
" berapa pak?...issa bertanya pada supir angkot selepas turun dari kendaraan itu
^rp200..mbak" jawabnya singkat sambil menerima kepingan uang logam dari tangan issa
ya ..sekolah ini mungkin bisa...tak lama setelah masuk gedung aula sekolah issa duduk di sebuah bangku menunggu no antrianya di panggil ...ia menyapu ujung ke ujung meja yg ditata memanjang dengan tulisan pendaftaran berada menempel di bagian depannya ia ragu apakah dia akan diterima masuk sekolah ini.dengan sedikit cemas issa memeriksa kembali map yg sedaritadi di genggamnya. map itu berisi kelengkapan mendaftar sekolah
tak lama ia maju kedepan setelah no antriannya disebut...
" vanissa syafik.." ujar petugas itu
iya pak...lirih issa menjawab sambil menyerahkan map yang sedari tadi di peluknya itu
sejurus setelah dia menunggu diterimanya selembar kertas yang membawa nya pada antrian berikutnya pada sebuah loket
"kaki sudah pegel suruh ngantri lagi..heeuuh" mengumpat sendiri
pandangannya melebar menyapu sekeliling dimana ada bebera murid yang diantar orangtua mereka mendaftar sekolah. beruntungnya mereka masih mendapat perhatian dari orangtua
perhatiannya terpecah saat petugas loket menannyakan pembayaran untuk mendaftar pada issa
setelah melunasi semua administrasi issa menerima seragam dan jadwal orientasi masuk sekolah lalu keluar menuju halaman sekolah yg masih hiruk pikuk dengan pendaftaran murid baru itu
menoleh kebelakang dan bergumam lirih "smu kartika darma not bad at all..."
sayang aku belum mempunyai teman...batinnya
__ADS_1
ia mempercepat langkahnya karena lindungan awan telah beralih menjadi sengatan cahaya matahari yang lumayan terik
diluar gerbang sekolah rendra yg tengah asik nongkrong bersama teman temannya tiba tiba tertarik dengan sebuah sosok yg sedang berlari kecil seolah enggan tersengat mentari
seperti tertarik magnet ia langsung turun dari motor dan meninggalkan teman temannya menuju gadis itu
"issa !! pekiknya
karena merasa namanya dipanggil issa pun mencari sumber suara..
"ng...kamu ngapain disini ndra..? setengah bingung dan malu issa bertanya
"aku daftar sekolah disini ...kamu juga issa? menyelidik
" sama teman teman smp dulu...kayaknya kamu sendirian... mau aku antar pulang issa?
tersenyum
"nggak usah lah ndra...aku pulang sendiri aja" jaim issa jaim ...
"gpp lagian aku juga mau pulang kok" kesempatan nihbatin rendra
" ya deh...klo gitu" irit ongkos batin issa
^,^ ^,^ ^,^
__ADS_1
di sisi lain
pak...beneran ini mila sudah masuk smu kartika darma ? mila cuma pengen masuk smu itu karena semua teman teman mila smp rata rata sekolah disitu paak...
(author) itulah rengekan mila dengan intonasi yg lambat dan suara bervolume lembut entah dulu apa yang membuat ibunya ngidam tokoh wayang sembadra sehingga gadis itu lambat seperti kukang
tapi memang dia sangat cantik seperti sembadra
mungkin dari kelemah lembutannya itu daya tariknya sehingga banyak dari para cowok merasa lebih kuat dan tangguh ketika bersamanya
mila tipikal gadis modern di era tahun 2000an tambut panjang sebahu dengan poni aku (author) saja akan langsung kagum jika sekali menatap mila hehehe
"paak..." dia merengek lagi sambil terus memegang ujung kemeja laki laki paruh baya itu
" sudah sudah... ini seragam kamu dan ini jadwal orientasi masuk sekolah kamu.
*jangan tanya soal ujian masuk smu ya...maaf author skip
dengan senyum yang merekah mila menerima seragam dan jadwalnya
"terimakasih ya pak.. bapak the best." mila mengacungkan jempolnya masih dengan suara pelan dan intonasi lambat
laki laki itu mengusap ujung kepala anaknya penuh harap "sekolah betul betul jangan kecewakan bapak" begitu nasehatnya
"iya pak... " jawabnya berlalu sambil menuju kamar
__ADS_1