
kenyataannya memang rendra dan issa kenal sejak kecil dan mungkin ada ruang nyaman diantara mereka tapi sungguh itu bukan cinta akΓΉ hanya nyaman sekarang... setidaknya itu saja sekarang...
seperti itu kalimat yg dirapalkan issa dalam hati seperti sebuah mantra yang dia harap dapat mengusir rasa aneh yg selalu hadir ketika berada di dekat rendra ...
hingga tak terasa mereka sudah sampai di depan halaman rumah issa
"udah sampai ... aku pamit pulang dulu ya sa.." rendra berkata sambil menyambut helm yang di ulur issa
"hmmm" mengangguk dan tersenyum sedikit
" oke sampai bertemu besok " ucapnya lagi sembari mengerlingkan sedikit nakal
" eh... gak usah genit deeh " tertawa kecil
aaah pecah juga tertawamu ... kamu cantik" ujarnya lagi
" bawel.. aku masuk dulu bye..!" lalu berbalik dan melangkah menjauhi rendra menuju rumah
Esoknya issa benar benar pergi kesekolah naik angkot
sesampainya di sekolah dia memasuki kelas yg sudah di tentukan sesuai pengumuman yg terpajang di papan depan halaman sekolah
perasaan gugup tiba tiba menyergap
bagaimana tidak...semua serba baru lingkungan dan sekolah ini...masih dengan pikiran gamang dia menduduki kursi deretan ketiga dari depan pas dipingir tembok
aah play save ..batinnya sembari menurunkan tas dan memasukkannya kedalam laci bangku
asik dengan kesibukannya sendiri sampai sebuah suara lembut dan merdu menyapa
" ng...boleh aku duduk disini..?...aku sonna..sonna swastiningrum " katanya
issa menoleh kearah sonna dan langsung terkesiap betapa makhluk cantik itu membuatnya kagum iri dan senang secara bersamaan
" ee...boleh aku juga sendiri duduk saja" issa menukas membuang canggung
" kamu cantik sonna π ..."
" hhaaaa..jangan bilang kamu suka cwe " melotot sambil bergidik
"hahahaha" langsung tertawa lepas
"maaf..mm karena kelas hampir penuh siswa dan hanya kamu yg mau duduk dan berteman denganku" tukasnya
" kamu lugu sekali..." sahut sona singkat
" aku gak sebaik itu " lanjutnya
" tak apa ..kamu mau menjadi temanku sonna?... aku vanissa syafik ..kamu boleh panggil aku issa " mengulurkan tangan menjabat
" panggil aku sonna" menjawab datar
" kenapa kamu melihat aku seperti itu ?"
kamu gak lesbi kan ...?
"aku normal hoeeyy...!" seru issa
" aku hanya iri lihat bodymu kelas 10 aja kamu udah bohay gini ya Allah sonna ...ibuk kamu ngasi makan apa sih ?issa bertanya sambil masih menatap sonna dari atas ke bawah
"kayak gini kamu bilang normal cih..." melengos seolah sudah terbiasa melihat tatapan issa
"bandingin sama bodyku sonna " jawab issa sembari membusungkan dada yang nyaris rata
sontak sonna terkekeh dan langsung paham arah pembicaraan issa
" kamu udik hahahaha...tertawa sonna meledek issa"
kamu gak ada kenal satupun manusia disini ya?
__ADS_1
issa menggeleng
pantas aja udik...yang sexy disini gak cuma aku nooh ada tia and the geng santi didepan pintu itu dan yang terakhir sonna menunjuk mila yang baru saja melenggang masuk dan duduk dengan anggun di depan meja guru
nanti pulang sekolah gaul sama aku ...biar gak udik hahaha
issa menggaruk pelipisnya yang tidak gatal mengekori jari jari sonna yang menunjuk teman teman sekelasnya yang langsung sukses menghempas rasa percaya dirinya ke level terendah
lemah pandangan issa yang langsung ditangkap oleh sonna
" kamu gak usah minder ..mereka semua manusia juga kok bukan dewa " kata sonna
iya aku coba semangat ya
obrolan mereka terpaksa terhenti karena guru pembimbing mos datang dan memulai kelas
selamat pagi anak anak!
selamat pagi pak! riuh jawaban salam itu terasa kompak
guru itu melanjutkan mengabsen kelas dan memperkenalkan mereka satu persatu
sampai sonna mengangkat tangannya
pak ijin ke toilet..
iya silakan
lalu menjawil tangan issa ..ayo..katanya
kemana ...
temani aku cepaat
oke
mereka berjalan keluar kelas ..
"hhaaaa..baru pertama masuk sekolah kamu dah bosen nna..."kata issa
memutar bola mata jengah... gak ada yg menyenangkan disana ke kantin yuuk
menarik tangan issa menuju kantin
"tapi sonna...aku takut itu...menunjuk tiga orang cowok dengan tanda panitia mos
mereka mendekat dengan menatap tajam khas hunter pada sonna dan issa
"eh kamu anak baru mau kemana?"tanya pemuda yg berada paling depan
sepertinya dia yg paling berwenang diantara mereka bertiga
" kami mau ke toilet kak " jawab sona sambil memilin rambutnya yg terjulur dibahu
"kenapa gk yg disitu..!" ujarnya lagi sambil menunjuk toilet perempuan yg barusaja kami lewati
"disitu ada yg pake kak..."jawab sona asal
"oh..ya sudah...cepat setelah itu kembali ke kelas kalian !"perintahnya lagi
"iya kak" jawab sona enteng
setelah sampai di toilet dekat kantin bel tanda istirahat berbunyi
"lanjut kita kekantin aja yuk " ajak sonna
"eh ayo..." jawab issa
issa mencari tempat duduk di pojok saat sonna memesan bakso dan minuman menyapukan pandangan keseluruh kantin sambil mencari cari sosok yang mungkin dia kenal...rendra..tapi batang hidung anak itu tak ada ternampak sampai sebuah tepukan di pundak menyadarkan issa dari pencarian via mata
__ADS_1
"nyari siapa kamu?"seperti itu suaranya
seperti diremot issa menoleh untuk memastikan siapa yang mempunyai suara itu
dan....jedeeer
Seperti ditabok pake buku latihan unas melihat siapa yg punya suara
"maaf kak...aku nyari teman" jawab issa singkat penuh gugup
Rupanya suara itu berasal dari pemuda yang tadi memberi peringatan padanya dan sonna
"yang tadi sama kamu itu?" tanya lagi penuh selidik
"iya.." bohong dalam diam π
" itu..." jawabnya datar sambil menunjuk sonna yang berjalan membawa dua gelas jus melon pesanan mereka
issa mengangguk
sonna duduk dengan santai lalu menyodorkan delas itu pada issa seolah tidak ada makhluk berlainan jenis disekitar mereka ...kok bisa dia begitu santai batin issa sambil menyeruput sedotan hingga berbunyi slruupp..
"mana kawanan mu kak ?" tanya sonna santai
" aku sendiri...baik baik kamu disini jaga sikap kamu jangan berulah!" kata pemuda itu dengan sorot mata tajam memperingati seolah berkata awas atau...!!
"kalian sudah saling kenal?tanyaku dengan polos
sontak sona mendelik dan berkata
"udik ...kamu gak kenal dia ?"jawab sonna
"teman mu ini darimana sih sonna " pemuda itu menggeleng kesal lalu pergi sambil menyahut gelas yg berada di depan issa berlalu sambil menyeruput isi yang tersisa dari dalam gelas itu
"eeeeh minumanku" teriakan issa tak berlaku bagi pemuda itu dan tetap saja dia belalu dan tak mengabaikan mereka
" biarkan aja dia ssa..masih baik nasib kita dia cuma mau es jus mu itu kalau dia mau kamu ..satu sekolahan ini gak ada yg bisa mencegahnya "
ini baksonya mbak...kata bapak separuh baya sambil menyodorkan dua mangkok bakso yang masih mengebulkan asap dan menggugah selera
" makasih pak.." jawab issa
"makasihnya jangan sama saya mbak..sama yang nraktir.." kata bapak itu lagi
"eh...emang udah dibayar ya?" tanya issa
" udah tadi mas ganteng yang bayar" tukas bapak itu melangkah menjauhi meja issa kembali melanjutkan aktivitas nya
"nna ...kamu kenal cwo tadi?...slidik issa
"hmm " mengangguk dengan tangan yang terus menyendok kuah bakso dan memasukkan kedalam mulutnya
" siapa dia...?" tanya issa lagi
" nanti kamu juga tau udah makan aja..." sona cuek
" sonna pliss siapa dia ?" tetap penasaran
" kamu mau makan ga..klo gak mau makan sini biar aku yang makan !" jawab sonna
" mau laah orang lapar ini..."
tak mendapat jawaban issa merasa penasaran ..
mungkin nanti aku akan tanyakan lagi pada sonna
happy reading ya all...
penasaran gk sama cwo yg nraktir issa
__ADS_1
btw rendra kmana ya...π