Inherited Magic Power

Inherited Magic Power
Ep 05


__ADS_3

Cyntia baru saja selesai dari metingnya dan sekarang ini dia lagi di ruangan nya dan tiba tiba ada sebuah panggilan.


(Tolong Bantu Dia) sehingga 3×


"Ahhh,apa sih ganggu aja,tapi siapa yang mau dibantu"Ucap Cyntia lalu memikirkan nya


Tiba-tiba panggilan itu datang lagi


(Bantu dia, bantu laki laki itu) ucap panggilan itu


"Apa gue langsung pergi aja"Ucap Cyntia dan bangkit dari tempat duduknya dan keluar dari ruangannya


"Mbak kalo ada orang tolong bilang ya kalo aku lagi ga ada"Ucap Cyntia kepada Mbak tami


"Baik non"Ucap mbak Tami


Setelah mendapat anggukan Cyntia pun masuk ke dalam lift dan sampai di lantai bawah lalu masuk ke mobilnya dan melajukan nya dengan santai


Sedangkan ditempat lain risky baru saja keluar dari rumahnya saat dijalan tiba-tiba dia di hadang oleh berapa pereman dan langsung menghajar risky dengan mengeroyok nya.


Hingga Hajaran mereka pun membuat risky kalah karena dikeroyok oleh mereka hingga tiba tiba Cyntia pun menghajar mereka dari belakang dan risky pun bangkit dan mulai membantu Cyntia menghajar yang lain.


Hingga berapa menit para pereman itu pun pergi meninggalkan mereka berdua.


"Loh gapapa"Ucap Cyntia saat melihat Risky penuh dengan luka


"Hmm,iya gue gapapa"Ucap Risky santai


"Bohong, lihat tuh wajah udah penuh sama luka"Ucap Cyntia dengan menunjuk wajah risky


"Ga usah tunjuk, siapa yang gak kalah kalo di serang dari belakang"Ucap risky


"Iya lah gue juga bakalan kalah kalo gitu,iya udah sini gue bantuin loh Pulang,soal motor loh ditinggal aja"Ucap Cyntia


"Ga usah gue bisa pulang sendiri"Ucap risky saat ingin berdiri lalu jatuh lagi


"Bego banget sih loh, udah dibilangin itu luka udah parah sudah gue antar aja pakai mobil,rumah lo dimana"Ucap Cyntia lalu memapah risky ke mobil


Dan memasukkan risky ke tempat duduk depan di samping kemudi, saat memasukkan risky tiba-tiba mereka berdua saling tatap tatapan dan hati mereka berdegup kencang


"Rumah gue dekat dari sini, nanti gue yang arahin"Ucap Risky lalu menyadarkan posisi mereka


"Hmm,iya udah"Ucap Cyntia seperti orang bingung


Pintu mobil pun di tutup dan Cyntia pun berjalan ke arah pintu kemudi sebelum masuk di teringat sesuatu


"Apa panggilan gue Tadi untuk cowok ini ya,kalo memang benar gue harus bantuin dia dong,males banget sih ketemu sama dia lagi"Ucap Cyntia dengan Wajah Kesalahannya dan lalu masuk ke dalam mobil nya


Mobil Cyntia pun melaju dengan santai dan mengikuti arah risky dan berhenti di sebuah rumah mewah.



"Ini rumah Lo"ucap Cyntia


"Iya ini rumah gue,bentar mang buka pintunya"Ucap Risky kepada satpam rumah itu


"Baik den"Ucap Satpamnya


Pintu Gerbang pun terbuka dan mobil Cyntia pun masuk ke dalam halaman rumah itu.


Cyntia pun keluar dari mobil itu dan langsung ditatap oleh satpam itu dan langsung berlari ke arah kursi samping nya dan membukakan pintu mobil serta membantu risky keluar


Cyntia dan risky pun berjalan ke arah Pintu masuk rumah dan Meletakkan risky di tempat duduk ruang tamu


"Oh non, boleh minta tolong sekalian aja Aden nya dibawah ke kamarnya"Ucap Pembantu 1


"Apa bik, mendingan bibik aja ya"Ucap Cyntia kepada pembantu itu


"Iya bik, bibi aja yang bantu saya ke atas"Ucap Risky


"Maaf den, tapi ini perintah Nyonya"Ucap Pembantu itu dengan perintah nyonya nya


"Perintah Nyonya, maksud nya"Ucap Cyntia bingung


"Nyonya bilang suruh aja nona yang ngatarin Aden ke kamarnya karena nona pacarnya Aden"Ucap pembantu nya lagi


"Apa"Ucap Cyntia dan risky


"Iya non/den"Ucap Pembantu nya nunduk


"Hmm,iya udah karena aku yang bantuin ini orang gue akan tanggung jawab"Ucap Cyntia kesal lalu memapah risky naik ke atas


Setelah itu pun mereka sampai di kamar risky dan membantu risky duduk di kasur nya dan setelah itu Cyntia pun mengambil Kotak p3k yang sudah disediakan oleh pembantunya serta air dan lap tangan.



Cyntia pun membersihkan luka di wajah risky dan mengobati Luka itu.

__ADS_1


"Nyesel gue bantuin loh"Ucap Cyntia sambil mengobati Luka risky


"Kalo nyesel ngapain tadi mau bantuin gue"Ucap Risky dengan melihat wajah Cyntia


"Iya ga tau,kasian aja kali"ucap Cyntia santai


"Gue ga butuh kasian"Ucap risky lalu menurunkan tangan Cyntia dari wajah nya


Pegangan tangan itu pun membuat mereka berdua saling tatap tatapan lagi dan terdiam sejenak dari pikiran mereka.


(Dh:aduh Jantung gue mau copot)risky


(Dh:sama jantung gue juga mau copot) Cyntia


"Loh bisa baca hati gue"Ucap risky


"Iya, kenapa Jantung loh pengen copot"Ucap Cyntia santai


"Ga kata siapa"ucap risky terdiam


"Kata hati loh"Ucap Cyntia lalu melepaskan tangannya dan memasukkan Kotak p3k nya ke tempat semula.


"Kenapa diam"Ucap Cyntia saat melihat Risky


Tapi tiba-tiba Cyntia dapat panggilan lagi


(Tolong Bantu Dia) 3×


"Ahhhhh,cukup"Ucap Cyntia dengan teriak dan membuat Risky Kaget


"Loh kenapa,woy"Ucap Risky kaget melihat Cyntia teriak


Tiba-tiba Cyntia pun memeluk risky dengan erat pelukan itu sangat nyaman bagi Cyntia


"Woy, loh gapapa kan"Ucap risky dengan melihat ke arah Cyntia


Tiba-tiba tangan risky bergerak lalu mengambil bukunya dan mengambarkan sebuah petunjuk.


Cyntia masih dalam pelukan risky karena takut sedangkan risky dia kaget melihat gambaran itu


"Woy, coba loh lihat ini"Ucap risky menyadarkan Cyntia lalu melihat gambaran itu


"Itu petunjuk"Ucap Santai Cyntia


"Iya ini petunjuk,terus loh tadi kenapa"Ucap risky


"Bantuan dan gue gambaran"Ucap risky dengan bingung


"Maksudnya apa ya"Ucap Cyntia santai


"Gambaran orang Jatuh dari gedung terus Minta bantuan"Ucap Risky


"Jangan bilang orang itu minta bantuan sama kita untuk bantuin dia karena ingin jatuh dari gedung"Ucap Cyntia dengan langsung tebak


"Bisa jadi,tapi di gedung mana"Ucap Risky


"Ga tau, emangnya loh dapat panggilan lagi"Ucap Cyntia


"Gak"Ucap Risky


Mereka berdua pun memikirkan cara nya untuk menyelamatkan itu orang dan dia orang itu akan jatuh.


"Tau ah pusing gue, ya udah gue mau pulang aja mau rileksih pikiran"Ucap Cyntia dan bangkit dari kasur risky, iya mereka tadi berdua di tempat kasurnya risky duduk berdampingan.


"Tunggu dulu, gue belum tau nama loh"Ucap Risky


menghentikan langkah Cyntia dan membuat Cyntia berbalik


"Oh ya lupa,kenalin nama gue Cyntia Laurenzia Ester"ucap Cyntia lalu memberikan tangannya


"Oh dari keluarga Ester,nama gue Risky Alvino dananya"Ucap Risky membalas sapaan dari Cyntia


"Iya, salam kenal iya udah gue pamit, assalamualaikum"Ucap Cyntia lalu pamit dari hadapan risky


Setelah Cyntia pergi Risky tersenyum melihat Tingkah Cyntia ternyata itu cewek memiliki kekuatan yang sama tapi Risky tidak merasakan apa-apa


"Apa dia yang memiliki kekuatan yang sama seperti gue, kalo benar gue akan melindungi loh, biar pun di awal nyebelin tapi gapapa deh"Ucap Risky saat melihat Cyntia tadi


Sedangkan Cyntia dia baru saja keluar dari rumah itu dan berjalan ke arah mobilnya tapi sebelum itu ada satpam yang tiba-tiba menghampirinya.



"Maaf Non, Kami Boleh bertanya"Ucap Satpam 1


"Tanya apa pak"Ucap Cyntia santai


"Non Itu Siapanya Aden Risky, soalnya baru satu kali kami melihat Aden risky bawa cewek"Ucap satpam 1 tadi

__ADS_1


"Iya bener non dan malah nona tadi mengantarkan den risky ke rumah dan langsung membawanya ke kamar"Ucap Satpam 2


Sedangkan Cyntia dia malah kaget dengan ucapan satpam dua ini.


"Oh saya temannya Pak, Tadi saya ketemu sama Risky di jalan sambil dikeroyok oleh berapa pereman Jadi Saya Hanya bantuin dia gak lebih kok"Ucap Cyntia kepada Kedua satpam


"Oh saya kira non pacarnya Aden"Ucap satpam 1


"Pak....pak, ada ada saja yang ada saya ini cuma teman, Sudahlah Pak saya permisi dulu, assalamualaikum"Ucap Cyntia lalu pamit kepada kedua satpam itu lalu masuk ke dalam mobil nya.


"Pak nanti jangan lupa ambil motornya Risky di Jalan c Soalnya motornya ditinggal di sana"ucap Cyntia kepada satpam itu.


"Baik non,Mari"Ucap Satpam 1 lalu membuka kan pintu gerbangnya


Tin tin tin..., Kelakson Mobilnya pun berbunyi dan meninggalkan Kediaman rumah itu dengan melajukannya dengan santai,


Tapi saat mobilnya Cyntia keluar Nyonya Rumah pun keluar.


"Cyntia..."Teriak Momynya


"Maaf Nyonya, Non Nya Sudah Pergi"Ucap Satpam 2


"Oh iya sudah gapapa"Ucap Momynya saat mobilnya tidak terlihat lagi


Satpam pergi dari tempat itu dan meninggalkan nyonya rumah sendirian.


"Andai Saya Bisa melihat kamu Cyntia,mungkin Saya bisa melihat wajah sahabat saya tapi itu mustahil karena Kamu tidak Bisa Saya Gapai"Ucap Momy dengan air mata menetes.


Setelah tidak bisa melihat Cyntia, Momy dara pun masuk ke dalam rumahnya dan naik ke atas menemui Putranya.


Krekkkk


Bunyi Pintu kamar dibuka dan Risky pun kaget dan siapa yang datang dia adalah Momy nya sendiri.


"Momy bikin kaget aja, kirain siapa"ucap risky kepada Momynya


"Sorry Momy gak ketuk pintu dulu"Ucap Sang momy lalu duduk di samping putranya


"Iya gapapa kok mom, tumben mom kesini"Ucap Risky


"Emangnya gak boleh Momy lihat keadaan putra Momy"Ucap Momynya


"Boleh dong mom, oh ya mom kenapa Cyntia tadi dia memiliki kekuatan yang sama kayak aku dan panggilan juga"Ucap Risky kepada sang Momy


"Iya karena Dia adalah wanita yang Momy bicarakan tadi, Jadi lindungi dia dan suatu saat kamu akan mengetahui siapa orang tua nya"Ucap Momynya


"Jadi benar dugaan aku mom"Ucap Risky


"Iya sayang, ya sudah Momy keluar dulunya"Ucap Momynya lalu bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari kamar putranya dan tidak lupa menutup Pintu Kamarnya.


Sedangkan dibalik pintu itu Momynya pun menangis.


"Andai kau tau yang sebenarnya Risky mungkin kamu juga akan sedih dengan kenyataan ini, aku butuh tempat mengaduh, iya aku pengen telepon mas Marsel dulu"Ucap Momynya lalu mengambil Handphone nya dan menekan tombol merah dan langsung di arahkan ke panggilan.


Momynya pun berjalan ke arah kamarnya lalu mengunci pintu dan duduk di kasurnya



*Panggilan tersambung* Luar negeri Jerman


^^^ (Iya Hallo Mom Kenapa)^^^


(Gapapa kok Pih,Momy Cuma kangen)


^^^ (Kamu ini apa sih,udah jujur aja gak biasanya, suara kamu juga Kayak habis nanggis)^^^


(Kamu ini bisa aja, iya udah aku jujur sebenarnya risky sudah mengetahui Siapa perempuan yang akan dia lindungi)


^^^ (Apa risky sudah tahu kalo Cyntia anak nya Devano sama Wulan)^^^


(Belum, dia cuma mengetahui kalo itu anak punya kekuatan dan sebuah panggilan)


^^^ (Oh itu mah gapapa mom, tapi kalo dia tau bisa kaget risky mendengar nya)^^^


(Iya pi, tapi harus gimana, nanti kalo risky tau semuanya dan menanyakan kepada Momy terus aku harus jawab apa)


^^^ (Kamu tenang aja, aku bakalan pulang cepat dan akan membantumu, soal yang lain Kamu Diam aja untuk sementara waktu biarin waktu yang menentukan)^^^


(Baik makasih ya atas Solusinya)


^^^ (Iya mom, udah dulu aku mau Lanjut kerja dulu)^^^


(Iya udah, assalamualaikum)


^^^ (Walaikumsalam)^^^


*Panggilan Pun terputus*

__ADS_1


Setelah menelpon Suaminya pun Momy dara akhirnya tenang dan mulai membaringkan tubuhnya ke Kasurnya dan memejamkan matanya untuk Menenangkan pikiran nya.


__ADS_2