Inherited Magic Power

Inherited Magic Power
Ep 07


__ADS_3

Hari ini adalah hari kedua bagi Cyntia Kuliah dia sudah rapi dengan pakaiannya Baju Switer abu-abunya dan rok garis garis berwarna Hitam serta Sepatu hitam putih dan Bandu berwarna Abu-abu senada dengan Bajunya dan tasnya, Rambut Pirang yang di urai sedikit Keriting bagian bawah.



Setelah selesai Dengan Pakaiannya Cyntia Pun Berjalan ke arah Meja Belajar dan ingin melihat Tugasnya tapi saat melihat nya di kaget bahwa tugasnya sudah selesai, Tapi siapa yang menyelesaikan Tugas itu.


"Siapa yang selesai tugas gue ya, apa Bibi Mona, tapi gak mungkin deh sedangkan bibi mona cuma lulusan sma, mana mungkin juga bibi mona masuk ke kamar aku yang lagi aku kunci"Ucap Cyntia bingung siapa yang selesaikan tugas itu.


Tiba-tiba ada sebuah Bayangan berwarna Putih muncul di belakang Cyntia.


"Hay"Ucap Orang itu bernama Wulandari dengan melambaikan tangannya


"Ahhh"Ucap Cyntia kaget


"Kamu bisa melihat aku"tanya Wulan


"Iya gue bisa melihat kamu, Kamu siapa"Ucap Cyntia kepada Wulan


"Oh aku cuma sebuah Raga atau Nyawa Seseorang yang masih hidup biar bisa bantuin kamu"tanya nya Wulan


"Benaran"Ucap Cyntia dengan menyakinkan bahwa itu benar


"Iya benaran untuk apa aku bohong nanti yang ada di tambah lagi hukuman nya aku"Ucap Wulan


"Ok kalo kamu gak bohong,tapi kok kamu gak seumuran deh sama aku kayak udah Seumuran sama mama aku"Ucap Cyntia melihat Wajah Wulan


"Iya tentulah Karena Umur aku sekarang udah mau 41-42 Tahun"Ucap Wulan


"Oh walah pantasan kayak udah lebih tua dari aku"Ucap Cyntia


"Hehehe,oh ya boleh kenalan"Ucap Wulan


"Boleh, nama aku Cyntia Laurenzia Ester"Ucap Cyntia lalu mengulurkan tangannya


"Aku Wulandari"Ucap Wulan Dengan membalas Uluran tangan Cyntia


"Kamu kayak seseorang deh, tapi lupa"Ucap Cyntia lalu mencoba mengingat nya


"Sudah gak usah di ingat, mendingan Sekarang berangkat ke kampus aja, nanti telat"Ucap Wulan kepada Cyntia


"Hmm iya benar, kamu mau ikut Tante"Ucap Cyntia bingung mau manggil apa


"Hehe,panggil nama aja boleh"Ucap Wulan


"Gak sopan, boleh aku panggil Bunda atau Ibu"Ucap Cyntia membuat Wulan terharu


"Boleh aku sangat Menghargai panggilan kamu"Ucap Wulan


"Satu lagi boleh aku peluk"Ucap Cyntia


"Boleh, sini"Ucap Wulan lalu memeluk Cyntia


Pelukan itu sangat nyaman bagi Cyntia seperti pelukan seorang ibu ke anak hingga 1 menit kemudian Cyntia pun melepaskan pelukan itu dan mengambil tas dan keluar dari kamarnya di ikuti Wulan di belakang hingga sampai di lantai bawah dan disana sudah ada bibi mona, lalu Cyntia pun duduk dikursi meja makan.


Cyntia pun mengambil Roti itu dan meminum Susu hangatnya,lalu pamit kepada bibi mona dan pergi keluar rumah dan berjalan ke arah mobilnya tapi mobilnya belum berjalan masih menunggu Wulan yang masih di dalam rumah itu.


"Bibi mona, rumah ini sangat masih sama seperti Dulu, Rumah yang pertama kali aku dan mas Devano buat, tapi di mana mas Devano bibi mona"Ucap Wulan sambil berbicara dengan bibi mona


Tiba-tiba bibi mona merasakan ada yang ngomong dengan dirinya.


"Waduh siapa Ini ya ngomong sama gue,kok gue takutnya, tapi siapa yang ngomong sama gue sangat jelas banget suaranya kayak suara nyonya Wulan,kalo benar itu nyonya, saya mohon nyonya jangan ganggu saya, saya akan beritahu kalo tuan Devano ada di rumah sakit jiwa beliau mengalami gangguan jiwa karena di tinggal oleh nyonya"Ucap Bibi Mona dengan menunduk lalu Langsung pergi dari tempat itu dan berlari ke dapur


"Hahaha Lucu bibi mona, tapi kalo benar gimana, jadi selama ini Mas Devano Ada di rumah sakit jiwa gara gara aku dia harus mengalami gangguan jiwa"Ucap Wulan Dengan kebingungan nya dan lalu pergi dari tempat itu dan berjalan ke arah pintu keluar rumah dan masuk mobil Cyntia.


_skip_


"Bunda dari mana kok lama"Tanya Cyntia kepada Wulan Yang Datang tiba tiba

__ADS_1


Sedangkan Wulan dia hanya diam saja Karena dia masih memikirkan ucapan bibi mona tadi.


"Isss, malah dikacangi iya udah berangkat aja"Ucap Kesal Cyntia lalu menghidupkan mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan tinggi saat sudah keluar dari gerbang rumah nya


1 jam kemudian Cyntia pun sampai di parkiran Mobil kampusnya.


"Astaghfirullah Cyntia gila kamu bawa mobil kayak pembalap"Ucap Wulan sambil mengatur nafas nya


"Emang aku pembalap Bunda, salah siapa tadi ngacangin Cyntia, udah lah Cyntia mau keluar"Ucap Cyntia lalu keluar dari mobilnya


"Dasar itu anak, kalo bukan anak gue udah gue bejal loh"Ucap Wulan Dengan kesal dengan sikap putri kandung nya


Cyntia pun keluar dari mobilnya tanpa di ketahui ternyata mobilnya satu parkir dengan mobil Risky.



mobil Cyntia Laurenzia Ester



mobil milik Risky


"Morning Cyntia"Ucap Santai Risky


"Iya morning"Ucap Cuek Cyntia saat keluar mobil


"Cuek banget sih, gak usah cuek gitu juga Kali Mbak"Ucap Risky sedikit jahil


"Genit banget loh, kerasukan apa sampai loh punya sikap genit dan jahil, kemarin kemarin kemana sikap itunya yang cuek itu dan jangan panggil gue mbak, ngerti"Ucap Cyntia sedikit lunak dan panjang


"Oh itu gak tau,iya iya"Ucap Risky lagi kembali ke sikap cueknya


"Dasar Cowok gila loh ya, tadi Sok genit sekarang Sok cuek"Ucap Cyntia kesal


"Lo kok salah lagi mau kayak gimana Cyntia Laurenzia Ester"Ucap Risky dengan menekan namanya


"Tau ah, gimana udah dapat belum petunjuknya"Ucap Cyntia dengan membalikkan kata


_skip luar mobil_


"Oh ya gue dapat petunjuk lagi ni"Ucap Risky lalu mengeluarkan buku gambar nya dan menunjukkan sebuah gambaran seperti buku,pena,meja,kursi,dan bacaan Favorit.


"Maksudnya apa Ky"ucap Cyntia bingung


"Gak tau"Ucap risky


"Maksudnya itu adalah seperti sekolahan yang terfavorit Cyntia risky"Ucap Wulan Dengan tiba tiba


"Astaghfirullah"Ucap Keduanya kaget dengan keberadaan wulan


"Tante siapa"Ucap Risky lalu menunjuk Wulan


"Loh bisa lihat bunda Wulan"Ucap Cyntia tidak percaya


"Iya gue memang bisa lihat arwah atau raga orang"Ucap Risky


"Iya Cyntia, risky bisa melihat bunda karena dia memiliki kekuatan yang sama seperti kamu"Ucap Wulan kepada Cyntia


Lalu Cyntia pun Mengganggukkan kepalanya bahwa dia mengerti sedangkan risky dia pun terdiam dan sangat ngerti.


"Mendingan risky kamu lihat juga yang kemarin"Ucap Wulan kepada Risky


"Oh ya gambaran yang kemarin"Ucap Risky lalu membalikkan Buku Gambar itu dan memperlihatkan Seorang perempuan akan jatuh dari gedung.


"Oke, sekarang Cyntia dapat petunjuk apa"Ucap Wulan kepada Cyntia


"Tolong dia"Ucap Cyntia

__ADS_1


"Kita satukan, Kemarin Cyntia dapat petunjuk Tolong dia dan gambar perempuan jatuh dari gedung dan buku,pena, meja kursi dan favorit, itu artinya orang itu minta tolong sama kalian dia akan jatuh dari gedung sekolah yang terfavorit seperti gedung SMA dan Kampus"Ucap Wulan Dengan Lantang


Tiba-tiba Cyntia mendapatkan petunjuk lagi


(Cepat Tolong dia)3×


"Iya gue bakalan tolong dia"Ucap Cyntia setelah mendapat petunjuk itu


"Loh dapat petunjuk lagi"ucap risky dan tiba tiba tangannya bergerak dan menggambar sebuah gedung kampus


"Inikan kampus tempat kita kuliah, jangan jangan"Ucap Cyntia


Tiba-tiba panggilan itu datang lagi


(Cepat Tolong dia, di atas gedung itu) panggilan itu


Lalu Cyntia pun melihat ke arah atas gedung dan melihat seorang perempuan yang disana bersama temannya.


"Risky,bunda wanita itu"Ucap Cyntia lalu menunjuk ke arah Wanita di atas gedung


"Ayok cepat risky Cyntia lari bantu dia,bunda akan Sedikit menghalanginya dia"Ucap Wulan kepada mereka berdua


"Iya"Ucap Keduanya dan langsung berlari masuk kampus dengan bergandengan tangan


Saat itu Temannya Cyntia dan risky melihat mereka berdua lari ke arah Tangga Sehingga Harus menabrak Orang orang di sana, teman temannya pun ikut lari mengejar mereka berdua yang bergandengan tangan.


"Woy kalian berdua mau kemana"Teriak Azka Kepada Mereka berdua sehingga Cyntia dan Risky melihat ke arah Azka dan kawan kawan.


Biar pun mereka melihat ke arah Azka dan kawan kawan tapi mereka tetap melanjutkan Lari mereka untuk menyelamatkan perempuan itu.


Sehingga mereka berdua pun sampai di Lantai paling atas iya itu di Atas Gedung.


"Berhenti Jangan Bergerak disana"ucap Cyntia dan membuat mereka bertiga yang ada disana langsung Berhenti.


"Kakak tolong aku, aku gak mau mati, tolong maafkan aku Kak Tasya kak Dini"Ucap Perempuan Cantik itu yang hampir Jatuh itu


"Oh jadi kalian berdua yang bikin Ulah lagi, hebat banget ya kalian, Apa Salah Dia"Ucap Cyntia kepada kedua orang itu sedangkan Risky Dia diam karena tidak mengenalnya


"Kamu lagi, mendingan kamu diam ini urusan kami dengan dia, mau tau salah dia apa, salah dia adalah dia telah mendorong saya sehingga Jatuh"Ucap Tasya kepada Cyntia lalu menunjuk Perempuan itu


"Kak Tasya aku gak sengaja mohon maafin aku kak, tolong jangan bunuh asya, Asya Adik Kakak"Ucap Perempuan itu bernama Asya


"Apa, jadi hanya Kesalahan sedikit, kamu mau bunuh adik kamu sendiri"Ucap Risky yang Terdiam karena kaget apa yang dia dengar


"Kak senior jangan Ikut ikutan, dia ini bukan adik kandungku gara gara dia ibu dan ayahku Lebih Sayang dia dibandingkan aku"Ucap Tasya dengan Amarah lalu menunjuk ke arah asya


"Biar pun dia bukan adik kandungmu tapi dia juga menyayangi kamu sya"Ucap Cyntia lagi


"Mendingan kalian diam, dan kamu adik tidak tahu diri mendingan kamu mati"Ucap Tasya kepada Cyntia dan berjalan ke arah Asya lalu ingin mendorong nya.


Tapi tiba-tiba Cyntia dia langsung berlari ke arah Asya lalu menolongnya tapi nas Cyntia yang ingin menolong asya dia yang malah hampir jatuh Tapi Alhamdulillah Cyntia berpegang pada batu yang ada disana sedangkan asya di selamat,


Risky pun yang melihatnya dia pun berlari ke arah Cyntia lalu membantunya sedangkan sang bunda dia pun terbang untuk membantu Cyntia biar tidak jatuh.


"Cyntia pegang Tangan Aku ayok"Ucap Risky Dengan melambaikan tangannya


"Gak sampai Risky,tolong"Ucap Cyntia saat melihat ke arah bawah sangat tinggi


"Ayok kami bantu"Ucap Azka dengan mengulurkan tangannya kepada Risky


"Kalian"Ucap Risky melihat Azka dan yang lainnya


Azka pun hanya mengangguk kan kepala nya lalu risky membalas Uluran tangan Azka sedangkan yang lain saling berpegangan tangan untuk menyelamatkan Cyntia dan akhirnya Cyntia pun Selamat langsung masuk ke dalam pelukan Risky yang hanya diam melihat Kejadian itu dan Tasya sudah di pegang oleh Bayu dan Raka karena mereka harus bertanggung jawab atas semua ini


Sedangkan Cyntia dan risky mereka masih saling berpelukan iya karena Cyntia masih takut apa yang terjadi dengan apa yang dilihatnya.


"Cyntia kamu gapapa"Tanya Risky dengan lembut

__ADS_1


"Takut ky"Ucap Cyntia Dengan ketakutan lalu Risky pun menggendongnya karena sepertinya Cyntia masih Takut hingga Pelukan itu semakin Erat bagi Cyntia dan Risky


Teman temannya pun yang melihatnya Mereka pun sangat memahami apa yang terjadi.


__ADS_2