
Mulut ini belum mengatup sempurna saat lagu dari sheila on7 mengalunkan suara merdu khas Duta. Otak ku mencerna serangkaian informasi yang masuk tanpa permisi melalui gendang telingaku dan Sial bedun tadi itu nembak aku lewat radio . sing temen ae (yang benar saja) . Besok aku akan bertanya apa maksud semua ini
paginya di sekolah
Isaaa...!!!
Teriakan sona sukses membuat semua orang yang berada di sekitarnya ikut menoleh dan menatapku.aduuh malunyaa. Sonna merangkulkan tangannya ke bahuku dan membisikkan sesuatu yang membuat mataku membulat sempurna.
aku menoleh mengarahkan pandangan mataku mencari kebenaran dimatanya
"Aku gak mbijuk sa(Aku gak bohong ) gak percoyo yo wes" lanjutan kata dari sonna memaksa aku mempercayai kata katanya. Aku mengangguk saja. setelah itu kami masuk kedalam kelas
pelajaran hari ini terasa sangat lama . Bahasan logaritma yang sama sekali aku tak paham arah sicostan nya . Hahaha aku tertawa miris dalam hati karena penjelasan pak Nuryanto yang super sabar dan telaten dalam memperkenalkan matematika agar siswanya menyukai mata pelajaran yang dia ajarkan itu terkesan mudah dipahami ternyata sudah terkontaminasi dengan kalimat kalimat dari Sonna dan Miko di dalam otakku. Tak ada sinkronisasi saat rumus rumus yang kubaca bertarung dengan pemikiranku tentang hal lain .
Dering bel tanda istirahat membuat aku menghembuskan nafas lega sesaat setelah pak Nuryanto meninggalkan kelas dan memberi cendera mata berupa pr yang lumayan lima halaman
suasana hatiku sudah ambyar seperti pecahan seribu rupiah yang ditukarkan dengan koin receh
__ADS_1
Bahkan Sonna yang sedari tadi merengek minta ditemani ke kantin ,aku abaikan hanya dengan gelengan kepala
Aku tak sanggup jika harus bertemu dengan Miko saat ini . apalagi dengan fansnya yang berisi hampir setengah populasi sekolahan ini
Membayangkannya saja sudah membuat nyaliku kerdil seketika
Dan benar saja Tia dan geng 'kawuk versiku sudah menghampiri meja didepanku . Mengerumuniku seperti hidangan lezat di sebuah pesta
"ssa kamu bener bener pake pelet ya! kok bisa bisnya bikin miko seperti itu". sindiran Tia menghempas rasa percaya diriku ke tembok
"Aku juga tak mengharapkan itu,kamu tanya saja sama miko"elakku
"Heh !! kamu pikir aku bodoh!" hardiknya lagi
"kan ngaku"(mbatin aja )
" Kamu harus nolak dia . Dia itu cuma pantes untuk aku". Tia mengibaskan rambutnya setelah telunjuk tangannya menuding bahuku membuat tubuhku sedikit berguncang
__ADS_1
Aku tersentak dan berdiri ,beberapa detik setelah menahan nafas geram bercampur marah aku menggebrak mejaku sendiri. "Minggir kalian semua !!" pekikku membuat gerombolan 'kawuk itu melebarkan kerumunan
"Begini ya mbak Tia ek.(aku mengejeknya) klo misalkan sampean yang merasa pantes sama bang Miko , jelas dia akan nembak kamu bukan saya. Jadi karena bang Miko maunya sama saya ya...Kamu jangan kegatelan kayak lacur gini!" ucapku pelan tapi memastikan kerumunan ini mendengarkan ucapanku
"Aku memang anak baru dilingkungan ini tapi kalian gak akan bisa senaknya menindasku! masalah Miko nembak aku itu hak dia kalo kalian gak terima protes sama dia jangan ke sini kalian salah alamat!" aku mengumpat khas surabaya mengakhiri debat tak seimbang ini dengan membelah kerumunan dan melangkah meninggalkan kelas yang suasananya menjadi mencekam karena sorot mata yang memperhatikan perseteruan kami
Sialan aku harus mencari tempat yang lebih sepi dan tenang agar terhindar dari gerombolan fans Miko
Perpustakaan
Tempat sakral para cupu yang akan memungkinkan aku menyembunyikan diri dari kekacauan ini
Hatiku? jangan ditanyakan lagi rujak petis dan gado gado yang macem macem isinya itu kalah rasanya
Sampai diujung rak buku pojokan perpustakaan aku mendudukan diri dilantai yang lumayan bersih karena jasa pak muslimin penjaga perpustakaan . ditanganku ada beberapa buku karya sastrawan era 80 an seperti Hamka dan chairil anwar. aku menyibukkan diri mengagumi karya pujangga playboy ini. sungguh aku yakin sepuluh tahun kedepan tak akan ada lagi penyair hebat seperti Chairil anwar
Sebungkus roti terjatuh dipangkuanku membuatku reflek mendongak keatas . Tak memungkiri si pemilik wajah yang berdiri didepanku ini membuat aku sedikit terkejut. Bukan hanya karena keberadaannya saja tapi juga karena perhatiannya . " makasih" ucapku tersenyum tipis
__ADS_1
"Tumben kamu disini?" sambungya sambil mengambil tempat disebelahku...