enggak jauh kok dari sini " kata tama . "ya sudah baiklah ayo " kata angi.
Mereka pun berjalan dan bergegas menuju gubuk itu.
Sesampainya digubuk mereka langsung duduk.
"nah...kita tunggu hujannya reda disini saja, nanti jika sudah reda baru kita pulang oke " kata tama . " oke,..."kata angi .
Hampir 1 jam berlalu, namun hujan tak kunjung reda, angi dan tama mulai merasa kedinginan karena baju yang basah terkena hujan ditambah suasana dingin di kebun teh.
"dingin ya ngi?" tanya tama ." iya nih... padahal udah pake jaket " kata angi sambil menggosok gosok kan tangannya, agar lebih hangat.
"kan baju mu basah, jadi ya dingin " kata tama tertawa kecil.
__ADS_1
"sebentar aku cari kayu bakar dan korek api dulu ya,biasanya si dibelakang gubuk ada " kata tama kemudian berdiri. ."oke , jangan lama lama ya " kata angi .
" oiya ini pakai jaket ku, supaya lebih hangat "kata tama sambil melepaskan jaketnya dan memeberikannya pada angi." tidak perlu,nanti kamu kedinginan " kata angi mencoba menolak secara halus. " tidak apa apa ,aku enggak dingin kok" kata tama sambil memasangkan jaketnya pada angi. "em...makasi ya tam "kata angi . " iya sama sama" kata tama kemudian pergi kebelakang gubuk untuk mencari kayu bakar dan korek api.
Setelah itu langsung kembali ke angi dan langsung membuat api unggun kecil.
"nah..kalau begini kan jadi hangat " kata tama. " iya tam ,kapan hujannya berhenti ya, sudah mau petang ini "kata angi. "tunggu saja sebentarlagi juga reda, sini dekatkan diri mu pada apai, agar lebih hangat " kata tama.
Lalu angi mendekat pada api unggun dan duduk disebelah tama. "aduh....pasti orang tua kita sedang mencari kita " kata angi khawatir . "tenang saja, pasti mereka juga sedang berteduh karena hujan ini " kata tama menenangkan angi.
Karena cuaca dingin, angi lama kelamaan mengantuk dan hampir jatuh karena tertidur.
Angun tertidur dengan lelapnya di bahu tama.
"hem...imut juga angi kalau lagi tidur " kata tama tersenyum. "tidur yang nyenyak ya ngi nanti kalau hujan sudah reda aku bangun kan kamu "kata tama.
Waktu berlalu, hujan mulai mereda . "ngi.... ngi.... bangun hujannya sudah reda, ayo kita pulang "kata tama mencoba membangunkan angi . " hem....iya ayo .." kata angi lalu membuka matanya perlahan,dan kemudian tertidur lagi . "ngi...ngi....." kata tama mencoba membangunkan lagi, namun angi belum kunjung bangun, lalu tama memegang dahi angi, ternyata angi demam karena kehujanan tadi ." hem..tak ada pilihan lain akj harus menggendong angi dan membawanya kerumah kakek,biar nanti ayah telepon orang tua angi saja " kata tama.
Lalu tama langsung menggendong angi dan berjalan pulang menuju rumah kakeknya.
__ADS_1
Sedangkan ditempat camping orang tua mereka, mereka sibuk mencari anaknya,hingga tak sengaja orang tua angi dan tama saling bertemu."lo..ayah dan ibu angi liburan disini juga?"kata ayah tama " iya,kami liburan di villa nenek angi yang tak jauh dari kebun teh ini..ayah dan ibunya tama juga liburan disini "kata ayah angi. "iya kami liburan di rumah kakek tama yang tak jauh dari kebun teh ini " kata ayah tama. "oiya ayah dan ibunya tama lihat angi tidak disekitar sini, dari tadi tidak kembali juga, katanya mau cari tempat selfie " kata ibu angi ." kami tidak melihatnya... ,oiya ayah dan ibunya angi melihat tama atau tidak?"tanya ibunya tama ."tidak..kami tidak melihatnya"kata ibu angi.
"aduh..bagaimana ini mereka kemana"kata ibu angi. "iya ...ini mereka kemana " kata ibu tama. " sudah..sudah..sekarang lebih baik pulang dulu,mungkin mereka berdua sudah bertemu dan sedang berjalan jalan bersama sekarang " kata ayah tama "iya kita berdoa saja begitu,nanti jika mereka belum pulang juga, kita lapor polisi saja "kata ayah angi.
Setelah itu mereka pun pulang.
Waktu berlalu,akhirnya mereka sampai. " assalamualaikum yah..bu...kek ..tama pulang..." kata tama " iya ...sebentar.." kata ibu tama ,kemudian membuka kan pintu ,ibu ayah dan kakek tama terkejut mendapati tama yang menggendong angi ."lo...angi kenapa tam,sini sini bawa masuk..." kata ibu tama cemas. "iya bu " kata tama. Kemudian membawa angi masuk dan menurunkannya di kamarnya.
"duh..badannya demam ya tam "kata Ibu tama sambil memegang dahi angi. "iya bu kami kehujanan tadi " kata tama. " yasudah biar ibu ambilkan kompres dulu buat angi, kamu mandi dan ganti baju dulu agar tidak sakit" kata ibu tama ."baik bu" kata tama.
"yasudah.. ayah telepon orang tua angi dulu,agar mereka tidak cemas mencari cari angi" kata ayah tama "iya yah "kata ibu tama
Ayah tama pun memberitahukan pada orang tua angi, bahwa angi ada di rumah kakek tama yang ada disekitar kebun teh.
Kerena hari sudah gelap ,orang tua angi memutuskan untuk menghampiri angi dirumah kakek tama besok pagi saja.
Sedangkan dirumah tama, tama sedang mengompres angi.
Hingga semalaman,dan akhirnya tertidur disebelah angi.
__ADS_1